ArticleOpen AccessMetadata saja
2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Penggunaan teknologi tepat guna dapat mengurangi biaya produksi, penggunaan sistem irigasi tetes atau sistem irigasi menggunakan sprinkler dapat membantu petani menjaga kelembaban tanah tetapi diperlukan campur tangan manusia untuk mengoperasikannnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem irigasi menggunakan sprinkler yang dapat bekerja secara otomatis sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga manusia. Sistem ini merupakan sistem cerdas yang dikendalikan oleh mikrokontroler sehingga dapat bekerja secara berkesinambungan dengan sedikit bantuan manusia. dengan adanya sistem ini, proses perawatan tanaman dapat dilakukan lebih optimal, menghemat air, waktu, tenaga dan biaya. Peneilitian ini merupakan penelitian terapan dengan memikirkan infrastruktur yang dibutuhkan (perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat sumber daya manusia), kemudian membuat desain gambar dengan teknik siklus daur ulang yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, uji coba dan evaluasi. Analisa kebutuhan diperlukan untuk melihat apa saja yang dibutuhkan oleh sistem agar dapat bekerja sesuai yang di inginkan, pembuatan gambar skematik, menguji coba rancangan pada program simulasi (Proteus). Kemudian pada saat implementasi dilakukan pemasangan komponen sesuai dengan gambar skematik. Terakhir pada tahapan testing, dilakukan pengujian unjuk kerja sistem dengan melakukan tahapan evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di dunia industri dan teknologi untuk menunjang pelayanan kelancaran dan pengoperasian di butuhkan mesin-mesin yang memadai di antaranya ialah boiler sebagai penghasil uap yang di gunakan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan mesin-mesin produksi. PT Kencana Sawit Indonesia adalah pabrik yang mengolah sawit menjadi CPO. masih sering terjadi kerusakan mesin terutama bagian boiler, karena perawatan dilakukan tidak sesuai jadwal yang ditetapkan, akibatnya mesin mengalami keausan yang menyebabkan mesin terhenti, akibatnya berdampak pada kegiatan produksi.
Untuk mengatasi terjadi kerusakan dan keausan pada mesin boiler, perlu dilakukan pengembangan sistem perawatan mesin dengan pendekatan Reliabity Centered Maintenance (RCM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerusakan boiler menggunakan diagram pareto dan memilih tindakan perawatan boiler berdasarkan metode RCM.
Hasil pengolahan data tabel FMEA komponen yang paling kritis yaitu komponen fuel feeder dengan nilai RPN tertinggi sebesar 448. penyusunan Logic Tree Analysis (LTA) kerusakan ini masuk dalam category B (outage problem) yaitu kegagalan atau kerusakan pada komponen akan menyebabkan seluruh atau sebagian mesin berhenti komponen fuel feeder dan steam drum masuk dalam tindakan Time Direct (TD), komponen turbin steam, furnace dan safety valve dalam tindakan Condition Direct (CD).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan perawatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung beroperasinya suatu sistem manufaktur secara lancar sesuai yang dikehendaki. Selain itu, kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan biaya atau kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kerusakan mesin, maka dari itu perawatan menjadi prioritas utama. PT. Gersindo Minang Plantation adalah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam industri pengolahan kelapa sawit, perusahaan ini memproduksi Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit. Pada penelitian ini dilakukan analisis perawatan mesin ripple mill dengan menggunakan metode CPM dan PERT. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penjadwalan pada mesin ripple mill dan menghitung biaya perawatan mesin ripple mill. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjadwalan perawatan mesin ripple mill yaitu 23 jam dari waktu normal 30 jam. Biaya perawatan Preventive selama 3 bulan adalah Rp.8.490.000, 6 bulan adalah Rp.16.980.000 dan selama 1 tahun adalah Rp.35.360.000 dan biaya perawatan corrective selama 1 tahun adalah Rp.1.400.000. Disamping itu Perlunya pengendalian waktu dan biaya sejak dini dalam mengantisipasi waktu penyelesaian perawatan agar tidak mengalami keterlambatan dan PT. Gersindo Minang Plantation sebaiknya lebih meningkatakan pelaksanaan perawatan baik itu pembersihan, pelumasan dan pengecekan secara berkala.