ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bungo Bara Utama Jobsite Tanjung Belit merupakan anak perusahaan Sinarmas Mining Group yang bergerak dibidang industri pertambangan batubara. PT. Bungo Bara Utama (PT. BBU) memproduksi batubara yang terdiri dari tiga seam, yaitu seam 100, seam 200, dan seam 300. Untuk seam 300 sendiri memiliki 2 layer (Upper dan Lower) yang dibatasi oleh Inter Burden (IB), pada seam 300 Upper terdapat beberapa pembagian layer berdasarkan kualitas yaitu 300 UHS, 300 ULS, dan 300 CR3. Menganalisis perubahan nilai parameter kandungan air total, kadar abu, dan nilai kalori batubara setelah penambahan medium product. Mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya perubahan kualitas batubara setelah penambahan medium product. Data primer adalah data yang diamati dan diambil langsung di lapangan seperti pengambilan sampel batubara di pengambilan sampel batubara di stockpile. Data sekunder ini merupakan data pendukung dalam penelitian, dimana data sekunder Hasil uji kualitas batubara di laboratorium PT BBU dan dokumen perusahaan. Didapatkan hasil dari QTY/1 LOT dengan jumlah 164 truck dengan produk Ready To Sale dimana Total Moisture (TM) dengan nilai 25,62%, Inherent Moisture (IM) dengan nilai 11,88%, Ash Content dengan nilai (AC) 14,19%, Sulfur dengan nilai 1,37%, GCV (ADB) dengan nilai 5.597 kcal/kg dan GCV (ARB) dengan nilai 4.729 kcal/kg. Didapatkan hasil dari QTY/1 LOT dengan jumlah 164 truck dengan produk Ready To Sale dimana Total Moisture (TM) dengan nilai 25,79%, Inherent Moisture (IM) dengan nilai 11,89%, Ash Content dengan nilai (AC) 13,52%, Sulfur dengan nilai 1,37%, GCV (ADB) dengan nilai 5.653 kcal/kg dan GCV (ARB) dengan nilai 4.762 kcal/kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Bara Alam Utama memiliki total sulfur yang tinggi di lapisan seam C yang bervariasi dari berbagai blok seperti blok 20 (0,42% adb), blok 21 (0,60% adb), blok 22 (0,72% adb), blok 23 (0,84% adb), blok 24 (0,61% adb) dan blok 25 (1,41% adb) yang sangat bisa mempengaruhi pada nilai calorific value dan tidak terpenuhi permintaan pasar pada standar penjualan ke konsumen. Tujuan penelitian adalah Menganalisis perbandingan antara kualitas nilai kadar total sulfur di blok 20 sampai blok 25 lapisan seam C dan stockpile dari batas rejection ke buyer dan mengoptimalkan penanganan blending dari front penambangan lapisan seam C ke stockpile dengan metode trial and error. Data yang dikumpulkan yaitu bentuk litologi dan warna lapisan seam C dan kualitas batubara dari front penambangan seam C blok 20 sampai 25 dan stockpile dengan parameter total sulfur dan calorific value dan metode pengolahan data blending menggunakan metode trial and error. Kualitas batubara pada front penambangan lapisan seam C dan stockpile untuk nilai total sulfur senilai 0.77% adb dan total sulfur 0,59% adb dari nilai yang melebihi batas nilai batubara yang dibeli oleh buyer senilai total sulfur >0.5% adb. Sementara itu untuk nilai kalori di front penambangan dan stockpile senilai 6200 Kcal/kg dan 5967 Kcal/kg yang sudah memenuhi dari batas batubara yang dibeli oleh buyer senilai 5000 Kcal/kg. Nilai calorific value dari perhitungan trial and error dengan hasil perhitungan 5993 Kcal/kg yang masih sesuai pada permintaan konsumen 5000 Kcal/kg. Sementara perbandingan blending kualitas batubara low yaitu 1850 ton dan batubara High 150 ton dengan nilai perbadingan 3:1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas batubara merupakan faktor dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen dalam memilih produk yang dihasilkan oleh produsen, untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara. Perlunya dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara adalah karena adanya komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang menyimpang dari kesepakatan standar kualitas batubara yang telah ditentukan, parameter kualitas batubara yang dijadikan sebgai acuan standar pada umumnya terdiri dari nilai kalori (calori value), kandungan sulfur (total sulfur), kandungan air total (total moisture), kandungan abu (ash content). Analisis kualitas batubara terhadap lamanya penyimpanan batubara di stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat. pada saat batubara di stockpile dalam kurun waktu 60 hari terjadinya penyimpangan dari kualitas batubara tersebut, calori value (adb%) terjadi penyimpangan kualitas yang sangat singnifikan pada hari ke 60 dengan rata-rata penyimpangan sebesar 512 kcal/kg, selanjutnya untuk sulfur content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,09 %, selanjutnya untuk ash content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 17,8 %, dan untuk total moisture (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,61 %.