ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Briket arang tempurung kelapa merupakan salah satu alternatif jenis bahan bakar yang ramah lingkungan, ekonomis, serta dapat diperbarui dalam waktu yang relatif cepat. Adapun tujuan dari studi ini yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu yang dihasilkan. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, nilai kalori dengan variasi perekat yakni dengan menentukan komposisi arang pembuatan briket yang efesien, menghitung nilai kadar air, kadar abu,nilai kalor. Berdasarkan hasil dari nilai kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Dari pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang paling di pengaruhi jenis dan parsentasi perekat dapat di lihat pada perekat kanji nilai kalori yg di hasilkan paling tinggi pada parsentasi perekat 15% dengan jenis perekat tepung kanji. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang paling tinggi didapatkan dari pencampuran 10% kanji dan 90% arang. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu, nilai kalori dan kadar abu terbaik pada jenis perekat kanji dengan parsentasi perekat 15%, tapi kadar air lebih rendah dari tanah liat 10% , namun kadar abu yang didapatkan untuk tanah liat paling tinggi, kanji dengan perekat parsentasi 15% adalah perekat yang baik dan mengahsilkan karoli yg tinggi .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Nama : M. Irsyad
NPM : 1210024428003
Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT
Pembimbing II : Hendri Sawir, ST, MSi
ABSTRAK
Pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan sangat perlu dilakukan karena limbah ini sangat berharga dan bernilai ekonomi tinggi bila dimanfaatkan. karena apabila di olah limbah tersebut bisa menjadi salah satu energI terbarukan. Energi terbarukan itu adalah pemanfaatan energi biomassa. Biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan salah satunya limbah perkebunan yaitu limbah cangkang kelapa sawit. Limbah kelapa sawit ini menimbulkan adanya masalah lingkungan seperti: estetika lingkungan, penyempitan lahan dan bisa menjadi sumber penyakit. Pengolahan limbah cangkang kelapa sawit dapat dilakukan dengan menjadikan limbah cangkang menjadi briket. Briket dapat menggantikan minyak tanah, pembuatan briket menggunakan bahan perekat yang mengandung pati, selain tepung tapioka bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi perekat salah satunya adalah tepung kanji. Pembuatan briket arang ini di lakukan dengan beberapa variasi Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah gravimetri untuk pengujian kadar air dan abu, metoda Bomb Calorimeter untuk pengujian nilai kalori. Dari penelitian ini dengan 3 macam variasi komposisi campuran yaitu 95%:5%, 90%:10%, 85%:15% dengan urutan arang cangkang : tepung kanji. Maka didapatkan semua komposisi briket ini masih dibawah atau lebih bagus dari standar kualitas briket sesuai SNI 01-6325-2000. Masing-masing campuran briket memiliki pengaruh terhadap kualitas briket untuk kadar air, kadar abu dan nilai kalori pada briket kulit kakao tersebut. Briket yang paling bagus dilihat dari parameter diatas adalah dengan campuran 90% arang cangkang dan 10% perekat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MODEL MATEMATIS KADAR AIR KESEIMBANGAN JAGUNG UNTUK MENGOPTIMALKAN PROSES PENYIMPANAN Nama : Irwita Risky Pratiwi NPM : 1510024425050 Pembimbing I : Tri Ernita, ST, MP Pembimbing II : Riko Ervil, MT RINGKASAN Jagung merupakan jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai pengganti bahan makanan pokok dan banyak tumbuh di Sumatera Barat. Sampai saat ini mutu jagung di tingkat petani pada umumnya kurang memenuhi persyaratan kriteria mutu jagung yang baik, karena tingginya kadar air dan banyaknya butir yang rusak. Salah satu usaha untuk mencari proses penyimpanan dan perawatan jagung pipil yang tepat ialah dengan menentukan kadar air keseimbagannya.Jagung yang akan ditentukan model matematisnya ialah jagung jenis NK 99. Perhitungan model matematis jagung jenis NK 99 dilakukan pada suhu 35 oC, 40 oC dan 45 oC dengan variasi kelembaban relative dari 32%, 74,9% dan 92,3 %.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model matematis kadar air keseimbangan untuk jagung jenis NK 99 berdasarkan persamaan Handerson pada Suhu 35 oC, 40 oC dan 45 oC ialah Ln ( 1-RH ) = -2.19 x1010. Me 0.046, Ln ( 1-RH ) = -3.16 x1010. Me 0.041, Ln ( 1-RH ) = -8.10 x1010. Me 0.036. Model matematis kadar air keseimbangan berdasarkan persamaan Chung P-fost pada Suhu 35oC, 40 oC dan 45 oC berturut-turut ialah -Ln ( RH ) = 3.09 x104/RTab) exp (0.046.Me), -Ln ( RH ) = 3.63 x104/RTab) exp (0.041.Me), -Ln ( RH ) = 5.58 x104/RTab) exp (0.036.Me). Diharapkan dengan model matematis ini dapat menentukan kadar air keseimbangan untuk mengoptimalkan penyimpanan jagung jenis pioner NK 99.