Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: stockpile
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Pencampuran Batubara Medium Product untuk Meningkatkan Kualitas Batubara Hingga Ready To Sale di PT. Bungo Bara Utama

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bungo Bara Utama Jobsite Tanjung Belit merupakan anak perusahaan Sinarmas Mining Group yang bergerak dibidang industri pertambangan batubara. PT. Bungo Bara Utama (PT. BBU) memproduksi batubara yang terdiri dari tiga seam, yaitu seam 100, seam 200, dan seam 300. Untuk seam 300 sendiri memiliki 2 layer (Upper dan Lower) yang dibatasi oleh Inter Burden (IB), pada seam 300 Upper terdapat beberapa pembagian layer berdasarkan kualitas yaitu 300 UHS, 300 ULS, dan 300 CR3. Menganalisis perubahan nilai parameter kandungan air total, kadar abu, dan nilai kalori batubara setelah penambahan medium product. Mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya perubahan kualitas batubara setelah penambahan medium product. Data primer adalah data yang diamati dan diambil langsung di lapangan seperti pengambilan sampel batubara di pengambilan sampel batubara di stockpile. Data sekunder ini merupakan data pendukung dalam penelitian, dimana data sekunder Hasil uji kualitas batubara di laboratorium PT BBU dan dokumen perusahaan. Didapatkan hasil dari QTY/1 LOT dengan jumlah 164 truck dengan produk Ready To Sale dimana Total Moisture (TM) dengan nilai 25,62%, Inherent Moisture (IM) dengan nilai 11,88%, Ash Content dengan nilai (AC) 14,19%, Sulfur dengan nilai 1,37%, GCV (ADB) dengan nilai 5.597 kcal/kg dan GCV (ARB) dengan nilai 4.729 kcal/kg. Didapatkan hasil dari QTY/1 LOT dengan jumlah 164 truck dengan produk Ready To Sale dimana Total Moisture (TM) dengan nilai 25,79%, Inherent Moisture (IM) dengan nilai 11,89%, Ash Content dengan nilai (AC) 13,52%, Sulfur dengan nilai 1,37%, GCV (ADB) dengan nilai 5.653 kcal/kg dan GCV (ARB) dengan nilai 4.762 kcal/kg.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Nilai Total Moisture dan Ash Content Terhadap Calori Value Batubara dari Front ke Stocpile di PT. Asia Multi Investama

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Asia Multi Investama merupakan perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Muara Kilis, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada saat proses penggalian dan pemindahan batubara Front 6A dan Front 6B ke Stockpile dari data sampling yang dikumpulkan bahwa terjadi perubahan pada nilai Total Moisture dan Ash Content yang mana itu berpengaruh pada nilai kalori batubara. Berdasarkan pengamatan pada saat penelitian yang dilakukan pada lokasi front dan stockpile bahwa terdapatnya beberapa spot yang mana terdapat genangan air baik pada lokasi front maupun pada lokasi stockpile dan adanya parting parting yang terbawa pada saat proses penggalian dan pengangkutan batubara tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode analisis proksimat dengan parameter yang digunakan adalah total moisture, ash content dan calorivic value. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pada ketiga parameter tersebut yang mana untuk sampel front 6A – Stockpile nilai Total Moisture mengalami kenaikan 4.68% (Adb), nilai Ash Content juga mengalami kenaikan 1.27% (Adb) dan untuk penurunan nilai Calorivic Value sebanyak 278.00 Kcal/kg(Adb). Dan untuk sampel pada front 6B – Stockpile mengalami kenaikan nilai pada Total Moisture 2.61% (Adb), dan untuk parameter Ash Content juga terjadi kenaikan sebanyak 1.74% (Adb) dan umtuk nilai Calorivic Value parameter ini mengalami penurunan sebanyak 260.00 Kcal/kg (Adb). Dan adapun perubahan yang terjadi pada parameter Total Moisture dan parameter Ash Content akibat adanya genangan air dan adanya kontaminasi yang terjadi pada saat sedang berlangsungnya kegiatan penambangan sehingga akibat dari terjadinya kenaikan pada nilai TM dan Ash berdampak negatif pada nilai parameter Calorivic Value pada batubara.