Profil penulis
SE
169 karya publik ditemukan.
Mekanika Untuk Insinyur Statika
Pelajaran Elektronika
Design Analysis In Rock Mechanics
Photoshop CC 2017 untuk Pemula
Statistika Dasar
Paduan Lengkap Membuat PUPUK ORGANIK Untuk Tanaman pertanian dan perkebunan
HTML, PHP dan MySQL untuk pemula
EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN
Analisis Manajemen Stockpile Batubara Untuk Mencegah Terjadinya Swabakar di Stockpile PLTU Desa Teluk Sirih Provinsi Sumatera Barat
PLTU Teluk Sirih merupakan suatu perusahaan pembangkit listrik dengan sumber bahan bakar utama batubara. Permasalahan yang muncul pada Stockpile PLTU Teluk Sirih ini, sering terjadinya swabakar yang disebabkan karena kurang efektifnya penerapan sistem manajemen stockpile. Hal ini bisa dilihat pada kurangnya penerapan sistem manajemen FIFO (Frist In Frist Out), kurangnya penanganan terhadap lama timbunan yang lebih dari 3 bulan, ketinggian timbunan mencapai 10,87 meter yang seharusnya tidak lebih dari 6 meter untuk umur batubara lebih dari 1 bulan dan sudut kemiringan timbunan 56,48° yang melebihi angle of repose 38°, serta kurangnya pengontrolan suhu pada stockpile batubara PLTU Teluk Sirih. Maka perlu ditentukan nilai pengaruh dimensi timbunan terhadap suhu dan menentukan nilai pengaruh lama timbunan terhadap suhu. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan adalah menerapkan sistem manajemen FIFO dengan baik tanpa menyisakan batubara yang dapat diolah pada stockpile untuk mengurangi lama timbunan serta mengurangi batubara yang lama tertimbun kembali. Mengurangi ketinggian dan sudut kemiringan dengan cara melakukan pemadatan pada bagian atas dan samping setiap ketebalan 2 meter sekaligus mengurangi pori-pori timbunan dan melakukan pengontrolan suhu secara berkala minimal 1 kali sehari agar dapat diketahui titik timbunan yang sudah mendekati suhu kritis swabakar 50°C.
Produktivitas Shaking Table dengan Variasi Kemiringan Deck Meja untuk Pemisahan Pasir Besi
Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh proses pelapukan dan erosi. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. belum adanya penggunaan alat modern seperti mesin shaking table pada desa sunur kota Pariaman yang berfungsi sebagai alat pemisahan pasir besi dan minimnya pengolahan untuk pasir besi dilapangan khususnya didaerah pariaman menjadi masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah; menganalisa perbandingan konsentrat dengan tailing pada pencucian pasir besi dengan alat meja goyang (shaking table), menganalisa hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi, dan menganalisa hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi. Penelitian dilakukan tahapan dengan pengambilan sampel di pantai sunur kota pariaman, selanjutnya pemisahan konsentrat dan tailing dengan alat shaking table dengan kemiringan 1°, 2° dan 3° dengan berat sampel 500 gr, 750 gr dan 1000 gr. Kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil perbandingan konsentrat dan tailing di kemiringan 3° lebih baik dibandingkan kemiringan 1° dan 2°, hubungan kemiringan deck meja terhadap perolehan konsentrat pasir besi Semakin bagus kemiringan yang dipakai deck meja alat shaking table maka akan lebih maksimal dalam memisahkan antara konsentrat dengan tailing. Kemiringan 3° sangat efektif diterapkan pada alat shaking table karena dapat memisahkan konsentrat lebih banyak jika dibandingkan dengan kemiringan 1° dan 2°, dan hubungan lama pencucian terhadap perolehan konsentrat pasir besi pada shaking table pada kemiringan 3° lebih efesien dibandingkan kemiringan 1° dan °.
