Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Perancangan Aplikasi Pengolahan Data Lembur Karyawan PLTU Ombilin Berbasis Web dengan menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan Mysql
Pada instalasi PLTU, peralatan cenderung mengalami kerusakan yang tidak dapat diprediksi dengan pasti. Meskipun adanya kegiatan preventive maintenance, faktor-faktor seperti kegagalan komponen atau kondisi lingkungan yang tidak terduga dapat menyebabkan kebutuhan corrective maintenance secara mendadak. Pelaksanaan pekerjaan perbaikan seringkali terjadi pada waktu yang tidak terduga dan tenaga lebih. Agar pekerjaan perbaikan dapat selesai dengan cepat dan efisien maka dibutuhkanlah lembur. Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam setiap pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan maka dibutuhkan laporan yang akurat dan cepat. Namun laporan pekerjaan ini masih seringkali mengalami kendala dalam hal kecepatan, akurasi dan transparansi informasi. Oleh karena itu perancangan sistem informasi berbasis web dianggap sebagai Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini dengan metode SDLC. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah aplikasi pengolahan data lembur karyawan PLTU Ombilin berbasis Web dengan menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan MySQL sehingga menghasilkan laporan lembur yang efektif dan efisien. Dengan adanya sistem informasi berbasis web diharapakan sistem pelaporan lembur pada PLTU Ombilin dapat ditingkatkan, mengurangi resiko kesalahan, dan memberikan informasi real-time terhadap informasi terkini kepada pihak yang terkait.
Pemanfaatan Spenth Bleaching Earth (SBE) Sebagai Adsorben Fe pada Limbah Cair PLTU Teluk Sirih
Spent Bleaching Earth (SBE) adalah limbah padat yang dihasilkan dari industri refinery. SBE yang telah diregenerasi dapat digunakan sebagai adsorben logam berat pada limbah. Salah satu logam berat yang dihasilkan dalam limbah cair di industri PLTU yaitu Fe. Adsorpsi merupakan salah satu metode yang baik digunakan untuk pemurnian air dari logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah RSBE dan persentase penyisihan logam berat sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan perbedaan massa dan waktu kontak adsorben pada proses adsorpsi Fe menggunakan analisis Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan pada variasi perbedaan massa adsorben didapatkan penyerapan Fe terbesar dengan massa 1,5 gram, waktu kontak optimum yaitu 7 jam, dan persentase penyisihan Fe dalam limbah cair inlet PLTU sebesar 87,81%.
Efisiensi Media Tanah Lempung dengan Metode Ion Exchange dalam Penurunan Kadar Na+ Dan Cl- pada Air Laut sebagai Sumber Air Minum pada Saat Terjadi Bencana di Kota Padang
Kota Padang rentan terhadap bencana banjir dan cuaca ekstrim yang paling sering terjadi, serta bencana gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi dan tsunami, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, tanah longsor dan kegagalan teknologi dan rawan terhadap bencana geologi lainnya. Kejadian bencana sangat mempengaruhi masyarakat dalam memperoleh air bersih, air laut merupakan salah satu sumber air yang dapat digunakan saat terjadi bencana. Dalam penelitian ini digunakan metode pertukaran ion untuk menurunkan kadar Natrium dan Khlorida pada air laut menjadi air minum menggunakan media tanah lempung dengan ketebalan media 30, 35 dan 40 cm. Pengolahan ini terdiri dari media tanah lempung dan media tambahan pasir silika, zeolit dan karbon aktif. Pengolahan ini memiliki desain yang sederhana dengan sistem gravitasi dan arah alirannya down flow. Hasil pengujian pada air laut paling efisien dalam menurunkan kadar natrium dan khlorida yaitu pada ketebalan 40 cm. Dimana pada ketebalan 40 cm menurunkan kadar natrium sebesar 21,83% dan menurunkan kadar khlorida sebesar 60%. Sehingga berdasarkan hasil pengolahan menggunakan tanah lempung dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menurunkan kadar natrium dan khlorida pada air laut.
Penyisihan (Biochemical Oxygen Demand) BOD pada Limbah Cair Tahu Menggunakan Filtrasi dan Fitoremediasi Kayu Apu (Pastia Stratiotes)
Penyisihan (Biochemical Oxygen Demand) BOD pada Limbah Cair Tahu Menggunakan Filtrasi dan Fitoremediasi Kayu Apu (Pastia Stratiotes)
Penerapan Filtrasi dan Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes) pada Limbah Karet dalam Menyisihkan COD (Chemical Oxygen Demand)
Limbah cair karet memilik kandungan (Chemical Oxygen Demand) COD yang tinggi, keberadaan COD di lingkungan memberikan dampak pada manusia dan lingkungan, seperti terhadap biota air yang mati karena konsentrasi oksigen terlarut dalam air sangat sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas kemampuan tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes) dalam menurunkan kadar (Chemical Oxygen Demand) COD pada limbah cair karet. Penelitian ini menggunakan sisten continue dan variasi berat tanaman yang digunakan ialah 300gr, 350gr dan 400gr tanaman. Pengujian awal limbah didapatkan nilai COD sebesar 1.548 mg/L, lalu didapatkan lagi nilai setelah proses filtrasi sebesar 1.378 mg/L. Setelah dilakukan uji fitoremediasi dengan menggunakan tanaman seberat 400gr terjadi penurunan terbaik pada nilai COD hingga 230 mg/L dan efisiensi terbesar didapat 83,30%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar COD menurut Permen LH No.5 Tahun 2014 maksimal 250 mg/L. Ini membuktikan bahwa tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes) ini efektif dalam menurunkan kadar limbah cair karet khususnya COD.
Analisis Produktivitas Belt Conveyor di Tunnel 6 PT. Allied Indo Coal Jaya, Desa Parambahan Kec. Talawi, Kota Sawahlunto Sumatera Barat
PT. Allied Indo Coal Jaya (AICJ) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara, dengan metode penambangantambang bawah tanah. Pada tunnel 6 dalam membawa atau mengangkut bahan galian batubara dari lokasi penambangan atau front kerja ke stock pile yang berada diluar tunnel PT. AICJ menggunakan transportasi belt conveyor sepanjang 250 meter. Produktivitas pada tunnel 6 belum optimal, secara aktual rata-rata hanya memproduksi 4,697 ton/jam, dengan target produksi 1000 ton/bulan, sehingga diperlukan analisis tentang produktivitas belt conveyor, dan efisiensi kerja dari belt conveyor itu sendiri belum bekerja dengan optimal, sehingga diperlukan untuk menganalisis efisiensi kerja dari belt conveyor. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas dari belt conveyor dan menganalisis efisiensi kerja dari belt conveyor. Pengujian belt conveyor menggunakan teknik pengukuran langsung dengan menggunakan alat water pass, meteran, dan stopwatch. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung luas penampang belt, kemiringan belt, kecepatan belt, kapasitas belt, gaya tarik efektif belt, dan produktivitas belt conveyor. Berdasarkan hasil penelitian produktivitas teoritis sebesar 220,2 ton/jam. Dan untuk efisiensi kerja dari belt di dapatkan (MA)51,8%, (PA) 60,6%, (UA) 70% dan (EUT) 42,4%.
