Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.036 item publik

Publikasi

Halaman 26 dari 152

Analisa Pengembangan Strategi Pemasaran Grosir CCTV dalam Pemanfaatan Mesdia Sosial di Padang Grosir CCTV (PGC)

JEFRI PRATAMA
2025 · Book · Open Access

Padang Grosir CCTV ini merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang penjualan CCTV yang terletak di kota Padang Sumatera Barat. Banyaknya pesaing yang mulai bergerak dan mengincar pasar yang sama dalam bidang penjualan CCTV seperti toko computer yang berada di kota padang, Padang Grosir CCTV baiknya mempersiapkan rencana atau strategi yang tepat dan efektif untuk dapat menjadikan pedoman dalam pemasaran produk dengan memanfaatkan kekuatan serta peluang sehingga dapat meminimalkan kelemahan serta terhindar dari ancaman dengan menggunakan analisa SWOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi serta cara yang tepat untuk pengembangan Padang Grosir CCTV. Posisi usaha berada pada kuadran I. Posisi usaha di kuadran I dikarenakan nilai faktor internal sebesar 3,31, dan nilai faktor eksternal sebesar 3,27. Hal ini menunjukan bahwa faktor kekuatan lebih besar dibangdingkan dengan faktor kelemahan dan faktor peluang lebih besar dengan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan. Strategi yang seharusnya diterapkan oleh perusahaan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Analisis Biaya Operasional pada Kegiatan Peledakan Batuan Andesit di PT. Ansar Terang Crushindo, Kec. Manggilang, Pangkalan, Sumatera

RICHARD MARULI SIMANUNGKALIT
2025 · Book · Open Access

Peledakan adalah suatu aktivitas pemisahan batuan dari batuan induknya agar menjadi material berukuran tertentu sehingga memudahkan untuk kegiatan produksi selanjutnya dan optimalisasi produksi dari suatu kegiatan peledakan tidak saja ditinjau dari aspek teknis saja, akan tetapi harus pula mempertimbangkan aspek ekonomi/biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar biaya peledakan yang dikeluarkan oleh PT. Ansar Terang Crushindo dan membandingan biaya aktual dengan biaya yang menggunakan metode R.L.Ash. Jenis data yang harus didapatkan terdiri dari data harga peralatan dan perlengkapan pemboran dan peledakan serta data harga bahan peledak. Untuk pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi langsung ke lapangan terutama mengenai biaya dari kegiatan peledakan. Hasil dari penelitian didapatkan biaya aktual peledakan sebesar Rp 546.870.030/bulan dengan jumlah lubang ledak sebanyak 760 lubang dan jumlah batuan yang terbongkar yaitu 39.106 ton/bulan sedangkan biaya yang didapatkan dengan menggunakan metode R.L.Ash sebesar Rp 545.937.294/bulan dengan jumlah lubang sebanyak 760 lubang dan jumlah batuan yang terbongkar yaitu 38.394 ton/bulan

Analisis Efisiensi Kerja untuk Meningkatan Produktivitas Alat Gali Muat Backhoe Cat 330 D dan Alat Angkut Hino 500 FM 260 JD pada Kegiatan Penambangan Batubara pada PT. Allied Indo Coal Jaya

AULIA FAJRI
2025 · Book · Open Access

Alat gali muat yang digunakan untuk kegiatan penambangan batubara pada PT. Allied Indo Coal Jaya adalah Excavator Backhoe CAT 330 D sebanyak 3 unit. Pada PT. Allied Indo Coal Jaya produktivitas excavator backhoe CAT 330 D tidak mencapai target sebesar 150 ton/jam sementara produktivitas aktual hanya 148 ton/jam. Dan alat angkut yang digunakan pada PT. Allied Indo Coal Jaya adalah dump truck hino 500 FM 260 JD (DT-46) sebanyak 10 unit. Data yang didapat di lapangan berupa waktu hambatan akan diolah menggunakan Microsoft excel dengan cara menjumlahkan seluruh waktu hambatan yang diperoleh di lapangan selama alat tersebut beroperasi. Kemudian data tersebut dikelompokan berdasarkan penyebab sesuai dengan diagram fishbone. Untuk menganalisis nilai efisiensi kerja alat menggunakan persamaan 2.3 dan persamaan 2.4 serta nilai ketersediaan alat menggunakan persamaan 2.5 sampai persamaan 2.8. Data yang didapat dilapangan yaitu cycle time alat gali muat dan alat angkut yang diolah menggunakan persamaan 2.1 dan persamaan 2.2. Kemudian menghitung nilai produktivitas alat gali muat dan alat angkut menggunakan persamaan 2.11 dan persamaan 2.12. Jumlah produksi alat muat excavator backhoe cat 330D dari aktual sebesar 78.008,5 ton/bulan, sedangkan produksi alat angkut dump truck hino 500 FM 260 JD dari aktual sebesar 4.492,3 ton/bulan. Dari target produksi perusahaan sebesar 50.000 Ton/Bulan. Jumlah unit excavator backhoe cat 330D yang dibutuhkan untuk penambangan batubara di PT. Allied Indo Coal Jaya berdasarkan match factor aktual yaitu 3 unit. Jumlah unit dump truck hino 500 FM 260 JD yang dibutuhkan untuk penambangan batubara di PT. Allied Indo Coal Jaya berdasarkan match factor aktual yaitu 12 unit.

Dampak Aktivitas Penambangan Batubara terhadap Kualitas Air Sungai Batang Asam di Desa Tanjung Belit Kabupaten Bungo Provinsi Jambi

RENI ASMITA
2025 · Book · Open Access

Sungai Batang Asam terletak di Desa Tanjung Belit, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dan merupakan sumber air utama bagi masyarakat setempat. Aktivitas penambangan batubara di sekitar Sungai Batang Asam menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas air Sungai Batang Asam dengan baku mutu air berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 serta menganalisis dampak aktivitas penambangan batubara terhadap kualitas air menggunakan metode indeks pencemaran. Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik: sebelum area penambangan, di area penambangan, dan di area pemukiman masyarakat. Parameter yang diukur meliputi pH, TDS, DO, dan kandungan logam berat seperti Fe, dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di area sekitar penambangan mengalami penurunan yang signifikan dengan nilai Indeks Pencemaran berada pada kategori cemar sedang, berkisar antara 5,87 hingga 6,04. Parameter konduktivitas listrik di area penambangan juga melebihi batas baku mutu yang ditetapkan. Kesimpulannya, aktivitas penambangan batubara berdampak negatif terhadap kualitas air Sungai Batang Asam, yang dapat membahayakan masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.

Analisis Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di TPA Sawahlunto

RETNO SARMA SAPUTRA
2025 · Book · Open Access

Keselamatan dan kesehatan kerja wajib dilaksanakan di seluruh lingkungan kerja guna melindungi kesejahteraan pekerja dalam lingkungan kerja tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja, mengetahui upaya pengendalian risiko yang telah dilakukan, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada aktivitas kerja pengelolaan sampah di operasional TPA Sawahlunto.Pekerja Operasional TPA Sawahlunto kebanyakan masih belum mematuhi peraturan K3 yang ada.Operasional TPA Sawahlunto memiliki empat area pekerjaan yaitu area pembongkaran, kolam pengumpulan lindi, bengkel/garasi, dan kantor administrasi. Metode dipakai di penelitian ini adalah studi literatur, observasi, dan HIRADC (Hazards Identification, Risk Assessment, and Determining Control).Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 17 potensi bahaya dari empat cakupan kerja dengan persentase tingkat risiko sebesar 23% berisiko rendah (low), 41% berisiko sedang (medium), 23% berisiko tinggi (high), dan 12% berisiko ekstrim (extreme). Area pekerjaan yang memiliki potensi bahaya terbanyak adalah area pembongkaran atau unloading, yaitu sebanyak 12 potensi bahaya. Rekomendasi pengendalian risiko yang diberikan pada penelitian ini adalah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif ,dan Alat Pelindung Diri (APD)

Analisis Potensi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumbergerdi Kabupaten Pasaman

SULANDARI
2025 · Book · Open Access

Kabupaten Pasaman memiliki formasi gunung api tua sehingga minimnya sumber mata air permukaan, untuk itu dibutuhkan eksplorasi air tanah untuk mengetahui kedalaman lapisan akuifer yang potensial di daerah penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi lapisan, kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer yang ditemui. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan pemboran air tanah di sekitar wilayah penelitian. Pengukuran dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, sebanyak 5 titik. Keberadaan lapisan akuifer pada lintasan 1 yang dilakukan di Puskesmas Kumpulan Kecamatan Bonjol diduga berada pada kedalaman 29,33 - 35,16 meter dengan litologi batu pasir, keberadaan lapisan akuifer pada lintasan II yang dilakukan pada Puskesmas Lubuk Sikaping Kecamatan Lubuk Sikaping diduga pada kedalaman 15,81-35,85 meter dengan litologi pasir tuffan, lintasan III yang dilakukan pada Puskesmas Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari diduga berada pada kedalaman 11,19 - 34,25 meter dengan litologi lanau pasiran dan batu pasir, lintasan Iv yang dilakukan pada Puskesmas Cubadak Kecamatan Duo Koto diduga berada pada kedalaman 11,71 -,34,85 meter dengan litologi lanau pasiran dan batu pasir, lintasan V yang dilakukan pada Puskesmas Bonjol Kabupaten Bonjol diduga berada pada kedalaman 11,44 – 36,72 meter dengan litologi batu pasir dan lanau. Berdasarkan pengukuran geolistrik, keterdapatan lapisan akuifer menunjukkan akurasi yang baik, hal ini dapat dilihat dari lintasan 1,lintasan 2, lintasan3, lintasan 4 dan lintasan 5 yang memiliki selisih 1,5 meter dan direkomendasikan kedalaman lubang bor pada 20-30 meter.

Peningkatan Kualitas Jasa Pelayanan pada Bisnis Perbankan Syariah Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) pada PT. Bank Muamalat Indonesia KCP Wonogriri

SALLY MASAYU MAHARANI
2024 · Book · Open Access

Bank Muamalat Indonesia (BMI) merupakan perbankan syariah pertama di Indonesia yang sudah memiliki lebih dari 300 cabang yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan 1 cabang di Malaysia, salah satunya di kabupaten Wonogiri. Pada bank syariah, kepuasan nasabah didapat melalui cara peningkatan kualitas pelayanan. Salah satunya kepuasan konsumen dapat tercapai apabila kualitas pelayanan atau produk yang diberikan dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan. Permasalahan yang dimiliki oleh Bank Muamalat KCP Wonogiri dalam memberikan pelayanan yakni pada fasilitas layanan yang kurang memadai, seperti pada mesin printer, mesin hitung uang, mesin EDC, mesin ATM, dsb yang berusia tua dan tidak di service secara teratur. Kemudian ada keluhan nasabah ketika sistem jaringan yang terkadang tiba-tiba offline serta jumlah teller dan customer service yang kurang standar dengan banyaknya nasabah. Hal ini menjadi pertimbangan dengan semakin maraknya persaingan bank konvensional yang membuka jasa keuangan syariah sehingga peneliti ingin mengetahui seberapa besar kepuasan dari nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank Muamalat KCP Wonogiri, sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jasa pelayanan yang diberikan Bank Muamalat KCP Wonogiri terhadap nasabahnya dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual). Hasil penelitian dan analisis data dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu, tingkat harapan nasabah terhadap kualitas pelayanan pada BMI KCP Wonogiri adalah sebesar 4,23. Nilai tersebut menunjukkan kondisi konsumen yang mempunyai harapan yang sangat tinggi terhadap kualitas pelayanan dari BMI KCP Wonogiri. Sedangkan tingkat kinerja yang dirasakan nasabah atas kualitas pelayanan pada BMI KCP Wonogiri adalah sebesar 2,55 dan nilai tersebut termasuk dalam kategori tidak baik. Hal ini berarti bahwa nasabah menilai bahwa pelayanan dari BMI KCP Wonogiri belum mampu memenuhi harapan dan keinginan mereka.

Perencanaan Teknis Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis 3R (Reduce-Reuse-Recycle) di Kampus STTIND Padang

NABIELLA TAUFIA SNALLES
2024 · Book · Open Access

Salah satu area yang menghasilkan sampah dalam suatu kota adalah kampus. Sampah yang ditimbulkan pada kawasan kampus memiliki besaran timbulan dan komposisi sampah yang berbeda-beda. Metode yang digunakan yaitu SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan. Hasil penelitian menyatakan rata-rata jumlah timbulan sampah sebesar 0,0145 kg/orang/hari atau 0,00015 liter/orang/hari. Komposisi sampah di STTIND Padang terdiri dari 47% sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan halaman, 24% kertas, 14% plastik, 13% botol bekas, dan 2% kaca/logam. Berdasarkan analisis kuesioner, mahasiswa STTIND Padang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik dalam pengelolaan sampah. Namun sikap atau praktik pengelolaan sampah masih kurang. Tempat pengelolaaan sampah terpadu berbasis 3R didesain dengan total luas kebutuhan lahan mencapai 109,25 m² yang terdiri dari area pengolahan sampah organik, area pengolahan sampah anorganik, dan sarana penunjang

Analisis Produktivitas Shaking Table pada Pemisahan Pasir Besi dengan Kemiringan Deck Berbeda

MUHAMMAD FAISAL
2024 · Book · Open Access

Di wilayah Sumatra Barat terdapat potensi pasir besi di daerah Pantai Sunur kota Pariaman. Tidak optimalnya pengolahan bahan galian pasir besi di daerah Pariaman dan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan bahan galian khususnya pasir besi merupakan masalah yang penulis temukan pada penelitian ini. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh kemiringan deck pada shaking table terhadap hasil pemisahan, produktivitas, dan nilai recovery. Tahapan pertama dilakukan pengambilan sampel pasir besi di daerah Pantai Sunur kota Pariaman yang akan diuji menggunakan sampel dengan berat per sampel 1000 gr dengan kemiringan 1o hingga mencapai kemiringan maksimal yaitu 6o. Hasil menunjukkan korelasi sangat kuat antara kemiringan dan hasil perolehan (0,8969), serta produktivitas (0,8969), sedangkan nilai recovery menunjukkan hubungan negatif (-0,93687). Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemiringan deck maka hasil perolehan dan nilai produktivitas juga akan meningkat. Sebaliknya, seiring dengan meningkatnya kemiringan pada deck hasil nilai recovery akan semakin menurun.

Penurunan Logam Fe dan Mn Menggunakan Kapur Tohor (CaO) pada Penetralan Air Asam Tambang

YOLNO VERNANDO
2024 · Book · Open Access

PT. Bumi Bara Makmur Mandiri merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara yang berdiri pada tahun 2017 dan merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Air asam tambang merupakan permasalahan yang terjadi di pertambangan batubara, tidak terkecuali di PT. Bumi Bara Makmur mandiri. Penanganan yang tepat menjadi sangat penting mengingat dampak dari Air asam tambang sangat berbahaya terhadap masyarakat, dan dapat menimbulkan kenaikan biaya yang signifikan terhadap perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan peggunaan kapur tohor untuk menetralkan pH air asam tambang serta menganalisis jumlah kebutuhan kapur tohor dan biaya yang yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan di laboratotium Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang, sampel air diambil pada inlet 1 kolam pengendapan PT.Bumi Bara Makmur Mandiri, selanjutnya Air asam tambang diteliti di laboratorium. Kapur tohor ditambahkan pada masing- masing sampel dengan komposisi yang berbeda (0,2gr,0,3gr,0,4gr) sehingga didapatkan komposisi efektif dari penggunaan media tersebut.Dari hasil penelitan didapatkan Pada dosis 0,2 g/l, pH meningkat dari 6,05 menjadi 7,90 yang menunjukkan bahwa Air asam tambang sudah mendekati kondisi netral. Dengan peningkatan dosis menjadi 0,3 g/l dan 0,4 g/l, nilai Ph masing-masing mencapai 8,78 dan 9,26. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kapur tohor mampu menetralisasi air asam tambang dengan baik, bahkan pada dosis terendah. Pada kadar logam berat, khususnya Fe dan Mn, di dalam air asam tambang kadar Fe awal berada di 1,20 mg/l dan Mn di 72,20 mg/l. Setelah pengolahan, kadar Fe turun menjadi 0,15 mg/l pada semua dosis kapur tohor, dengan persentase penurunan sebesar 87,05% Sedangkan kadar Mn mengalami penurunan hingga 99,88% pada dosis 0,2 g/l dan mencapai penurunan sebesar 99,83% pada dosis 0,3 g/l dan 0,4 g/l .Kebutuhan bahan penetral Air asam tambang untuk kapur tohor per bulan sebesar 2.760 Kg/bulan dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 11.040.000,-/bulan .Serta penurunan logam Fe dan Mn sebesar 87,05 % dan 99,88%

Evaluasi Kinerja WWTP pada Pabrik Kelapa Sawit di PT X

HAFID BAIHAQI
2024 · Book · Open Access

PT X merupakan salah satu industri pengolahan kelapa sawit yang sudah melakukan penanganan air limbah kelapa sawit melalui Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengolahan WWTP yang ada di PT X tidak sesuai dengan rancangan awal dalam mendapatkan hasil buangan sesuai dengan Permen LH No. 5 th 2014 dikarenakan hasil buangan yang tidak memenuhi baku mutu dan juga masih ada keluhan masyarakat dan lembaga sekitar terhadap bau dan warna air yang mempengaruhi lingkungan. Maka perlu dilakukan analisis parameter air limbah WWTP kelapa sawit dan mengevaluasi kembali kesesuaian desain kolam lumpur aktif WWTP kelapa sawit di PT. X. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan sifat analisis melalui pengambilan sampel air pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. X, kemudian dilakukan perhitungan nilai kadar COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, dan Total Nitrogen yang ada pada inlet dan outlet untuk diketahui efisiensi pengolahan IPAL beserta dihitung perbandingan kesesuaian unit pengolahan dengan keadaan yang seharusnya sesuai dengan kriteria desainnya masing-masing. Dari hasil uji parameter air limbah pada inlet aerasi untuk pH 7, Minyak dan Lemak 20 mg/L, BOD 535 mg/L, COD 1600 mg/L, TSS 475 mg/L, dan Total Nitrogen 141,2 mg/L. sedangkan outlet aerasi pH 7, Minyak dan Lemak 19,5 mg/L, BOD 430 mg/L, COD 1280 mg/L, TSS 680 mg/L, dan Total Nitrogen 115 mg/L. volume aerasi 240 m3 dan debit yang masuk 8 m3. Jadi ukuran yang seharusnya digunakan untuk volume aerasi agar pengoperasiannya optimal dengan waktu tinggal 24 jam adalah 192 m3.

Analisis Intensitas Curah Hujan dengan Menggunakan Distribusi Gumbell dan Model Thomas Fiering untuk Saluran Terbuka di Blok Batu pada PT. Budi Gema Gempita

ABDIANGGA ELSA
2024 · Book · Open Access

Intensitas curah hujan pada PT. Budi Gema Gempita pada 10 tahun terakhir adalah sebesar 14,9 mm/jam sampai 28,0472 mm/jam artinya intensitas curah hujan pada PT. Budi Gema Gempita dikategorikan kedalam derajat hujan sangat deras dengan kondisi hujan seperti ditumpahkan dan seluruh drainase meluap (Sayoga, 1999). Sehingga hal tersebut menyebabkan banyaknya genangan air pada front penambangan sehingga dapat menyebabkan kegiatan penambangan tidak optimal untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis intesitas curah hujan dan dimensi saluran terbuka menggunakan metode distibusi Gumbell dan metodeThomas Fiering. Dari hasil penelitan didapatkan Intensitas curah hujan berdasarkan metode Gumbell untuk periode ulang 10 tahun adalah sebesar 14,4 mm/jam dan debit limpasan adalah sebesar 2,28 m3/detik dengan luas area tangkapan hujan adalah 2.284 m2 sedangkan intensitas curah hujan berdasarkan metode Thomas Fiering untuk dengan data yang digunakan data curah hujan maret 2023 dan 2024 adalah sebesar 28,072 mm/jam dan debit limpasan adalah sebesar 4,45 m3/ detik dengan luas area tangkapan hujan adalah 2.284 m2 dan dimensi saluran terbuka yang cocok berdasarkan metode Gumbell untuk lebar dasar saluran sebesar 80 cm, panjang sisi luar sebesar 90 cm, lebar penampang atau permukaan sebesar 110 cm, tinggi jagaan 38 cm, kedalaman aliran 70 cm. sedangkan untuk metode Thomas fiering dimensi yang cocok untuk saluran terbuka adalah lebar dasar saluran sebesar 100 cm, panjang sisi luar sebesar 110 cm, lebar penampang atau permukaan sebesar 130 cm, tinggi jagaan 38 cm, kedalaman aliran 90 cm.

Evaluasi Kinerja Alat Bor untuk Menghasilkan Lubang Ledak di PT. Allied Indo Coal Jaya

OKTA RICO MARDIYANSYAH PUTRA
2024 · Book · Open Access

PT. Allied Indo Coal Jaya berlokasi di Parambahan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada kegiatan penambangan secara tambang terbuka, kegiatan pengupasan overburden dilakukan dengan menggunakan metode pemboran dan peledakan. PT. Allied Indo Coal Jaya menargetkan target lubang/hari pada bulan Oktober 2023 sebesar 200 lubang/hari, sedangkan aktual dilapangan hanya 165 lubang/hari, disebabkan oleh tingginya loss time yang dapat dihindari dan tidak dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi kerja dari alat bor yang digunakan oleh perusahaan. Perbaikan dilakukan dengan simulasi reduksi 50% dari setiap loss time yang dapat dihindari. Dari hasil perhitungan aktual diperoleh efisiensi kerja alat bor furukawa rockdrill 71%, epiroc T25 DR007 78%, epiroc T25 DR008 sebesar 79%, epiroc T25 78% dan atlas copco 81%, sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 untuk efisiensi alat yaitu sebesar 65%, sehingga dapat dikatakan untuk alat bor furukawa rockdrill, epiroc T25 DR007, epiroc T25 DR008, epiroc T25 DR009 dan atlas copco dikategorikan baik atau sesuai dengan regulasi. Produksi aktual furukawa rockdrill, epiroc T25 DR007, epiroc T25 DR008, epiroc T25 DR009, dan atlas copco. sebanyak 163 lubang/hari. Setelah dilakukan reduksi 50% loss time yang dapat dihindari, maka diperoleh produksi lubang ledak dari alat bor furukawa rockdrill, epiroc T25 DR007, epiroc T25 DR008, epiroc T25 DR009 dan atlas copco sebanyak 207 lubang/hari.

Perancangan Prototype Alat Pengupas Sabut Kelapa Menggunakan Metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI 2221)

ANGGA ROSA FIRMAN
2024 · Book · Open Access

Semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari batang, daun, air, daging kelapa hingga sabut kelapa, yang dapat dibuat menjadi produk bernilai ekonomis. Meskipun pemanfaatannya sudah dilakukan dengan baik namun, hingga saat ini masyarakat di daerah tersebut masih melakukan pengupasan kelapa dengan cara tradisional. Pengupasan sabut kelapa dengan alat tradisional ini masih banyak memiliki kekurangan dan kelemahan diantaranya: membutuhkan tenaga yang besar dan keterampilan khusus, resiko terkena ujung linggis (kecelakaan kerja), membutuhkan waktu yang lama, dan posisi pengupasan terlalu membungkuk (tidak nyaman). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Verein Deutscher Ingeniuere (VDI 2221). Hasil yang dapat disimpulkan berdasarkan pengolahan data yang dilakukan yaitu didapatkan 3 alternatif kombinasi dari keseluruhan prinsip solusi, kemudian dievaluasi sehingga didapatkan alternatif 1 dengan nilai 7,84, alternatif 2 dengan nilai 7,24, dan alternatif 3 dengan nilai 7,40 lalu dipilih alternatif dengan perolehan nilai tertinggi yaitu 7,84.

Analisis Pengendalian Kualitas Proses Pengelasan SMAW dengan Metode SPC (Statistik Proses Control) pada Proyek RDMP Balikpapan

WAHYUDI METRIZA
2024 · Book · Open Access

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Pertamina RU V Balikapapan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan kualitas produk dari Euro II menjadi Euro V. Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah pembangunan tangki penampung bensin, termasuk proses pengelasannya. Proses pengelasan yang berkualitas sangat penting untuk mencegah kebocoran yang dapat menyebabkan insiden berbahaya. Pengelasan yang tidak memadai dapat menyebabkan cacat, seperti retakan, porositas, dan inklusi terak. Oleh karena itu, pengujian radiografi menjadi pilihan utama untuk mendeteksi cacat tersembunyi. Kesalahan dalam pengelasan dapat bervariasi dan disebabkan oleh faktor seperti kecepatan pengelasan, penggunaan fluks berlebihan, atau arus listrik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pengendalian kualitas proses pengelasan dengan metode Statistical Process Control (SPC) pada proyek RDMP Balikpapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun cacat pengelasan telah terdeteksi, pengendalian kualitas masih perlu ditingkatkan. Diagram Pareto menyoroti jenis cacat yang paling umum, sementara peta kendali persentase kerusakan memberikan gambaran tentang tingkat penolakan produk. Diagram sebar menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah produksi dan cacat pengelasan. Melalui pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas proses pengelasan, perbaikan yang diperlukan dapat diidentifikasi dan dilakukan. Langkah-langkah pencegahan, seperti manajemen kelelahan operator dan perlindungan cuaca, dapat membantu mengurangi tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk akhir.

Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada Proyek RDMP Balikpapan

ARFINA NASUTION
2024 · Book · Open Access

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Pertamina RU V Balikpapan bukan hanya sebuah inisiatif konstruksi, melainkan juga merupakan tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Para pekerja yang merasa aman dan dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai akan lebih efisien dalam menjalankan tugas mereka, menciptakan atmosfer kerja yang positif dan produktif. Dengan integrasi yang kuat dari prinsip-prinsip K3 ke dalam semua aspek proyek RDMP Balikpapan, tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memberikan dampak positif pada produktivitas dan efisiensi keseluruhan proyek. Ini bukan hanya investasi dalam aspek manusia, tetapi juga investasi dalam keberlanjutan operasional yang berhasil dan bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan di proyek RDMP Balikpapan dan mengetahui berapa besarkah pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap Produktivitas kerja Karyawan di proyek RDMP Balikpapan. Variabel Kesehatan Kerja memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,02, yang mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Kesehatan Meskipun hanya sebesar 5,7%, pengaruh Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja terhadap produktivitas di Proyek RDMP Balikpapan terbukti signifikan.

Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada Rumah Pemotongan Ayam (RPA) di Air Pacah, Kota Padang

RESA DEVITASARI
2024 · Book · Open Access

Kebutuhan daging, khususnya daging ayam setiap tahun terus meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Sumatera Barat, kebutuhan produksi daging ayam di Kota Padang pada tahun 2022 mencapai 5,02 ton. Kebutuhan ini menjadi pemicu bertambahnya jumlah industri Rumah Pemotongan Hewan, terutama industri Rumah Pemotongan Ayam (RPA). RPA yang dikelola oleh PT. Usaha Unggas Saudagar Minang merupakan rumah potong ayam yang berada di Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dan telah memiliki bak penampungan sederhana, namun karena keterbatasan data dan berbagai kendala lainnya, diperlukan redesain atau perencanaan ulang instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Limbah cair RPA mengandung zat organik yang tergolong tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sampel diambil dari studi literatur dengan karakteristik limbah cair yaitu BOD 1648 mg/L, COD 2603 mg/L, TSS 1210 mg/L dan debit limbah cair RPA di Air Pacah, Kota Padang yang direncanakan sebesar 6 . Kadar BOD, COD dan TSS melampaui standar baku mutu yang sudah ditentukan oleh PERMENLH No. 5 tahun 2014. Hasil dari perencanaan ini dipilih unit pengolahan yang terdiri atas bak kontrol dengan panjang 0.7 m, lebar 0.7 m dan tinggi 0.7m. Bak sedimentasi dengan panjang 3.4 m, lebar 1.7 m dan tinggi 1.3 m. Bak biofilter anaerobik dengan panjang 1.8 m, lebar 0.9 m dan tinggi 1.5 m. Bak biofilter aerobik dengan panjang 1.6 m, lebar 0.8 m dan tinggi 1.5 m dan bak pengendapan akhir dengan panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 0.8 m dengan total luas lahan yang diperlukan sebesar 10.17 .

Desain Ulang Geometri Peledakan untuk Mendapatkan Fragmentasi Batuan yang Optimal di PT. Koto Alam Sejahtera di Kecamatan Pangkalan Koto Baru

VELIYA AGUSTINA
2024 · Book · Open Access

PT. Koto Alam Sejahtera adalah perusahaan pertambangan batuan andesit dengan menggunakan peledakan dalam fragmentasi batuannya. Setelah proses peledakan masih banyak ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan yang lebih besar dari 60 cm, sedangkan standar fragmentasi batuan untuk perusahaan adalah kecil dari 60 cm. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab tingginya persentase boulder serta merencanakan ulang geometri peledakan agar sesuai dengan target perusahaan. Data yang diperoleh dari pengukuran di lapangan meliputi geometri peledakan aktual dengan burden 2 m, spasi 2 m, tinggi jenjang 6,2 m, kedalaman lubang ledak 6 m, stemming 3 m, panjang kolom isian 4,2 m, dan diameter lubang 3 inch. Hasil perhitungan rancangan geometri peledakan ideal menunjukkan variasi berdasarkan metode yang digunakan: R.L. Ash, C.J. Konya, dan ICI-Explosive. Ukuran fragmentasi peledakan menggunakan software split desktop untuk ukuran 60 cm, yang lolos sebesar 78.5% untuk kondisi aktual, sedangkan rancangan menggunakan metode R.L. Ash dengan nilai burden 1,97 m, spacing 2,364 m, steamming 1,379 m, kedalaman lubang ledak 4.925 m, Tinggi jenjang 4.33 m, Panjang kolom isian 2.99 m untuk ukuran 60 cm yang lolos sebesar 99,5%, , C.J. Konya nilai burden 2 m, spacing 2.5 m, steamming 1.4 m, kedalaman lubang ledak 6.93 m, tinggi jenjang 6.2 m, panjang kolom isian 5.53m, untuk ukuran 60 cm yang lolos sebesar 99,994%, dan ICI-Explosive nilai burden 1.9 m, spacing 1.9 m, steamming 1.524 m, kedalaman lubang ledak 6.8 m, tinggi jenjang 6.2 m, panjang kolom isian 4.5 m, , untuk ukuran 60 cm yang lolos sebesar 99,81%.

Rancang Bangun Alat Pembelah Kelapa Muda secara Ergonomis

ALFI MAHMUDI
2024 · Book · Open Access

Kelapa muda adalah buah dari pohon kelapa yang dipetik lebih cepat dengan tujuan untuk dikonsumsi secara langsung air dan daging buah kelapanya. Kegiatan pengambilan air dan pembelahan kelapa muda para penjual es kelapa muda masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menggunakan golok sebagai alat perantara pembelahan. Cara tradisional ini masih banyak memiliki resiko dan kekurangan saat proses pembelahan buah kelapa muda berlangsung yaitu alat tradisional dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja dan berkurang juga kualitas hasil pembelahan, alat pembelah kelapa muda yang ada saat ini belum ergonomis, ketika pembelah kelapa muda dengan jumlah banyak membutuhkan waktu yang lama, dan alat yang sudah ada saat ini memiliki harga yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang alat pembelah kelapa muda yang ergonomis dan mengetahui biaya dalam perancangan alat pembelah kelapa muda yang ekonomis. Metode yang digunakan dengan pendekatan antropometri dan Harga Pokok Produksi (HPP) dengan metode full costing. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan alat pembelah kelapa muda yang ergonomis didapatkan dimensi tubuh yang digunakan yaitu dimensi tinggi badan berdiri dengan ukuran 162 cm, jangkauan tangan dengan ukuran 82 cm, genggaman tangan dengan ukuran 6 cm, lebar tangan dengan ukuran 11 cm, lebar bahu dengan ukuran 42 cm dan panjang tangan dengan ukuran 18 cm. HPP untuk perancangan alat pembelah kelapa muda adalah Rp880.000.

Pengembangan Alat Pembuka Buah Durian yang Ergonomis

M. YODI ARIZQI
2024 · Book · Open Access

Padang merupakan penghasil durian terbanyak kedua menurut data BPS. Penjual durian di Padang menjual produknya dalam bentuk buah yang belum dikupas, Seringkali penjual kesulitan membuka durian karena durinya banyak dan tajam. Adapun alat yang sering digunakan parang dan pisau yang segi keamanannya tidak terjamin sehingga perlu di lakukan pengembangan produk yaitu pembuka buah durian. Berdasarkan penelitian Sairullah (2018) dan Susanto (2018) mengenai perancangan alat pembuka buah durian yang masih memiliki kekurangan seperti alat yang dirancang belum masih belum ergonomis dan kedudukan buah durian yang tidak fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pembuka buah durian yang ergonomis dan perhitungan biaya. Metode yang digunakan adalah antropometri dan perhitungan Harga Pokok Produksi dengan metode full costing. Hasil dari penelitian ini adalah Perancangan alat pembuka buah durian yang ergonomis ini didapatkan dimensi tubuh yang digunakan dalam pembuatan alat ini yaitu, Tinggi Pinggul dengan ukuran 100 cm, Jangkauan Tangan dengan ukuran 82 cm, Genggaman Tangan dengan ukuran 8, Lebar tangan dengan ukuran 11 cm, lebar bahu dengan ukuran 40 cm, dan tinggi tulang ruas pada posisi berdiri dengan ukuran 80 cm. Sedangkan biaya perancangan alat pembelah durian ini dengan menggunakan perhitungan harga pokok produksi (HPP) meliputi biaya bahan baku dan tenaga kerja sebaar Rp 984.000.