Analisis Ground Vibration Terhadap Jarak dan Jumlah Isian pada Kegiatan Peledakan Menggunakan Alat Sensor Getaran YMS11 pada Front Peledakan di PT. Semen Padang Bukit Karang Putih, Indarung, Sumatera Barat
PT. Semen padang adalah salah satu prusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, dengan memakai sistem tambang terbuka. Kegiatan penambangan menggunakan sistem peledakan dalam proses penambangannya. Pada kegiatan peledakan ditemukan beberapa masalah. Getaran yang tinggi menyebabkan material-material lereng yang runtuh, jumlah isian yang tidak dikontrol akan menghasilkan getaran yang besar. selain itu belum adanya pengecekan getaran tersebut untuk setiap kali peledakan, oleh karna itu perlunya pengontrolan getaran pada kegiatan peledakan PT. Semen padang. Dalam penelitian ini dilakukan rancangan alat yang berbasis arduino uno untuk mendeteksi getaran pada kegiatan peledakan. Untuk mengukur getaran dilakukan 3 lokasi pengamatan yang memiliki jarak berbeda 100 m, 200 m, dan 300 m dari sumber getaran selain itu juga memvariasikan jumlah isian bahan peledak yang berbeda. Setelah dilakukan pengontrolan menggunakan alat arduino uno didapatkan pengaruh jarak tehadap getaran. Pada jarak 100 m didapatkan nilai PPV sebesar 3.02 mm/s, SD= 1.66 m/kg, konstanta 0.1421 dan jarak 200 m didapatkan nilai PPV sebesar 0.03 dan SD=5 m/kg pada jarak 300 didapatkan nilai PPV sebesar 1.13 mm/s dan SD=5.47 m/kg. adapun pengaruh isian peledakan terhadap getaran (PPV) yaitu dengan isian 3600 kg didapatkan nilai PPV sebesar 3.01 mm/s sedangkan pada isian 1600 kg didapatkan PPV sebesar 1.13 mm/s dan isian 3000 kg di dapat PPV sebesar 0.33 mm/s menggunakan hasil perhitungan peak particel velocity dan grafik logaritma dari perbandingan jarak terhadap PPV di dapat persamaan empiris adalah y = -2.598In(x) + 14.728 dan R2 0.8602 nilai ini memiliki hubungan kuat karna nilai tersebut mendekati 1 (satu). Sedangkan perbandingan isian terhadap PPV persamaan empiris y = 2.8488In(x) – 21.261 dan R2 0.5456. nilai ini memiliki hubungan yang sedang karna nilai tersebut menjauhi dan mendekati 1 (satu).
Analisis Timbulan, Komposisi dan Potensi Daur Ulang Sampah di Kampus Politeknik ATI Padang
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis timbulan, komposisi, dan potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg/o/h untuk satuan berat atau 0,0922 l/o/h untuk satuan volume. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas administrasi 0,1456 l/o/h, ruang perkuliahan 0,0106 l/o/h, fasilitas ukm 0,0865 l/o/h, fasilitas perpustakaan 0,0898 l/o/h, ruang dosen 0,1971 l/o/h, kantin 0,1442 l/o/h, laboratorium 0,1204 l/o/h, fasilitas ibadah 0,0353 l/o/h, dan halaman/taman 0,0847 l/m2/h. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40 %, yang terdiri dari sampah kertas 26,49 %, plastik 28,24 %, tekstil 0,08 %, karet 0,40 %, kaca 0,38 %, logam 0,05 %, kaleng 0,95 %, dan lain-lain 6,81 % dan sampah basah 36,60 % yang terdiri dari atas sampah makanan 13,32 %, sampah halaman 23,07 % dan kayu 0,21%. Komponen sampah yang berpotensi di daur ulang adalah sampah kertas 60,41 %, plastik 94,85 %, kaca 57,50 %, sampah kaleng 100 %,sampah halaman 100 % , dan sampah makanan 82,80 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang sebanyak 74, 39 % yang terdiri dari potensi daur ulang sampah kering 52,05 % dan potensi daur ulang sampah basah 22,34 %.
Analisis Ground Vibration Terhadap Jarak dan Jumlah Isian pada Kegiatan Peledakan Menggunakan Alat Sensor Getaran YMS11 pada Front Peledakan di PT. Semen Padang Bukit Karang Putih, Indarung, Sumatera Barat
PT. Semen padang adalah salah satu prusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, dengan memakai sistem tambang terbuka. Kegiatan penambangan menggunakan sistem peledakan dalam proses penambangannya. Pada kegiatan peledakan ditemukan beberapa masalah. Getaran yang tinggi menyebabkan material-material lereng yang runtuh, jumlah isian yang tidak dikontrol akan menghasilkan getaran yang besar. selain itu belum adanya pengecekan getaran tersebut untuk setiap kali peledakan, oleh karna itu perlunya pengontrolan getaran pada kegiatan peledakan PT. Semen padang. Dalam penelitian ini dilakukan rancangan alat yang berbasis arduino uno untuk mendeteksi getaran pada kegiatan peledakan. Untuk mengukur getaran dilakukan 3 lokasi pengamatan yang memiliki jarak berbeda 100 m, 200 m, dan 300 m dari sumber getaran selain itu juga memvariasikan jumlah isian bahan peledak yang berbeda. Setelah dilakukan pengontrolan menggunakan alat arduino uno didapatkan pengaruh jarak tehadap getaran. Pada jarak 100 m didapatkan nilai PPV sebesar 3.02 mm/s, SD= 1.66 m/kg, konstanta 0.1421 dan jarak 200 m didapatkan nilai PPV sebesar 0.03 dan SD=5 m/kg pada jarak 300 didapatkan nilai PPV sebesar 1.13 mm/s dan SD=5.47 m/kg. adapun pengaruh isian peledakan terhadap getaran (PPV) yaitu dengan isian 3600 kg didapatkan nilai PPV sebesar 3.01 mm/s sedangkan pada isian 1600 kg didapatkan PPV sebesar 1.13 mm/s dan isian 3000 kg di dapat PPV sebesar 0.33 mm/s menggunakan hasil perhitungan peak particel velocity dan grafik logaritma dari perbandingan jarak terhadap PPV di dapat persamaan empiris adalah y = -2.598In(x) + 14.728 dan R2 0.8602 nilai ini memiliki hubungan kuat karna nilai tersebut mendekati 1 (satu). Sedangkan perbandingan isian terhadap PPV persamaan empiris y = 2.8488In(x) – 21.261 dan R2 0.5456. nilai ini memiliki hubungan yang sedang karna nilai tersebut menjauhi dan mendekati 1 (satu).