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Dimensi Tumpukan Batubara Terhadap Terjadinya Swabakar di Area Stockpile PT. Edco Persada Energi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Edco Persada Energi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang terletak di Desa Pematang, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Berdasarkan pengamatan dilapangan diketahui bahwa stockpile yang sering mengalami swabakar adalah stockpile dengan timbunan raw coal. Hal ini disebabkan karena batubara yang berada pada timbunan raw coal ini memiliki grade Sub-bituminous yang memiliki kalori sebesar 4000-5000 kkal/kg yang ditimbun terlalu lama yaitu sekitar 3 bulan selain itu pada PT. Edco Persada Energi juga tidak pernah dilakukan pengecekan suhu dan dimensi timbunan hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya swabakar pada timbunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis suhu, dimensi timbunan dan manajemen stockpile yang di terapkan pada PT. Edco Persada Energi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya swabakar di area stockpile PT. Edco Persada Energi. Dari hasil penelitan didapatkan Suhu rata-rata timbunan row coal berkisar antara 35,8oC sampai 50,2oC. Sedangkan suhu rata-rata timbunan screen coal berkisar antara 33,0oC sampai 41,2oC. Dan dimensi timbunan dilapangan yang berbentuk limas terpancung dengan tinggi timbunan 6 m, sisi bidang bawah timbunan 60 m, dan sisi bidang atas timbunan 30 m dengan sudut kemiringan 40o dan penyimpanan batubara pada stockpile untuk timbunan pada row coal adalah 6 minggu. Sedangkan pada timbunan screen coal lama waktu penimbunan adalah 3 minggu. Sedangkan manajemen stockpile yang ditetapkan pada PT. Edco Persada Energi untuk timbunan row coal adalah sistem first in late out (FILO) dan pada timbunan screen coal manajemen stockpile yang ditetapkan adalah sistem first in first out (FIFO). sistem first in first out (FIFO).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Manajemen ROM Stockpile Terhadap Aktifitas Coal Hauling PT. Borneo Indobara, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Borneo Indobara saat ini memilik 3 stockpile batubara aktif yang mana lokasi stockpile dibagi menjadi 2 area yaitu, Kusan Bawah & Girimulya dengan total kapasitas keseluruhan 705,518 Mt , permintaan manajemen akan kebutuhan demand batubara di akhir tahun 2021 yaitu sebesar 1.199.581 mt jika dilihat dari kapasitas existing saat ini tentu saja masih kurang. Untuk memenuhi kapasitas yang diminta maka dilakukanlah penambahan area stockpile, dengan adanya area baru tersebut maka perlu dilakukan perhitungan atau estimasi terkait kapasitas di area tersebut selain kapasitas skema lalu lintas juga penting di rencanakan agar dapat menunjang operasional yang aman dan produkitf. Dari penambahan area stockpile tersebut maka didapatkanlah kapasitas tambahan berdasarkan hitungan menggunakan metode cut and fill di software minescape sebesar 579,903 ton dengan design 4 blok atau timbunan dan tinggi timbunan di 8m sesuai dengan Standar prosedur perusahaan , dan diapatkan pula dari perhitungan limas terpancung kapasitas stockpile sebesar 545,616 Ton. Untuk skema lalu lintas output yang diperlukan adalah simulasi lalu lintas dan jumlah rambu-rambu lalu lintas yang diperlukan untuk simulasi tersebut . Hasil perhitungan stockpile baru akan dikomparasikan dengan kapasitas aktual saat ini , dimana data yang dipakai adalah hasil perhitungan dengan metode cut and fill di minescape karena lebih applicable diperusahaan, hasil akhir yang didapatkan untuk kapasitas stockpile adalah sebesar 1,285,421 Ton yang mana sudah dapat mengakomodir permintaan manajemen di akhir tahun 2021, untuk simulasi lalu lintas didapatkan jumlah rambu-rambu yang dibutuhkan sebanyak 10 pcs rambu yang terdiri dari rambu petunjuk, peringatan, informasi dan larangan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Kualitas Batubara pada Front Penambangan dan Stockpile dari Nilai Kadar Total Sulfur yang Tinggi untuk Memenuhi Standar Penjualan Batubara di PT. Bara Alam Utama