Efektivitas Penurunan Kadar Logam Fe (Besi) pada Air Tanah Menggunakan Bioadsorben Kulit Ubi Kayu dan Fiber Kelapa Sawit sebagai Media Filtrasi
Kebutuhan air bersih yang tinggi di indonesia merupakan urgensi yang harus diperhatikan karena kualitas air yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satu usaha untuk mendapatkan air bersih dapat dilakukan dengan proses filtrasi dengan bioadsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui efektivitas bioadsorben dari limbah kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit terhadap penurunan kadar Fe(Besi). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen adsorbsi dari sampel air yang mengandung Fe(Besi) dengan menggunakan bioadsorben limbah kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit. Air sumur yang terletak di pemukiman warga ditemukan kadar logam besi (Fe) sebesar 7,88 mg/L , dan telah melebihi ambang batas baku mutu (Permenkes RI No.32 Tahun 2017) yaitu sebesar 1 mg/L. Salah satu metode yang efektif digunakan untuk menurunkan kadar logam Fe (Besi) adalah metode filtrasi menggunakan media kulit ubi kayu sebagai karbon aktif dan fiber kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar logam Fe (Besi) dalam air sumur dengan memanfaatkan bahan alami. Adsorben kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit dengan variasi komposisi yaitu perbandingan 1:0, 1:1, 1:2 dan 2:3, hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik kulit ubi kayu dan fiber kelapa sawit adalah 2:3 dengan persentase penurunan kadar logam Fe (Besi) adalah sebesar 89%.
Analisis Perawatan Unit Boiler dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) di PT. Kencana Sawit Indonesia
Di dunia industri dan teknologi untuk menunjang pelayanan kelancaran dan pengoperasian di butuhkan mesin-mesin yang memadai di antaranya ialah boiler sebagai penghasil uap yang di gunakan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan mesin-mesin produksi. PT Kencana Sawit Indonesia adalah pabrik yang mengolah sawit menjadi CPO. masih sering terjadi kerusakan mesin terutama bagian boiler, karena perawatan dilakukan tidak sesuai jadwal yang ditetapkan, akibatnya mesin mengalami keausan yang menyebabkan mesin terhenti, akibatnya berdampak pada kegiatan produksi. Untuk mengatasi terjadi kerusakan dan keausan pada mesin boiler, perlu dilakukan pengembangan sistem perawatan mesin dengan pendekatan Reliabity Centered Maintenance (RCM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerusakan boiler menggunakan diagram pareto dan memilih tindakan perawatan boiler berdasarkan metode RCM. Hasil pengolahan data tabel FMEA komponen yang paling kritis yaitu komponen fuel feeder dengan nilai RPN tertinggi sebesar 448. penyusunan Logic Tree Analysis (LTA) kerusakan ini masuk dalam category B (outage problem) yaitu kegagalan atau kerusakan pada komponen akan menyebabkan seluruh atau sebagian mesin berhenti komponen fuel feeder dan steam drum masuk dalam tindakan Time Direct (TD), komponen turbin steam, furnace dan safety valve dalam tindakan Condition Direct (CD).
Analisis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi dan Biaya Peledakan di PT. Alied Indo Coal Jaya (AICJ) Sawahlunto, Sumatera Barat
PT. Alied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara dengan metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah, pada tambang terbuka menggunakan peledakan sebagai cara untuk memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga tidak mengganggu proses gali muat, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder/bongkahan yang berukuran 60 cm lebih dari 20% dengan pawder factor lebih dari yang di targetkan perusahaan yaitu diatas 0,30. Tujuan penelitian untuk mengetahui geometri peledakan ideal untuk mendapatkan ukuran fragmentasi dan biaya peledakan berdasarkan perhitungan R.L.Ash, C.J. Konya, kuz-ram dan aplikasi split dekstop, dari analisis yang dilakukan, didapatkan geometri rekomendasi yaitu geometri metode R.L. Ash dengan burden 2 m, spacing 4 m, stemming 2 m, subdrilling 0,6 m, kedalaman lubang 7 m, panjang kolom isian 5 m, tinggi jenjang 6,4 m. Menghasilkan fragmentasi yang lolos berukuran 60 cm sebesar 86,34 %, pawder factor 0,32, dengan biaya recovery Rp 8.395/m3.