Analisis Timbulan, Komposisi dan Potensi Daur Ulang Sampah di Kampus Politeknik ATI Padang
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis timbulan, komposisi, dan potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg/o/h untuk satuan berat atau 0,0922 l/o/h untuk satuan volume. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas administrasi 0,1456 l/o/h, ruang perkuliahan 0,0106 l/o/h, fasilitas ukm 0,0865 l/o/h, fasilitas perpustakaan 0,0898 l/o/h, ruang dosen 0,1971 l/o/h, kantin 0,1442 l/o/h, laboratorium 0,1204 l/o/h, fasilitas ibadah 0,0353 l/o/h, dan halaman/taman 0,0847 l/m2/h. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40 %, yang terdiri dari sampah kertas 26,49 %, plastik 28,24 %, tekstil 0,08 %, karet 0,40 %, kaca 0,38 %, logam 0,05 %, kaleng 0,95 %, dan lain-lain 6,81 % dan sampah basah 36,60 % yang terdiri dari atas sampah makanan 13,32 %, sampah halaman 23,07 % dan kayu 0,21%. Komponen sampah yang berpotensi di daur ulang adalah sampah kertas 60,41 %, plastik 94,85 %, kaca 57,50 %, sampah kaleng 100 %,sampah halaman 100 % , dan sampah makanan 82,80 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah di kampus Politeknik ATI Padang sebanyak 74, 39 % yang terdiri dari potensi daur ulang sampah kering 52,05 % dan potensi daur ulang sampah basah 22,34 %.
Perencanaan Sistem Penyaliran Pada Kemajuan Tambang Sebelah Barat PT. Daya Bambu Sejahtera, Desa Mangupeh, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi
Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit . Pada tambang terbuka kegiatannya berhubungan langsung dengan udara luar, akibatnya kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh iklim. Salah satu iklim yang sangat besar pengaruhnya adalah hujan. Hujan merupakan sumber utama air pada tambang terbuka. Keberadaan air pada dasar front sangat mengganggu kegiatan penambangan, sehingga air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan. Sistem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera pada front bagian barat menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompakan menuju saluran, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 443,78 mm/hari. Catchment area dibagi menjadi tiga, yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 3,918 m³/detik, CA-2 dengan debit limpasan sebesar 1,399 m³/detik dan CA-3 dengan debit limpasan sebesar 2,322 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak 3 buah pompa pada putaran mesin 2200 rpm dan 10 buah pompa pada putaran mesin 900 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak 1 buah jika putaran mesin 2200 rpm dan 4 buah pompa jika putaran mesin 900 rpm. Untuk mengeluarkan air pada CA-3 menggunakan saluran tambang dengan dimensi lebar dasar saluran 0,908 m, tinggi saluran 0,987 m, lebar muka air 1,824 m dan dengan kemiringan 6o. Total lumpur adalah 258.001,84 m3/tahun, pengerukan dilakukan 12 kali dalan satu tahun.Volume lumpur dalam 1 kali pengerukan adalah 21.500,15 m3, volume lumpur sebesar 21.500,15 m3 tersebut terbagi dalam 6 buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 5.375,02 m3. Dengan demikian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 30 m, lebar 25 m dan kedalaman 8 m.
Perancangan Separator Hasil Akhir Penyulingan Minyak Nilam Pak Akmal di Desa Rimbo Binuang Kab. Pasaman Barat
Pengolahan minyak nilam merupakan usaha yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar ekspor.Dalam pengolahan minyak nilam hal yang paling utama adalah pada proses penyulingan minyak nilam akhir, disini proses penyulingan menggunakan separator yang tidak transparan,biasanya separator ini digunakan untuk pemisah minyak dan air. Separator yang ada pada saat ini terlalu menyulitkan pengrajin untuk melakukan pemisahan minyak, karena masih membutuhkan pengawasan dari seorang pengrajin untuk melihat setiap saat pada separator supaya minyak yang sudah terpisah bisa diambil. Untuk itu perlu dilakukannya perancangan separator hasilakhir penyulingan minyak nilam yang transparan dan terukur dan mengoptimalkan proses penyulingan minyak nilam pada separator. Dari hasil penelitian didapatkan separator yang transparan dan terukur dengan proses penyulingan minyak nilam yang optimal.
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)
Analisis Sistem Antrian pada Loket Pendaftaran Pasien di Puskesmas Padang Pasir Kecamatan Padang Barat
Analisis Sistem Antrian pada Loket Pendaftaran Pasien di Puskesmas Padang Pasir Kecamatan Padang Barat
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)