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Bara Alam Utama memiliki total sulfur yang tinggi di lapisan seam C yang bervariasi dari berbagai blok seperti blok 20 (0,42% adb), blok 21 (0,60% adb), blok 22 (0,72% adb), blok 23 (0,84% adb), blok 24 (0,61% adb) dan blok 25 (1,41% adb) yang sangat bisa mempengaruhi pada nilai calorific value dan tidak terpenuhi permintaan pasar pada standar penjualan ke konsumen. Tujuan penelitian adalah Menganalisis perbandingan antara kualitas nilai kadar total sulfur di blok 20 sampai blok 25 lapisan seam C dan stockpile dari batas rejection ke buyer dan mengoptimalkan penanganan blending dari front penambangan lapisan seam C ke stockpile dengan metode trial and error. Data yang dikumpulkan yaitu bentuk litologi dan warna lapisan seam C dan kualitas batubara dari front penambangan seam C blok 20 sampai 25 dan stockpile dengan parameter total sulfur dan calorific value dan metode pengolahan data blending menggunakan metode trial and error. Kualitas batubara pada front penambangan lapisan seam C dan stockpile untuk nilai total sulfur senilai 0.77% adb dan total sulfur 0,59% adb dari nilai yang melebihi batas nilai batubara yang dibeli oleh buyer senilai total sulfur >0.5% adb. Sementara itu untuk nilai kalori di front penambangan dan stockpile senilai 6200 Kcal/kg dan 5967 Kcal/kg yang sudah memenuhi dari batas batubara yang dibeli oleh buyer senilai 5000 Kcal/kg. Nilai calorific value dari perhitungan trial and error dengan hasil perhitungan 5993 Kcal/kg yang masih sesuai pada permintaan konsumen 5000 Kcal/kg. Sementara perbandingan blending kualitas batubara low yaitu 1850 ton dan batubara High 150 ton dengan nilai perbadingan 3:1.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Pengaruh Sistem Pengelolaan Batubara di Stocpile Terhadap Potensi Swabakar PT. Bara Alam Utama Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bara Alam Utama merupakan perusahaan tambang batubara. Untuk mencapai target kebutuhan kebutuhan para konsumen produksi wajib memenuhi permintaan ataupun persyaratan yang di kehendaki oleh pihak konsumen. terutama kualitas batubara wajib sama dengan standar yang telah disepakati. Kurang efektifnya cara penanganan batubara pada stockpile, penumpukan batubara pada stockpile dalam jangka waktu yang cukup lama sering mengalami swabakar (spontaneuos combustion). Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini, mengindentifikasi sistem penimbunan dengan pola chevron dilakukan suatu cara untuk menimalisir terjadinya swabakar dengan melakukan monitoring temperatur pada tumpukan batubara perharinya, menggunakan alat pengukur temperatur (Thermo couple), melakukan analisis kapan estimasi terjadinya swabakar dan upaya menimalisir terjadinya gejala swabakar. untuk mengetahui kapan estimasi terjadinya swabakar dengan pola penumpukan chevron, tinggi stockpile 16.97 m, sudut kemiringan 50,47°C maka dilakukan pengukuran suhu tumpukan batubara secara berkala dengan pengukuran suhu pertitik dengan pemadatan mengunakan bulldozer. dimana estimasi terjadinya swabakar pada minggu ke-4, dan titik 4 memiliki temperatur yang paling tinggi yaitu 54,7°C. terdapat beberapa upaya untuk menimalisir tejadinya swabkar diantaranya mengurangi ketinggian stockpile, mengurangi sudut timbunan batubara, memadatkan permukaan timbunan batubara, penerapan prinsip FIFO (first in first out), dan monitoring temperatur stockpile secara berkala.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Coal Heating Box pada Suhu dan Pola Timbunan Terhadap Potensi Swabakar Batubara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swabakar merupakan permasalahan dalam industri pertambangan, penyebab swabakar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik dari batubara. Faktor intrinsik yaitu karakteristik batubara terdiri dari kandungan volatil matter, moisture content, ash content, mineral matter dan kalori batubara, sedangkan faktor ektrinsik salah satunya adalah kondisi kecepatan angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penimbunan batubara yang dapat meminimalkan terjadinya potensi swabakar (spontaneous combustion). Setelah dilakukannya pengamatan, maka didapatkan hasil bahwa nilai temperatur tumpukan batubara yang diuji dengan suhu pemanasan dimulai dari suhu 30°C, 50°C, 70°C, dan 85°C dengan menggunakan coal heating box.Dari pola tumpukan yang diamati didapatkan bahwa pola tumpukan pada pola tumpukan Cone Shell pada suhu 53ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Chevron pada suhu 50ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Chevcon pada suhu 53ºC menimbulkan reaksi swabakar dan pada pola Windrow pada suhu 85ºC baru menimbulkan reaksi swabakar pada kalori 4617 kkal/kg. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk tumpukan windrow lebih baik diterapkan untuk mengurangi potensi swabakar.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Manajemen Stockpile Batubara Untuk Mencegah Terjadinya Swabakar di PT. Bukit Asam. Tbk Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (PT. Bukit Asam, Tbk) berada di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi manajemen stockpile batubara untuk mencegah terjadinya swabakar. Permasalahan yang sering di lapangan adanya swabakar pada stockpile batubara yang disebabkan oleh lamanya umur tumpukan batubara pada stockpile, Tingginya dimensi tumpukan batubara pada stockpile serta kurang baiknya penanganan batubara masuk dan keluar pada stockpile yang menyebabkan terajadi swabakar pada stockpile batubara di PT. Bukit Asam,Tbk. Swabakar ialah proses terbakar dengan sendirinya batubara akibat reaksi oksidasi eksotermis yang terus menyebabkan kenaikan temperatur. Metode yang digunakan pada penelitan ini ialah mendesain dimensi stockpile batubara yang ideal pada PT. Bukit Asam, Tbk serta menggunakan sistem manajemen FIFO (First In First Out) untuk manajemen penumpukan batubara pada stockpile batubara. Hasil dari penelitian ini didapatkan rancangan desain dimensi stockpile batubara dibuat dengan tinggi 7 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut kemiringan tumpukan 35º dibawah dari sudut angle of repose dari tumpukan batubara serta untuk rancangan manajemen stockpile batubara menggunakan sistem manajemen FIFO (First In Frist Out) dimana batubara yang pertama kali masuk ke stockpile maka batubara itu harus dikeluarkan terlebih dahulu. Selain itu perlu adanya pengukuran temperatur secara berkala pada area stockpile batubara guna mengetahui kapan batubara akan terjadinya swabakar

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Manajemen Stockpile Batubara Untuk Mencegah Terjadinya Swabakar di Stockpile PLTU Desa Teluk Sirih Provinsi Sumatera Barat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PLTU Teluk Sirih merupakan suatu perusahaan pembangkit listrik dengan sumber bahan bakar utama batubara. Permasalahan yang muncul pada Stockpile PLTU Teluk Sirih ini, sering terjadinya swabakar yang disebabkan karena kurang efektifnya penerapan sistem manajemen stockpile. Hal ini bisa dilihat pada kurangnya penerapan sistem manajemen FIFO (Frist In Frist Out), kurangnya penanganan terhadap lama timbunan yang lebih dari 3 bulan, ketinggian timbunan mencapai 10,87 meter yang seharusnya tidak lebih dari 6 meter untuk umur batubara lebih dari 1 bulan dan sudut kemiringan timbunan 56,48° yang melebihi angle of repose 38°, serta kurangnya pengontrolan suhu pada stockpile batubara PLTU Teluk Sirih. Maka perlu ditentukan nilai pengaruh dimensi timbunan terhadap suhu dan menentukan nilai pengaruh lama timbunan terhadap suhu. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan adalah menerapkan sistem manajemen FIFO dengan baik tanpa menyisakan batubara yang dapat diolah pada stockpile untuk mengurangi lama timbunan serta mengurangi batubara yang lama tertimbun kembali. Mengurangi ketinggian dan sudut kemiringan dengan cara melakukan pemadatan pada bagian atas dan samping setiap ketebalan 2 meter sekaligus mengurangi pori-pori timbunan dan melakukan pengontrolan suhu secara berkala minimal 1 kali sehari agar dapat diketahui titik timbunan yang sudah mendekati suhu kritis swabakar 50°C.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Temperatur Timbunan Batubara Untuk Mengurangi Potensi Terjadinya Swabakar Pada Temporary Stockpile PT. Allied Indo Coal Jaya Kota Sawahlunto