Daur Ulang Sampah Plastik HDPE dan Multilayer Menjadi Papan Polimer Sebagai Salah Satu Solusi Permasalahan Sampah Plastik di Kota Padang
Kesadaran masyarakat di Kota Padang akan pentingnya pengelolaan sampah untuk mengendalikan pencemaran lingkungan saat ini masih sangat lemah terutama sampah plastik. Banyaknya produsen yang menggunakan kemasan produk berbahan plastik HDPE dan plastik multilayer serta banyaknya masyarakat kota Padang yang masih mengkonsumsi produk tersebut. Sementara proses daur ulang yang dilakukan bank sampah di kota Padang hanya memperlambat masuknya sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi sampah plastik HDPE dengan Multilayer dalam pembuatan papan polimer dan menghitung persentase pengurangan sampah plastik. Sampah plastik HDPE dan Multilayer diolah menjadi papan polimer dengan menggunakan alat hotpress pada suhu 200⁰C. Komposisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 % HDPE :10 % Multilayer, 92,5 % HDPE:7,5 % Multilayer, 95% HDPE : 5% Multilayer. Dari penelitian ini maka didapatkan hasil yang terbaik pada komposisi 95% HDPE: 5% Multilayer, dimana dapatnya nilai kerapatan dan keteguhan tekan sejajar paling tinggi. Papan polimer yang dihasilkan bisa untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan. Disamping untuk mengurangi beban pencemaran, dengan adanya industri kreatif yang mengolah sampah plastik HDPE dan Multilayer menjadi papan polimer diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Rancangan Kincir Angin Five Blade Untuk Penerangan Jalan Tambang CV. Bara Mitra Kencana Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
Energi angin adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik. Kelebihan energi angin ini ada beberapa macam yang pertama energi ini tidak akan habis, energi angin tidak menimbulkan emisi, ramah lingkungan dan tidak banyak memakan tempat seperti pembangkit listrik lainnya. Adapun kelemahan energi ini tidak mudah diprediksi, memerlukan biaya yang tinggi, dan membutuhkan turbin yang banyak. Dari hasil selama 4 hari terhitung mulai tanggal 11-14 Maret 2019 di peroleh area penangkapan angin rata-rata 2m², rata-rata daya angin 26,98 Watt, rata-rata torsi 0,3678 Nm, rata-rata daya kincir 1,839 Watt, dan rata-rata kinerja kincir 8,76 %. Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-1 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,7222x-2,7464 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9879, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat. Dan untuk hubungan antara arus terhdapa daya menghasilkan persamaan empiris Y= 0,0163x-2,8322 sedangkan dari grafik tersebut juga diperoleh nilai R²=0,9839, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan variabel kuat.Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-2 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,6628x-2,2465 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9811, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat
Evaluasi Kinerja Crusher dan Belt Conveyor Untuk Mencapai Target Produksi Pengolahan Dolomit di PT. Bakapindo, Kamang Magek, Agam, Sumatera Barat
PT. Bakapindo bergerak dalam bidang penambangan dolomit. Pengolahan dolomit menggunakan mesin peremuk (crusher). pengolahan perlu dilakukan perhitungan secara tepat, agar kemampuan alat (crusher) dan alat support (belt conveyor) dapat digunakan secara optimal serta mempunyai tingkat efesiensi yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap nilai kinerja crusher dan alat belt conveyor, menentukan produktivitas aktual dan ideal crusher, menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi target produksi alat crusher, menentukan upaya apa yang harus dilakukan untuk mencapai target produksi pada pengolahan dolomit di PT. Bakapindo Kabupaten Agam. Dalam usaha peningkatan produksi pengolahan dolomit dalam mencapai target produksi diperlukan adanya penilaian kemampuan crusher dengan cara pengamatan dan penelitian terhadap alat di lapangan, Kinerja crusher aktual di lapangan dengan nilai MA 92,88 %, PA 93,5 %,UA 90,775 %, EU 84,875 % dan kinerja belt conveyor aktual dengan nilai MA 98,97 %, PA 99,12 %, UA 84,91 %, EU 84,167 %. Produktivitas aktual crusher di lapangan adalah 6.171,82 ton/10 hari, dan produktivitas ideal sebesar 7.855,19 ton/10 hari, terjadi kenaikan produksi sebesar 1.683,7 ton. Sehingga target produksi 7.700 ton/10 hari tercapai.
