ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses coal getting sangat mempengaruhi target produksi perusahaan, oleh karena itu diperlukan manajemen yang baik dan benar dengan cara memperbaiki efisiensi waktu kerja dan mengkaji hambatan-hambatan kerja.salah satunya yaitu memperbaiki produktivitas alat muat dan angkut pada proses coal getting. Produktivitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produksi. Pengertian produktivitas alat muat merupakan banyaknya hasil yang telah dikerjakan oleh alat gali muat tersebut per satuan waktu. Semakin besar produktivitas alat tersebut makin cepat sasaran produksi tercapai. Faktor yang dapat mempengaruhi tidak tercapainya target produksi seperti faktor lingkungan, ketersediaan alat, faktor manusia, dan lainnya. Tidak tercapainya produksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan tentunya memberikan dampak bagi perusahaan. Dampak yang ditimbulkan berupa kurangnya keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Menganalisis ketersediaan alat gali muat dan alat angkut pada coal getting, menganalisis produktivitas alat muat dan alat angkut di PT Multi Service Mining setelah perbaikan menggunakan teori antrian. Produktivitas alat gali muat angkut dan alat angkut pada kegiatan coal getting setelah dilakukan evaluasi dengan menggunakan metode antrian ketersedian alat gali muat Excavator Komatshu PC 400 dengan MA= 88,09%, PA= 88,63%, UA= 94,87%, EU= 84,09%, sedangkan untuk efisiensi alat angkut dumpt truck nissan CWB dengan MA= 92,10%, PA= 93,18%, UA= 85,36%, EU= 79,54%. Produksi aktual alat gali muat aktual Excavator Komatshu PC 400 adalah 527.787 BCM/jam, Produktivitas alat angkut Dump Nissan CWB adalah 290,2 BCM/jam, sedangkan untuk produksi setelah perbaikan mengunakan teori antrian adalah 866,80 BCM/ jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang usaha pertambangan batubara berlokasi di Parambahan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Sistem penambangan yang diterapkan oleh PT. Allied Indo Coal Jaya adalah sistem tambang bawah tanah (underground mining) dan tambang terbuka (surface mining) dengan metode open pit mining. Operasi penambangan saat ini sedang berjalan 2 pit, yaitu pit tengah dan pit puncak. Penelitian akan dilaksanakan di pit puncak. Hal ini dikarenakan pada pit puncak tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan perusahaan. Produksi aktual rata-rata 80.870,72 bcm/bulan, sementara target produksi bulanan adalah 110.000,00 bcm/bulan, dengan jarak ke disposal sejauh 2 Km. Pit puncak memiliki 2 fleet, yaitu dengan fleet 1 terdiri dari 1 unit excavator dan 5 unit dump truck serta fleet 2 terdiri dari 1 unit excavator dan 5 unit dump truck.Setelah melalui tahap dalam pengumpulan data serta pengolahan data, maka dilakukan analisa data dari pengolahan data yang didapat. Analisa data ini dilakukan untuk memperoleh besarnya waktu hambatan, nilai efisiensi kerja, nilai ketersediaan alat dan produktivitas aktual serta setelah perbaikan.Target produktivitas PT. Allied Indo Coal Jaya pada kegiatan pengupasan overburden adalah 110.000,00 bcm/bulan, untuk produktivitas aktualnya adalah sebesar 80.870,72 bcm/bulan, sedangkan untuk perhitungan teoritis didapatkan sebesar 81.760,86 bcm/bulan.Efisiensi alat gali muat sebelum dilakukan perbaikan sebesar 0,7666% dan alat angkut sebesar 0,8037%, sedangkan untuk efisiensi alat gali muat setelah dilakukan simulasi perbaikan meningkat menjadi 0,8907% dan efisiensi pada alat angkut meningkat menjadi 0,8870%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pusaka Bumi Transportasi is located in Muara Enim Market II, Muara Enim District, Muara Enim Regency, South Sumatra. The mining system uses a combination method of 1 unit of 702 excavator and 6 units of SRT 95C hauling equipment. Overburden stripping production refers to predetermined production, where the overburden production target in June 2023 is 800,000 bcm/month but only 750,000 bcm/month has been realized. This is because the amount of time wasted due to human factors, environmental factors and equipment factors. The purpose of this study is to analyze the loss time which results in production not being achieved using the overall equipment effectiveness method. Based on quantitative research using primary and secondary data and then repaired by simulating loss time reduction using the OEE method. Production for loading and unloading equipment before repair was 732,888 bcm/month with an OEE value of 29% and for hauling equipment 612,165.6 bcm/month with an OEE value of 47%. After repairs were made, the production of loading and unloading equipment was
1.034.208 bcm/month with an OEE value of 35% and hauling equipment of 808.315,2 bcm/month with an OEE value of 54%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pengembangan Investasi Riau menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 250 BCM/Jam sedangkan produksi saat ini hanya berkisar 150 BCM/Jam, artinya target operasi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, seringnya alat angkut menunggu untuk di loading material oleh alat gali, menyebabkan tidak tercapainya target operasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Data aktual didapatkan jumlah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 5 unit Dumptruck Quester CWE370, setelah diperbaiki menggunakan teori antrian maka satu unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 4 unit Dumptruck Quester CWE370, ketersedian alat gali muat Excavator Kobelco SK480LC dengan MA 85% PA 86,36% UA 85% EU 77,37%, sedangkan untuk efisiensi alat angkut Dumptruck Quester CWE370 dengan MA87,5% PA90,90% UA70% EU63,63%. Produksi aktual alat gali muat actual Excavator Kobelco SK480LC adalah 174,9 BCM/jam, Produktivitas alat angkut Dumptruck Quester CWE370 adalah 144,3 BCM/jam, sedangkan untuk produksi setelah perbaikan menggunakan teori antrian adalah 337,4 BCM/ jam, dengan pengurangan 1 unit dumptruck dari sebelumnya berjumlah 5 unit dumptruck, jumlah alat yang dibutuhkan setelah perbaikan adalah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC dan 4 unit Dumptruck Quester CWE370 dengan MF 0,98.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pebana Adi Sarana menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 20,000 ton/bulan sedangkan produksi aktual hanya berkisar 15.000 ton/bulan yang artinya target produksi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, Kinerja alat yang rendah menjadi salah satu hal yang menyebabkan tidak tercapainya produksi, sehingga perlu dikaji.Tujuan penelitian yang ingin dicapai menganalisis produktivitas aktual alat gali muat dan alat angkut setelah perbaikan dan melakukan analisis perbaikan dengan menggunakan metode quality Control Circle (QCC). Data yang diambil untuk penelitian berupa data Cycle time Excavator dan dump truck, waktu kerja efektif, spesifikasi alat. Produktivitas aktual alat gali muat dan alat angkut pada PT. Pebana Adi Sarana untuk dump truck sebesar 19.146 ton/bulan. truk adalah 16.351 ton/bulan sedangkan untuk dengan metode Quality Control Circle (QCC). perusahaan hanya perlu melakukan penganggakutan dengan jumlah alat yang dibutuhkan 3 unit dump truck Scania p380 dan 1 unit excavator komatsu PC 300 dengan didapatkan produksi sebesar 21.295 ton/bulan telah melebihi target produksi yang di tetapkan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pebana Adi Sarana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang usaha pertambangan dan pengolahan andesit. Secara administrasi daerah eksplorasi terletak di Jorong Mudik Pasar Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 30.000 ton/bulan sedangkan produksi saat ini hanya berkisar 23.000 ton/bulan. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, Tujuan penelitian yang ingin dicapai menganalisis produktivitas aktual alat gali-muat dan alat angkut setalah perbaikan dengan menggunakan metode Linear programming simplex.Data yang diambil untuk penelitian berupa data cycle time excavator dan dump truck, waktu kerja efektif, spesifikasi alat. Produktifitas aktual alat gali muat dan alat angkut pada PT. Pebana Adi Sarana untuk fleet 1 dengan 2 dump truck adalah 10.094 ton/bulan sedangkan untuk fleet 2 dengan 3 dump truck adalah 13.077 ton/bulan sehingga perolehan produksi hanya sebesar 23.171 ton/bulan. Analisis menggunakan metode linear programming simplex dengan bantuan POM for windows perusahaan hanya perlu satu fleet pengangkutan jumlah alat yang dibutuhkan 5 unit dump truck scania P380 dan 1 unit excavator komatsu PC 300 dengan perolehan produksi sebesar 32.638,2 ton/bulan telah melebihi target produksi perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Ansar Terang Crushindo melakukan penambangan batu andesit yang berlokasi di Jorong Pauh Anok, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pada produksi penambangan batu andesit bulan Oktober 2022 menargetkan produksi sebesar 40.000 ton/bulan, sedangkan aktual dilapangan hanya 36.000 ton/bulan. Hal ini dikarenakan peralatan mekanis yang digunakan belum digunakan seefektif mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis loss time terhadap produksi menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE), dimana metode OEE ini merupakan metode untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas pada peralatan mekanisnya. Berdasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan data sekunder, selanjutnya akan dilakukan perbaikan dengan simulasi pengurangan loss time agar dapat meningkatkan efisiensi kerja serta mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan. Pada data aktual di dapatkan produksi menggunakan metode OEE, untuk alat gali muat adalah 38.486,5 ton/bulan dengan nilai OEE nya 35% sedangkan untuk alat angkut produksinya adalah 36.729,5 ton/bulan dengan nilai OEE adalah 33%. Setelah dilakukan perbaikan loss time menggunakan metode OEE, didapatkan produksi alat gali muat Excavator Caterpillar 320D adalah 50.964,86 ton/bulan dengan nilai OEE nya adalah 41%, dan alat angkut Mitsubishi Fuso 220PS produksinya adalah 49.136,75 ton/bulan nilai OEE nya 38%, sedangkan standar OEE kelas dunia itu adalah 85%.