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Permasalahan utama yang dihadapi dalam penimbunan batubara pada temporary stockpile adalah swabakar (spontaneous combustion). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penimbunan batubara yang dapat meminimalkan terjadinya potensi swabakar (spontaneous combustion) pada stockpile maupun temporary stock. Setelah dilakukannya pengamatan, maka didapatkan hasil bahwa nilai temperatur tumpukan batubara yang diuji dengan suhu pemanasan dimulai dari suhu 33°C, 38°C, dan 36°C dengan menggunakan inkubator yang diintegrasikan dengan thermostat tidak melebihi nilai temperatur ambang batas dan baku mutu yang diizinkan. Dari pola tumpukan yang diamati didapatkan bahwa pola tumpukan chevron merupakan tumpukan yang mempunyai potensi swabakar paling kecil dibandingkan dengan pola tumpukan chevcon. Suhu ratarata tumpukan batubara pada pola chevron adalah 39.9°C pada kalori 3000 – 4000 kkal/kg dan 39.3°C pada kalori 6500 – 6800 kkal/kg . Sedangkan suhu rata-rata tumpukan batubara dengan pola tumpukan chevcon selama penelitian adalah 41.15°C pada kalori 3000 – 4000 kkal/kg dan 39.96°C pada kalori 6500 – 6800 kkal/kg. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk tumpukan chevron lebih baik diterapkan untuk mengurangi potensi swabakar bila dibandingkan dengan bentuk tumpukan chevcon.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Batubara Terhadap Lamanya Penyimpanan Batubara di Stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas batubara merupakan faktor dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen dalam memilih produk yang dihasilkan oleh produsen, untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara. Perlunya dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara adalah karena adanya komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang menyimpang dari kesepakatan standar kualitas batubara yang telah ditentukan, parameter kualitas batubara yang dijadikan sebgai acuan standar pada umumnya terdiri dari nilai kalori (calori value), kandungan sulfur (total sulfur), kandungan air total (total moisture), kandungan abu (ash content). Analisis kualitas batubara terhadap lamanya penyimpanan batubara di stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat. pada saat batubara di stockpile dalam kurun waktu 60 hari terjadinya penyimpangan dari kualitas batubara tersebut, calori value (adb%) terjadi penyimpangan kualitas yang sangat singnifikan pada hari ke 60 dengan rata-rata penyimpangan sebesar 512 kcal/kg, selanjutnya untuk sulfur content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,09 %, selanjutnya untuk ash content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 17,8 %, dan untuk total moisture (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,61 %.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Manajemen Stockpile Batubara untuk Mencegah Terjadinya Swabakar (Studi Kasus : PT. Miyor Pratama Coal)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stockpile batubara merupakan tempat penyimpanan batubara yang pertama masuk setelah mengalami proses pengangkutan yang panjang baik dari tempat distributor ataupun dari tempat penggalian material pada industri pertambangan. Sehingga tidak dapat di pastikan bahwa kualitas batubara tersebut tetap terjaga seperti kualitas aslinya sebelum pengangkutan menuju tempat penyimpanan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas batubara setelah ditambang adalah sistem penimbunan. Kondisi area stockpile pada PT. Miyor Pratama Coal sendiri tidak dilengkapi dengan sistem pendukung seperti sistem penirisan yang berupa paritan, hal ini menyebabkan terdapat genangan air pada lantai stockpile pada saat hujan. Sistem penimbunan batubara pada stockpile PT. Miyor Pratama Coal masih belum diterapkan dengan baik, seperti kurangnya penanganan batubara yang masuk dan keluar pada stockpile, selain itu juga terdapat tumpukan yang terlalu lama ditumpuk pada stockpile akibat tidak diterapkannya sistem manajemen FIFO (first in first out) dengan baik dan tumpukan batubara tersebut selalu ditutup menggunakan terpal yang terbuat dari plastik sehingga akan menyebabkan adanya potensi swabakar. Area Stockpile PT. Miyor Pratama Coal memiliki potensi swabakar pada tumpukan batubara yang cukup besar disebabkan oleh dimensi timbunan yang memiliki rata-rata tinggi tumpukan diatas 7 meter dengan sudut lebih dari sudut angle of repose ( .