ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pengembangan Investasi Riau menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 250 BCM/Jam sedangkan produksi saat ini hanya berkisar 150 BCM/Jam, artinya target operasi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, seringnya alat angkut menunggu untuk di loading material oleh alat gali, menyebabkan tidak tercapainya target operasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Data aktual didapatkan jumlah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 5 unit Dumptruck Quester CWE370, setelah diperbaiki menggunakan teori antrian maka satu unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 4 unit Dumptruck Quester CWE370, ketersedian alat gali muat Excavator Kobelco SK480LC dengan MA 85% PA 86,36% UA 85% EU 77,37%, sedangkan untuk efisiensi alat angkut Dumptruck Quester CWE370 dengan MA87,5% PA90,90% UA70% EU63,63%. Produksi aktual alat gali muat actual Excavator Kobelco SK480LC adalah 174,9 BCM/jam, Produktivitas alat angkut Dumptruck Quester CWE370 adalah 144,3 BCM/jam, sedangkan untuk produksi setelah perbaikan menggunakan teori antrian adalah 337,4 BCM/ jam, dengan pengurangan 1 unit dumptruck dari sebelumnya berjumlah 5 unit dumptruck, jumlah alat yang dibutuhkan setelah perbaikan adalah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC dan 4 unit Dumptruck Quester CWE370 dengan MF 0,98.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan masyarakat akan jasa Perbankan dari hari ke hari semakin meningkat. Banyak kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan dunia Perbankan misalnya menabung uang, meminjam uang, menerima gaji, pembayaran rekening atau tagihan-tagihan dan lain-lain. Pelayanan yang diberikan oleh pihak Perbankan kepada nasabahnya apabila tidak diberikan sebaik mungkin maka akan menimbulkan masalah. Permasalahan yang paling penting yang terjadi akibat pelayanan yang kurang optimal adalah terjadi antrian panjang sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah. Masalah antrian dapat menimbulkan kesan yang tidak nyaman bagi nasabah dan kesan yang tidak baik akan diberikan oleh para nasabah bagi sistem pelayanan pihak Perbankan. Akibatnya masyarakat akan enggan melakukan transaksi dengan pihak Bank yang bersangkutan. Teori antrian adalah teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian atau baris-baris penungguan. Hingga saat ini Bank Nagari telah melakukan berbagai cara dalam memberikan kepuasaan pelayanan kepada customer. Dimana pihak perbankan melakukan berbagai banyak pengembangan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi, contohnya yaitu Internet Banking, Sms Banking, Automated Teller Machine (ATM), Debit (or check) Card, Direct Deposit, dan masih banyak lagi. Dimana salah satu tujuan dari pengembangan teknologi yang dilakukan oleh pihak bank ini adalah untuk mengurangi antrian pelanggan, tetapi tidak semua nasabah bisa menggunakan teknologi terlebih lagi didaerah terutama di Koto Baru. Nasabah tetap pergi ke kantor bank untuk melakukan transaksi, sehingga menyebabkan antrian panjang dan waktu nasabah banyak terbuang. Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik suatu yaitu berapakah banyak rata-rata pengantri dalam antrian pada jam sibuk dan berapakah waktu rata-rata pengantri dalam antrian jam sibuk.Hasil yang didapat bahwa jumlah nasabah mengantri pada 1 orang teller adalah 7,26 nasabah. Itu baru rata-ratanya saja,bisa jadi ada yang menunggu sampai 10 orang/1 orang teller. Dari waktu tunggu rata-rata dan jumlah rata-rata nasabah yang menunggu layanan pada jam sibuk diatas. Maka perlu penambahan fasilitas 1 orang teller khusus, dimana dia hanya melayani nasabah yang menyetor dalam jumlah yang besar (besar dari 100 juta rupiah), nasabah-nasabah prioritas. Pemerintah bukuan (non tunai) dan realisasi kredit. maka dapat kita simpulkan bahwa rata-rata banyak antrian pada jam sibuk = 7.26 orang dan rata-rata lama waktu mengantri pernasabah = 31,99 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aplikasi Teori Antrian (Queueing Theory) Terhadap Pelayanan Teller Pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Dhamasraya