Analisis Produktivitas Belt Conveyor Pada Tunnel Main Shaft Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Parambahan Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara di Sumatera Barat yang menggunakan metoda tambang bawah tanah. Pada proses pengangkutan dari lubang produksi mulut tambang menggunakan belt conveyor yang terdapat pada jalur tunnel main shaft. Jalur yang mengangkut material hasil tambang sejauh 200 meter. Selama proses belt conveyor beroperasi pengangkutan dilayani oleh gerobak-gerobak yang di dorong oleh pekerja tambang. Produksi di seluruh lubang belum terangkutnya batubara secara maksimal sehingga diperlukan analisis perhitungan produktivitas pada belt conveyor. Penelitian ini bertujuan menganalisa produksi belt conveyor pada tunnel main shaft. Pengujian belt conveyor menggunakan teknik pengukuran lansung dengan alat meteran dan waterpass. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu luas penampang belt conveor, kecepatan belt conveyor, koefisien kemiringan belt conveyor, dan produktifitas belt conveyor. Berdasarkan hasil penelitian produktivitas aktual pada belt sebesar 4,437 ton/jam, produktivitas teoritis pada belt sebesar 222,4 ton/jam, Perbedaan antara produktivitas aktual dengan teoritis ini disebabkan karena proses penambangan yang dilakukan pada tunnel main shaft di PT AICJ masih manual serta untuk mengangkut batubara pekerja yang tadi menambang yang mengantar batubara ke belt sehingga penambangan tidak optimal.
Analisa Kandungan Logam Berat (Fe, Mn) serta pH di PT. Allied Indo Coal Parambahan, Sawahlunto- Sumatera Barat
Air asam tambang (Acid Mine Drainage) merupakan masalah serius bagi lingkungan. Selain karena pH yang rendah, air asam tambang juga mengandung ion-ion logam berat seperti Fe dan Mn. Pada PT Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto Sumatera Barat terdapatnya genangan air pada front penambangan, belum optimalnya pengeloaan kualitas air asam tambang serta belum diketahuinya kandungan logam berat yang terdapat pada front penambangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar logam berat dan pH dengan bantuan media filtrasi dengan menggunakan lima bahan yaitu karbon aktif, sabut kelapa, daun cemara, sekam padi dan pasir sungai. Parameter yang diperiksa adalah pH, Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa semua kadar pH maupun Fe dan Mn mengalami kenaikan dan hanya 1 sampel yang mengalami penurunan yaitu sampel 4 pada pengujian Fe. Dari hasil pengujianpH tertinggi terdapat pada sampel 2 sebesar 8, sedangkan yang terendah berada pada sampel 1 sebesar 7,48. Untuk kandungan Fe, nilai kandungan tertinggi terdapat pada sampel 2 sebesar 0,37 mg/l dan terendah terdapat pada sampel 3 dan 4 dengan kandungan 0,02 mg/l. Sedangkan untuk Mn yang tertinggi terdapat pada sampel 2 yaitu sebesar 0,91 mg/l dan untuk Mn terendah terdapat pada sampe 4 yaitu sebesar 0,39 mg/l.
