ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stockout adalah sebuah situasi dimana jumlah stok atau persediaan tidak dapat memenuhi permintaan kebutuhan. Stockout juga berdampak pada perkembangan bisnis perusahaan baik short term maupun long term. Oleh karena itu dengan adanya forcasting dan system pengendalian persediaan stok dapat membantu memenuhi permintaan kebutuhan part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 pada periode berlangsung maupun periode akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan periode akan datang dilakukan forcasting (peramalan) permintaan yang dihitung dengan metode moving average method, exponential smoothing method dan linier regression method. Maka setelah didapat nilai forcasting selanjutnya tentukan nilai stock pengaman (safety stock), dan menentukan nilai persediaan dengan menggunakan metode min-max stock. Dengan pengendalian persediaan stock menggunakan metode min-max dapat mengatasi masalah stockout part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 di PT Saptaindra Sejati jobsite Adaro Mining. Pengendalian persediaan yang baik akan berdampak juga pada inventory value perusahaan. Dimana inventory value yang kecil dapat berdampak besar bagi perusahaan dalam pengembangan asset atau produktifitas. Dengan metode vendor held stock system menjadi salah satu alternatif dalam menekan atau meminimalisir inventory value perusahaan dengan beban inventory dikelola dan dibebankan kepada vendor yang berlandaskan pada agreement yang telah disepakati. Dalam penelitian ini inventory value yang dapat di minimalisir adalah $ 412,593 atau kurang lebih Rp 6,312,668,679.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pebana Adi Sarana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam kegiatan penambangan batu andesit. Kegiatan penambangan batu andesit dilakukan menggunakan metode tambang quarry. Pada proses produksi, persediaan bahan peledak sangat berperan penting untuk mempermudah atau memperlancar jalannya proses produksi perusahaan. Penentuan besarnya persediaan merupakan hal penting bagi perusahaan karena mempunyai pengaruh langsung terhadap keseluruhan biaya produksi. dengan adanya kebijakan pengendalian persediaan bahan peledak yang diterapkan, dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi penggunan bahan peledak dan juga membantu meminimalisir resik-resiko yang akan terjadi. Bahan peledak ini dapat dikendalikan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian didapatkan untuk bahan peledak ANFO EOQ sebanyak 25.284 kg, frekuensi pemesanan sebanyak 1 kali, safety stock 8.680 kg, reorder point 17.174 kg, total inventory cost Rp. 47.983.952, maximum inventory 33.964 kg. Bahan peledak Detonator EOQ 7.902 pcs, frekuensi pemesanan sebanyak 1 kali, safety stock 3.410 pcs, reorder point 6.076 pcs, total inventory cost Rp. 30.601.995, maximum inventory 11.312 pcs. Bahan peledak Dynamit 522 kg, frekuensi pemesanan sebanyak 1 kali, safety stock 186 kg, reorder point 372 kg, total inventory cost Rp. 23.222.001, maximum inventory sebanyak 708 kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persediaan bahan baku merupakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan poduksi untuk dimasa yang akan datang. Adapun fungsi persediaan yaitu untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan juga peramalan persediaan bahan baku tersebut yang menjadi input untuk output nantinya. Permasalah yang terjadi pada PT. STS adalah ketidakseimbangan jumlah persediaan yang diproduksi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan analisis persediaan bahan baku cassia broken untuk memenuhi kebutuhan produksi dengan menggunakan peramalam dan safety stock. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah persediaan bahan baku cassia broken tahun 2019 dan menganalisis hasil peramalan persediaan bahan baku cassia broken dengan safety stock. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan peramalan persediaan menggun akan metode terpilih yaitu trend linier dengan SEE terkecil sebesar 415.079 kg dan total persediaan sebesar 24.382.177 kg. Setelah melakukan peramalan maka akan dilakukan persediaan bahan baku dengan menggunakan safety stock yang mendapatkan hasil sebesar 7.311.073 kg dalam 1 tahun dan jumlah rata-rata per bulan sebesar 609.256,08 kg. Dengan menggunakan persediaan pengaman ini maka hasil peramalan lebih akurat sesuai dengan kelebihan safety stock tersebut sehingga persediaan pengaman dapat digunakan untuk satu tahun kedepan jika sewaktu-waktu bahan baku mengalami keterlambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persedian bahan baku pada PT. Incasi Raya Pesisir Selatan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, stok pengaman dan titik pemesanan kembali. Berdasarkan hasil analisis kuantitas pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Ergonomic oerder kuantity yaitu 208 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 8.746.878,- setelah menggunakan metode Ergonomic Order Kuantity dapat mengefesiensikan besarnya biaya persedian perusahaan yaitu Rp 8.078.649,-. Sementara itu untuk persedian pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan Ergonomic Order Kuantity besarnya persediaan pengaman adalah sebanyak 2.335 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 3.763 ton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku pada PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan diagram fishbone. Hasil analisis kuantitas pemebelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 278,75 ton per hari, sedangkan berdasarkan metode Economic Order Quntity kuantitas pembelian yang optimum adalah 506,60 ton per hari. Frekuensi pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah 171 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 4.584.882 per tahun, sedangkan menggunakan metode Economic Order Quantity dapat mengefisiensikan besarnya biaya persediaan perusahaan adalah 3.872.958 pertahun. Sementara itu untuk persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan metode Economic Order Quantity besarnya persediaan pengaman sebanyak 1.712 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 1.990,75 ton. Pada analisis diagram fishbone di temukan 5 faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target bahan baku sawit yaitu faktor metode, material, mesin, manusia, dan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Batanghari Barisan (BHB) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan bahan baku karet mentah (bokar). PT. Batanghari Barisan memproduksi satu jenis produk, yaitu produk SIR.20. Produk SIR.20 tersebut dipasarkan ke negara produsen ban seperti Jepang, Eropa, dan Amerika. Pengendalian persediaan bahan baku bokar harus dilakukan dengan maksimal oleh perusahaan.Karena jika terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode EOQ yang bertujuan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang paling ekonomis setiap kali pemesanan. Juga menentukan frekuensi pemesanan yang optimum (F), total biaya persediaan bahan baku (TIC), menentukan safety stock (SS) dan titik pemesanan kembali (reorder point) ROP. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat jumlah pembelian bahan baku yang paling ekonomis adalah sebesar 8.244 ton, dengan frekuensi pembelian yang optimum sebanyak 6 kali dalam setahun, total biaya persediaan bahan baku (TIC) adalah sebesar Rp 873.904, dengan persediaan pengaman safety stock (SS) sebanyak 297 ton, dan titik pemesanan kembali pada saat bahan baku berada pada titik sebesar 598 ton
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)