2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengolahan minyak nilam merupakan usaha yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar ekspor.Dalam pengolahan minyak nilam hal yang paling utama adalah pada proses penyulingan minyak nilam akhir, disini proses penyulingan menggunakan separator yang tidak transparan,biasanya separator ini digunakan untuk pemisah minyak dan air. Separator yang ada pada saat ini terlalu menyulitkan pengrajin untuk melakukan pemisahan minyak, karena masih membutuhkan pengawasan dari seorang pengrajin untuk melihat setiap saat pada separator supaya minyak yang sudah terpisah bisa diambil. Untuk itu perlu dilakukannya perancangan separator hasilakhir penyulingan minyak nilam yang transparan dan terukur dan mengoptimalkan proses penyulingan minyak nilam pada separator. Dari hasil penelitian didapatkan separator yang transparan dan terukur dengan proses penyulingan minyak nilam yang optimal.
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Sistem Antrian pada Loket Pendaftaran Pasien di Puskesmas Padang Pasir Kecamatan Padang Barat
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA FRONT PENAMBANGAN BATUBARA BAWAH TANAH PT. DASRAT SARANA ARANG SEJATI, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Nama : Akasendo Sujatmika
NPM : 1310024427130
Pembimbing I : Ir. H. Suhendrik Hanwar, MT
Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, M.Eng
ABSTRAK
Wilayah IUP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat 1000 47’ 32” BT – 1000 47’ 32” BT dan 000 36’ 59” LS – 000 37’ 07,0” LS. Secara administratif daerah tersebut terletak di Daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.Dalam kegiatan penambangan batubara bawah tanahnya, CV. Tahiti memiliki masalah dengan air yang selalu mengganggu proses produksi batubara. Air tesebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan.
Dalam menangani masalah air di dalam lubang D23, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati menggunakan pompa celup dengan diameter pipa sebesar 2,5 inchi dan 2 inch, dengan total jumlah pompa yang dipakai di dalam terowongan adalah 7 buah pompa yang di letakkan dan dioperasikan secara estafet.
Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lapangan, berdasarkan dari head pompa yang tersedia, penulis menyimpulkan bahwa pompa yang sebelumnya dipakai 7 buah pompa, bisa dipakai 4 buah pompa saja. Selain menghemat pemakaian pompa, juga menghemat pemakaian daya dilistrik yang dibutuhkan oleh pompa untuk mengoperasikannya.
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp) Nama : Yulia Septriani NPM : 1310024428026 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, M.Si Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang disebut limbah. Sumber sampah berasal dari perumahan, pasar, beberapa kegiatan pertanian dan juga dari laut. Pemanfaatan sampah antara lain sebagai pupuk organik, misalnya kompos maupun bahan pembuat biogas dengan fermentasi anaerob oleh mikroorganisme. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbahan baku dari bahan organik. Sampah organik merupakan sampah dari bahan-bahan yang dapat terurai. Alga merupakan tanaman laut yang keberadaannya masih banyak kita jumpai ditepi pantai. Teknologi biogas diproduksi melalui proses fermentasi bahan organik secara anaerobik oleh bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methan (CH4). Proses ini tidak hanya menghasilkan gas tapi juga menghasilkan pupuk. Bahan baku dalam penelitian ini adalah sampah organik dan alga (Sargassum sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah campuran dari sampah organik dan alga (Sargassum sp) dapat memproduksi biogas dan melihat komposisi yang tepat dalam perolehan biogas. Percobaan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C, dengan rasio sampah organik dan air 100 ; 50, 100 ; 100, 100 ; 150, 100 ; 200, 100 ; 250. Tahap kedua yaitu dengan variabel penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C dengan rasio sampah organik dan alga 100 ; 0, 90 ; 10, 80 ; 20, 70 ; 30, 60 ; 40, 50 ; 50. Dengan pengamatan dilakukan setiap hari dilihat dari penambahan volume dalam pipet takar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biogas yang dihasilkan paling banyak adalah 50 ; 50 (sampah organik dan alga) pada hari kelima sebanyak 3,8 ml.
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp) Nama : Yulia Septriani NPM : 1310024428026 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, M.Si Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang disebut limbah. Sumber sampah berasal dari perumahan, pasar, beberapa kegiatan pertanian dan juga dari laut. Pemanfaatan sampah antara lain sebagai pupuk organik, misalnya kompos maupun bahan pembuat biogas dengan fermentasi anaerob oleh mikroorganisme. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbahan baku dari bahan organik. Sampah organik merupakan sampah dari bahan-bahan yang dapat terurai. Alga merupakan tanaman laut yang keberadaannya masih banyak kita jumpai ditepi pantai. Teknologi biogas diproduksi melalui proses fermentasi bahan organik secara anaerobik oleh bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methan (CH4). Proses ini tidak hanya menghasilkan gas tapi juga menghasilkan pupuk. Bahan baku dalam penelitian ini adalah sampah organik dan alga (Sargassum sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah campuran dari sampah organik dan alga (Sargassum sp) dapat memproduksi biogas dan melihat komposisi yang tepat dalam perolehan biogas. Percobaan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C, dengan rasio sampah organik dan air 100 ; 50, 100 ; 100, 100 ; 150, 100 ; 200, 100 ; 250. Tahap kedua yaitu dengan variabel penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C dengan rasio sampah organik dan alga 100 ; 0, 90 ; 10, 80 ; 20, 70 ; 30, 60 ; 40, 50 ; 50. Dengan pengamatan dilakukan setiap hari dilihat dari penambahan volume dalam pipet takar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biogas yang dihasilkan paling banyak adalah 50 ; 50 (sampah organik dan alga) pada hari kelima sebanyak 3,8 ml.
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA FRONT PENAMBANGAN BATUBARA BAWAH TANAH PT. DASRAT SARANA ARANG SEJATI, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Nama : Akasendo Sujatmika
NPM : 1310024427130
Pembimbing I : Ir. H. Suhendrik Hanwar, MT
Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, M.Eng
ABSTRAK
Wilayah IUP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat 1000 47’ 32” BT – 1000 47’ 32” BT dan 000 36’ 59” LS – 000 37’ 07,0” LS. Secara administratif daerah tersebut terletak di Daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.Dalam kegiatan penambangan batubara bawah tanahnya, CV. Tahiti memiliki masalah dengan air yang selalu mengganggu proses produksi batubara. Air tesebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan.
Dalam menangani masalah air di dalam lubang D23, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati menggunakan pompa celup dengan diameter pipa sebesar 2,5 inchi dan 2 inch, dengan total jumlah pompa yang dipakai di dalam terowongan adalah 7 buah pompa yang di letakkan dan dioperasikan secara estafet.
Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lapangan, berdasarkan dari head pompa yang tersedia, penulis menyimpulkan bahwa pompa yang sebelumnya dipakai 7 buah pompa, bisa dipakai 4 buah pompa saja. Selain menghemat pemakaian pompa, juga menghemat pemakaian daya dilistrik yang dibutuhkan oleh pompa untuk mengoperasikannya.
2016 · Book · Koleksi Perpustakaan
2016 · Book · Koleksi Perpustakaan
2016 · Book · Koleksi Perpustakaan