Evaluasi dan Perancangan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Payakumbuh
Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Sungai Durian dibangun pada tahun 1997, menggunakan sistem kolam , dengan kapasitas 30.000 m3. Pada saat ini effluent IPLT tidak memenuhi baku mutu PP RI No. 05 tahun 2014. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan untuk parameter BOD dan COD dengan metode volumetri, , TSS menggunakan alat ukur TSS analyzer, didapatkan hasil yang hampir semua dari parameter tersebut tidak memenuhi standar baku mutu air yang ditentukan. Pada studi ini dilakukan evaluasi kondisi eksisting dengan kriteria desain dan rekomendasi, baik dari segi operasi maupun proses untuk setiap unit bangunan agar effluen pengolahan memenuhi baku mutu. Tahapan pengolahan yang dibutuhkan pada unit IPLT ini adalah tangki Imhoff, kolam Anaerobik, kolam An-aerobik II, kolam Fakultatif, kolam Maturasi, dan bak Pengering Lumpur. Dengan perkiraan effluent hasil pengolahan sebesar Nitrogen= 0,03mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, Fosfor = 0,3 mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, BOD = 7,23mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, TSS = 1,75mg/L dengan efisiensi sebesar 90% serta COD = 3,17mg/L dengan efisiensi sebersar 96%.
Efisiensi Produksi Crusher dalam Pengolahan Andesit pada Penambangan Andesit PT. Koto Alam Sejahtera Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat
PT. Koto Alam Sejahtera adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan andesit, berlokasi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat Pengelolahan andesit dilakukan dengan batuan menggunakan alat mekanis seperti crusher (alat peremuk) guna pengelolahan dilakukan agar ukuran yang di hasilkan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Perlu dilakukan perhitungan secara tepat, agar kemampuan alat (crusher) dapat digunakan secara optimal serta mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Perusahaan menargetkan produksi andesit 30.000 ton perbulan terdiri dari ukuran abu 1-2 cm, 2-3 cm, dan 3-4 cm, sedangkan produksi crusher di lapangan hanya 15.000 ton perbulan Kapasitas produksi crusher di lapangan adalah sebesar 26.996 Ton/bulan, setelah dilakukan perbaikan pada kinerja crusher, produksi aktual meningkat menjadi 38.138 Ton/bulan, sehingga pemenuhan target produksi 30.000 Ton/bulan tercapai. Produksi aktual belt conveyor di lapangan adalah 10.972 ton/bulan setelah dilakukan perbaikan pada kinerja belt conveyor, produksi aktual meningkat menjadi 12.842,2 ton/bulan, Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target produksi sebelum perbaikan adalah waktu kerja yang tidak efektif disebabkan oleh hambatan material pada alat crusher seperti bongkahan andesit yang terlalu besar, dipengaruhi oleh cuaca, pengalaman dan skill dari operator serta adanya waktu standby yang disebabkan oleh waktu perbaikan alat.
Perancangan Alat Filtrasi Air Bawah Tanah untuk Menghasilkan Air Bersih
Perancangan Alat Filtrasi Air Bawah Tanah untuk Menghasilkan Air Bersih
Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Batubara (Fly Ash) di PLTU Ombilin sebagai Bahan Koagulan
Abstrak :Energi listrik salah satunya dihasilkan dari energi kinetik uap yang menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Penggunaan batubara menghasilkan hasil samping yaitu limbah abu dalam jumlah banyak yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah abu salah satunya yaitu menjadikan limbah abu menjadi bahan koagulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat bahan koagulan dengan cara mengekstrak abu terbang dengan menggunakan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 1%,2%,3%,4%,5%,10%, dan 15%. Pengujian kualitas koagulan fly ash ini dilakukan dengan cara dilakukan pengujian pada laboratorium dengan menguji nilai pH, turbidity, dan pengujian jar test guna melihat kualitas dari koagulan fly ash. Hasil dari pengujian laboratorium yaitu didapatkan koagulan pada konsentrasi 4% merupakan hasil terbaik yaitu didapatkan nilai pH 6,98, conductivity 221,8 µS/cm, tubidity 3,50 NTU dari hasil tersebut menyatakan bahwa koagulan fly ash bisa digunakan sebagai bahan alternatif pengganti alum karena sifat yang dimiliki relatif sama dan dari uji jar test hasil pengujian sampel yang menggunakan koagulan fly ash mampu membuat sampel kedalam range standard kualitas air PLTU Ombilin. Karena menjadi bahan alternatif pengganti alum maka dengan menggunakan koagulan fly ash ini juga dapat menguntungkan secara materi.