(ْ 40 -ْ 30 Perencanaan desain dimensi tumpukan batubara dibuat dengan tinggi 5 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut tumpukan ْ 30 sesuai sudut terendah rekomendasi, desain dimensi tumpukan ini dibuat agar dapat mengurangi potensi swabakar. Desain sistem drainase di area stockpile menggunakan konsep saluran terbuka alamiah di sekitar area timbunan. Rencana desain drainase berbentuk trapesium dengan lebar permukaan 1m dan tinggi 1 m. Selain itu lantai stockpile didesain dengan penambahan bedding coal dengan tebal sekitar 50 cm agar pada saat pengangkutan batubara tidak tercampur dengan tanah dibawahnya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Desain Stockpile Inpit Tambang Air Laya UPTE Untuk Memenuhi Target Produksi 2016 PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim, Sumatera Selatan

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI DESAIN STOCKPILE INPIT TAMBANG AIR LAYA UPTEUNTUK TARGET PRODUKSI 2016 PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TbkTANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN.                                                                                 Nama             : Panji rayuda                                                                                NPM              : 1210024427039                                                                                Pembimbing 1 : Drs. Murad MS, MT                                                                                Pembimbing 2 : Tri Ernita, ST. MP ABSTRAK PT Bukit Asam (Persero), Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pertambangan batubara.Permintaan akan batubara dari konsumen menjadi faktor yang sangat penting dalam industri batubara. Pengadaan batubara di stockpile maupun temporary stockpile menjadi alternatif pemenuhan akan kebutuhan batubara bagi konsumen.    Rencana pelebaran stockpileini akan diterapkan pada stockpile inpit TAL yang sudah tidak mampu menampung produksi pada tahun 2015. Pada tahun 2016 PT. Bukit Asam (Persero) Tbk merencanakan peningkatan produksi menjadi 26.700.000 ton/tahun, untuk tambang air laya sebesar 18.600.000 ton/tahun, maka pelebaran inpit stock harus dilakukan. Area inpit stockpile mempunyai luas awal19,7 ha dan mempunyai kapasitas 1.287.495,45 ton, setelah direncanakan pelebaran maka laus area inpit stockpile menjadi 21,3 ha dan kapasitas meningkat menjadi 1.703.604,5 ton. Terjadi penambahan kapasitas inpit stockpile sebesar 470.068,75 tonDengan kapasitas stockpile yang telah bertambah maka stockpile ini mampu menampung produksi untuk 2016 sebesar 1.550.000 ton/bulan.    Perencanaan sistem pendukung pada stockpile inpit TAL ini juga dilakukan seperti sitem drainase dan sistem pencegahan swabakar. Pada sistem drainase mempunyai intensitas curah hujan berdasarkan data curah hujan 10 tahun terakhir adalah 56,940 mm/jam, maka debit limpasan yang diperoleh sebesar 32,751 m³/detik. Dimensi pada untuk saluran lebar dasar saluran : 2 m, lebar permukaansaluran : 7 m, tinggi saluran : 3,62 m, dan tinggi jagaan : 1,12 m. Pada sistem pencegahan swabakar perlu diperhatikan seperti ukuran butir pada tumpukan stockpile, mengurangi sudut slope pada tumpukan agar tidak terjadi longsor dan swabakar, memadatkan timbunan batubara yang bertujuan untuk memadatkan rongga batubara dan mengawasi temperature batubara secara berkala untuk mengetahui indikasi-indikasi batubara yang yang berpotensi terbakar.    Pada sistem pengaturan batubara dipakai sistem FIFO untuk mengatasi batubara yang lama tertumpuk dan di stockpile inpit TAL mengatur safety stock yang bisa digunakan apabila terjadi permasalahan dipenambangan, safety stock pada stockpile inpit TAL sebesar 423.224,43 ton.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail