ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spent Bleaching Earth (SBE) adalah limbah padat yang dihasilkan dari industri refinery. SBE yang telah diregenerasi dapat digunakan sebagai adsorben logam berat pada limbah. Salah satu logam berat yang dihasilkan dalam limbah cair di industri PLTU yaitu Fe. Adsorpsi merupakan salah satu metode yang baik digunakan untuk pemurnian air dari logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah RSBE dan persentase penyisihan logam berat sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan perbedaan massa dan waktu kontak adsorben pada proses adsorpsi Fe menggunakan analisis Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan pada variasi perbedaan massa adsorben didapatkan penyerapan Fe terbesar dengan massa 1,5 gram, waktu kontak optimum yaitu 7 jam, dan persentase penyisihan Fe dalam limbah cair inlet PLTU sebesar 87,81%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Industri tahu merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Kegiatan industri tahu di Indonesia didominasi oleh usaha skala kecil dengan modal yang terbatas, sehingga sebagian besar industri tahu tidak memiliki unit pengolahan limbah. Limbah cair tahu yang dihasilkan dari proses produksi jika dibuang terus-menerus ke saluran drainase akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan karena tingginya parameter BOD dan COD pada limbah tersebut. Menurut PerMenLHK No. 5 Tahun 2014 parameter BOD dan COD yang diperbolehkan sebesar 150 mg/L dan 300 mg/L. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Metode pengolahan limbah cair yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu metode fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Azolla micropylla dan Eichhornia crassipes dalam menurunkan BOD dan COD limbah cair tahu. Data penelitian berupa hasil pengujian BOD dan COD setelah metode fitoremediasi dengan waktu kontak selama 15 hari. Pengujian awal limbah cair tahu didapatkan hasil BOD dan COD sebesar 193,5 mg/L dan 489,2 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair tahu “X” dengan metode fitoremediasi efektivitas penurunan BOD dan COD masing-masing sebesar 48,27% dan 74,52%. Kombinasi berat efektif untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu 100 Azolla microphylla + 300 Eichhornia crassipes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silika merupakan salah satu unsur terlarut didalam brine panas bumi khususnya di wilayah Dieng. Silika merupakan padatan berpori dan dapat mengikat senyawa atau logam berat lain sehingga sering dimanfaatkan sebagai adsorben. Salah satu logam berat ini adalah logam besi dimana logam besi merupakan salah satu pencemar bagi lingkungan, dan salah satu contoh industri yang banyak menyumbang limbah besi adalah industri pandai besi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorbsi silika panas bumi terhadap logam berat Fe pada limbah cair pandai besi dengan menggunakan variasi waktu, kecepatan, dan berat adsorben. Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah metoda adsorbsi dimana nantinya nilai adsorbansi akan diukur dengan AAS. Pada penelitian ini terdapat perbedaan nilai adsorbansi akibat dari pengaruh variabel yang digunakan. Nilai adsorbansi maksimal diperoleh pada silika panas bumi murni sebesar 72,7 % untuk berat adsorben 0.75 gr dan silika yang dimodifikasi HCL sebesar 57,8% untuk berat adsorben 0,25 gr namun hal ini belum mencapai kondisi optimum karena belum menunjukkan penurunan nilai adsorbansi pada grafik sehingga perlu diadakan penelitian lanjutan dengan tambahan waktu kontak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah industri tahu yang melewati batas baku mutu dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu teknik pengolahan yang dapat dilakukan adalah fitoremediasi. Salah satu karakteristik yang menyatakan tingkat pencemar suatu limbah yaitu nilai Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas kemampuan tanaman Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair industri tahu. Penelitian ini menggunakan sistem batch dan variasi jumlah mixing tanaman yang digunakan ialah SM250;EC50, SM200;EC100, SM150;EC150, SM100;EC200, dan SM50;EC250 (g) tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari, dan 15 hari. Pengujian awal limbah didapatkan nilai BOD sebesar 4.236 mg/L, COD sebesar 1936 mg/L, dan TSS sebesar 740,573 mg/L dengan pengenceran optimum yang sudah didapatkan 10%. setelah dilakukan uji fitoremediasi terjadi penurunan terbaik pada nilai BOD hingga 41 mg/L dengan efisiensi 94,31%, COD 104 mg/L dengan efisiensi 94,63%, dan TSS 63,49 mg/l dengan efisiensi 91,43%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar menurut PermenLH no 5 tahun 2014. Penurunan kadar BOD, COD, dan TSS optimum tersebut terdapat pada variasi jumlah mixing tanaman SM50;EC250 dan pada hari ke 15. Ini membuktikan bahwa tanaman Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes ini efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri tahu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil adalah methylene blue. Metode yang efektif digunakan untuk menurunkan zat warna terlarut adalah adsorpsi. Padatan pengikat fluida pada proses adsorpsi disebut adsorben. Sebagai bahan yang bersifat penjerap, cangkang telur dan ampas tebu merupakan kombinasi bahan yang potensial digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi kombinasi limbah cangkang telur dan ampas tebu untuk zat warna methylene blue dalam limbah tekstil. Adsorben cangkang telur dan ampas tebu dibuat dengan cara pemanasan masing-masing pada suhu 5000C dan 6000C. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan rasio adsorben, pH, dan waktu kontak pada proses adsorpsi methylene blue dalam limbah tekstil menggunakan analisis spektrofotometer UV- Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio optimum cangkang telur dan ampas tebu adalah 1:4, pH 9.46, dengan waktu kontak 70 menit. Persentase penyisihan methylene blue dalam limbah tekstil adalah sebesar 98,85%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cair dari kegiatan praktikum di SMK X Kota Padang mengandung logam berat yang membahayakan lingkungan. Sebelum dibuang kelingkungan biasanya diolah dengan menggunakan mikroorganisme secara biologi di IPAL. Besarnya biaya operasional dan perawatan metode biologi, maka alternatif lain digunakan bioadsorben alami. Bioadsorben alami dibuat dari limbah batang pisang yang diaktivasi secara kimia dengan menggunakan NaOH 5% dan fisika pada pemanasan pada suhu 500oC. Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan massa bioadsorben sebanyak 0,5, 1, 2, dan 3 gram dengan waktu kontak selama 5, 10, 15, 20, 25 menit. Selanjutnya dilakukan pengujian kualitas bioadsorben berdasarkan SNI 06-3730-1995, penyisihan logam berat Pb berdasarkan SNI 06-6989.45-2005, Cd berdasarkan pada SNI 06-6989.37-2005, dan Cr SNI 6989.17:2009. Sehingga didapatkan hasil aktivasi secara kimia yang lebih efektif dalam penyisihan logam berat. Hasil dari pengujian kualitas didapatkan nilai kadar air 1%, kadar abu 7,99%, Volatile matter 23,71% dan daya serap iod 1098 mg/g. Bioadsorben dilakukan pengujian SEM dan didapatkan hasil aktivasi secara kimia ukuran pori yang besar. Untuk penyisihan dari ketiga logam berat didapatkan massa optimum 1 gram dengan lama kontak 10 menit. Dengan persentase penyisihan 98,89% untuk logam Pb, 99,72% untuk logam Cd, dan 99,50% untuk logam Cr.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah sisa cuci-cuci pada bengkel merupakan salah satu limbah yang tidak diperhatikan pengolahannya sebelum dibuang ke badan air. Limbah cair tersebut mengandung logam timbal yang berbahaya sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan terhadap makhluk hidup. Baku mutu kandungan timbal diperbolehkan sebesar 0,1 mg/L berdasarkan pada PermenLH No. 5 tahun 2014. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Metode pengolahan limbah cair yang mengandung logam timbal efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari arang aktif Typha angustifolia. Data penelitian berupa hasil pemeriksaan kandungan timbal dari limbah cair bengkel “X”. Pengukuran timbal dilakukan dengan mengacu kepada SNI-6989-8-2009. Pada awal pengujian didapatkan konsentrasi awal limbah cair bengkel tersebut yaitu 0,6623 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair bengkel “X”, serta memvariasikan pengujian terhadap berat arang dan waktu kontak optimum arang aktif Typha angustifolia dalam menurunkan kadar timbal pada limbah cair bengkel, didapatkan berat arang optimum penurunan kadar timbal yaitu sebanyak 0,5 gram, serta waktu kontak optimum yang digunakan yaitu selama 8 jam dengan nilai persen efektivitas sebesar 95,11%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ini efektif digunakan untuk penurunan kadar timbal pada limbah cair bengkel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan Kitosan dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) sebagai Biokogulan dalam Penurunan Kadar BOD, COD, TSS dan Nitrogen Total pada Limbah Cair Pabrik Tahu