Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: nilai kalor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Kadar Abu dan Sulfur Terhadap Nilai Kalori pada Brown Coal Menggunakan Metode Aglomerasi Air Kapur-Minyak Sawit Mentah di PT. Asia Multi Investama

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia potensi sumberdaya batubara melimpah. Namun pemanfaatan batubara peringkat rendah (brown coal) masih sangat kurang. Upaya pengoptimalan brown coal ini dengan menerapkan teknologi aglomerasi untuk meningkatkan kualitas batubara tersebut. Tujuan penelitian ini menerapkan metode aglomerasi air kapur–minyak sawit mentah guna mengetahui perubahan kadar abu dan kandungan sulfur pada brown coal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel brown coal yang digunakan dalam penelitian ini ukuran 140 mesh dengan massa 10 gram masing-masing untuk minyak sawit mentah (CPO 2 ml, 3 ml, dan 4 ml). Hasil nalisis diperoleh bahwa semakin banyak volume minyak sawit mentah yang diberikan, kadar karbon yang diikat semakin tinggi sehingga nilai kalori batubara juga akan meningkat. Nilai kandungan sulfur yang diperoleh secara berurutan sebesar 0,472%, 0,100%, dan 0,0898%, sedangkan kadar abu (ash content) mengalami penurunan dengan nilai sebesar 3.48%, 3,37%, dan 3.09%. Nilai kalori yang diperoleh secara berurutan sebesar 4.736,11 Kcal/kg, 4.828,16 Kcal/kg dan 5.223,50 Kcal/kg. Disimpulkan bahwa dengan metode aglomerasi air kapur-minyak sawit mentah, brown coal yang terdapat di PT. Asia Multi Investama Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dapat ditingkatkan nilai kalorinya dan kadar abu yang semakin berkurang. Hubungan antara nilai kalori dan kadar abu diperoleh dengan menggunakan regresi linear sederhana dengan nilai koefisien determinasi 0,99, hubungan antara kandungan sulfur dan nilai kalori diperoleh dengan menggunakan regresi linear sederhana dengan nilai koefisien determinasi 0,44.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Air Laut Terhadap Pengurangan Kadar Sulfur Pada Batubara Sub-Bituminus di PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan Sumatera Barat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Batubara di PT. Atoz Nusantara Mining secara umum tergolong batubara sub-bituminus dengan kadar sulfur yang tinggi. Perlu dilakukan penurunan kadar sulfur pada batubara. Salah satu usaha untuk menurunkan kadar sulfur tersebut adalah dengan pencucian batubara menggunakan metode flotasi. Usaha pengurangan kadar sulfur pada batubara selain menghilangkan pencemar juga merupakan usaha untuk menaikan nilai kalori sehingga dapat meningkatkan harga jual batubara. Pencucian batubara menggunakan metoda flotasi dengan campuran air laut dan minyak tanah pada ukuran batubara 40 mesh, 60 mesh, 100 mesh, 200 mesh dan 325 mesh. Menggunakan sel flotasi dengan volume air laut 1 L, minyak tanah 40 ml dan batubara 100 gr dengan waktu flotasi selama 7 menit. Setelah batubara dicuci, lalu dikeringkan selama 7 hari. Selanjutnya di uji laboratorium untuk mengetahui nilai kalori dan kadar sulfur hasil pencucian. Hasilnya sampel mengalami pengurangan kadar sulfur signifikan. Rata- rata pengurangan kadar sulfurnya sebesar 25,04%. Pengurangan kadar sulfur tertinggi terjadi pada sampel ukuran 325 mesh sebesar 28,9%. Sampel juga mengalami kenailkan nilai kalori, dengan rata-rata kenaikan nilai kalori 4,04%.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Variasi Perekat pada Pembuatan Briket Tempurung Kelapa (Studi Kasus : Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Briket arang tempurung kelapa merupakan salah satu alternatif jenis bahan bakar yang ramah lingkungan, ekonomis, serta dapat diperbarui dalam waktu yang relatif cepat. Adapun tujuan dari studi ini yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu yang dihasilkan. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, nilai kalori dengan variasi perekat yakni dengan menentukan komposisi arang pembuatan briket yang efesien, menghitung nilai kadar air, kadar abu,nilai kalor. Berdasarkan hasil dari nilai kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Dari pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang paling di pengaruhi jenis dan parsentasi perekat dapat di lihat pada perekat kanji nilai kalori yg di hasilkan paling tinggi pada parsentasi perekat 15% dengan jenis perekat tepung kanji. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang paling tinggi didapatkan dari pencampuran 10% kanji dan 90% arang. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu, nilai kalori dan kadar abu terbaik pada jenis perekat kanji dengan parsentasi perekat 15%, tapi kadar air lebih rendah dari tanah liat 10% , namun kadar abu yang didapatkan untuk tanah liat paling tinggi, kanji dengan perekat parsentasi 15% adalah perekat yang baik dan mengahsilkan karoli yg tinggi .

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Sebagai Bahan Bakar Alternatif

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Sebagai Bahan Bakar Alternatif Nama : M. Irsyad NPM : 1210024428003 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Hendri Sawir, ST, MSi ABSTRAK Pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan sangat perlu dilakukan karena limbah ini sangat berharga dan bernilai ekonomi tinggi bila dimanfaatkan. karena apabila di olah limbah tersebut bisa menjadi salah satu energI terbarukan. Energi terbarukan itu adalah pemanfaatan energi biomassa. Biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan salah satunya limbah perkebunan yaitu limbah cangkang kelapa sawit. Limbah kelapa sawit ini menimbulkan adanya masalah lingkungan seperti: estetika lingkungan, penyempitan lahan dan bisa menjadi sumber penyakit. Pengolahan limbah cangkang kelapa sawit dapat dilakukan dengan menjadikan limbah cangkang menjadi briket. Briket dapat menggantikan minyak tanah, pembuatan briket menggunakan bahan perekat yang mengandung pati, selain tepung tapioka bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi perekat salah satunya adalah tepung kanji. Pembuatan briket arang ini di lakukan dengan beberapa variasi Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah gravimetri untuk pengujian kadar air dan abu, metoda Bomb Calorimeter untuk pengujian nilai kalori. Dari penelitian ini dengan 3 macam variasi komposisi campuran yaitu 95%:5%, 90%:10%, 85%:15% dengan urutan arang cangkang : tepung kanji. Maka didapatkan semua komposisi briket ini masih dibawah atau lebih bagus dari standar kualitas briket sesuai SNI 01-6325-2000. Masing-masing campuran briket memiliki pengaruh terhadap kualitas briket untuk kadar air, kadar abu dan nilai kalori pada briket kulit kakao tersebut. Briket yang paling bagus dilihat dari parameter diatas adalah dengan campuran 90% arang cangkang dan 10% perekat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail