Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Overburden
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Alat Gali Muat Excavator Caterpillar 330 dan Alat Angkut Isuzu Giga 285 Menggunakan Metode Quality Control Circle (QCC) untuk Mencapai Target Produksi Overburden di PT. Allied Indo Coal Jaya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Allied Indo Coal Jaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang usaha pertambangan batubara berlokasi di Parambahan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Sistem penambangan yang diterapkan oleh PT. Allied Indo Coal Jaya adalah sistem tambang bawah tanah (underground mining) dan tambang terbuka (surface mining) dengan metode open pit mining. Operasi penambangan saat ini sedang berjalan 2 pit, yaitu pit tengah dan pit puncak. Penelitian akan dilaksanakan di pit puncak. Hal ini dikarenakan pada pit puncak tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan perusahaan. Produksi aktual rata-rata 80.870,72 bcm/bulan, sementara target produksi bulanan adalah 110.000,00 bcm/bulan, dengan jarak ke disposal sejauh 2 Km. Pit puncak memiliki 2 fleet, yaitu dengan fleet 1 terdiri dari 1 unit excavator dan 5 unit dump truck serta fleet 2 terdiri dari 1 unit excavator dan 5 unit dump truck.Setelah melalui tahap dalam pengumpulan data serta pengolahan data, maka dilakukan analisa data dari pengolahan data yang didapat. Analisa data ini dilakukan untuk memperoleh besarnya waktu hambatan, nilai efisiensi kerja, nilai ketersediaan alat dan produktivitas aktual serta setelah perbaikan.Target produktivitas PT. Allied Indo Coal Jaya pada kegiatan pengupasan overburden adalah 110.000,00 bcm/bulan, untuk produktivitas aktualnya adalah sebesar 80.870,72 bcm/bulan, sedangkan untuk perhitungan teoritis didapatkan sebesar 81.760,86 bcm/bulan.Efisiensi alat gali muat sebelum dilakukan perbaikan sebesar 0,7666% dan alat angkut sebesar 0,8037%, sedangkan untuk efisiensi alat gali muat setelah dilakukan simulasi perbaikan meningkat menjadi 0,8907% dan efisiensi pada alat angkut meningkat menjadi 0,8870%.

87 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut Menggunakan Metode Kapasitas Produksi dan Metode Overall Equipment Effectiveness pada Pengupasan Overburden di PT. Sarolangun Bara Prima

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tidak tercapainya target produksi bulan Agustus tahun 2022 sebesar 70.000 BCM/bulan dikarenakan banyak waktu hambatan dan kurangnya pengawasan terhadap operator dan driver. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas aktual dengan menggunakan metode kapasitas produksi, metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketidak tercapaian target produksi pada pengupasan overburden dengan bantuan diagram fishbone, menganalisis produktivitas setelah perbaikan dengan menggunakan metode kapasitas produksi dan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Data primer yang diambil cycle time dump truck, cycle time excavator, waktu hambatan dan waktu kerja efektif. Produktivias aktual alat gali muat dengan metode kapasitas produksi sebesar 65.967,94 BCM/bulan dan dengan metode OEE sebesar 48.418,90 BCM/bulan. Produktivias aktual alat angkut dengan metode kapasitas produksi sebesar 56.598,09 BCM/bulan dan dengan metode OEE sebesar 65.615,60 BCM/bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian target produksi adalah a) faktor manusia yaitu berhenti bekerja sebelum istirahat, terlambat bekerja sebelum istirahat, berhenti bekerja diawal pada akhir shift, terlambat bekerja pada awal shift; b) faktor lingkungan yaitu hujan; c) faktor peralatan seperti breakdown, pengisian fuel. Produktivias alat gali muat setelah perbaikan dengan metode kapasitas produksi sebesar 85.654,22 BCM/bulan dan dengan metode OEE sebesar 70.101,31 BCM/bulan. Produktivias alat angkut setelah perbaikan dengan metode kapasitas produksi sebesar 74.241,63 BCM/bulan dan dengan metode OEE sebesar 86.070,20 BCM/bulan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perbaikan Loss Time untuk Memenuhi Target Produksi Pengupasan Overburden di Pit Timur PT. Allied Indo Coal Jaya, Kota Sawahlunto

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Allied Indo Coal Jaya yang berlokasi di Parambahan, Kota Sawahlunto melakukan pengupasan overburden menggunakan Excavator CAT 330D dan Dump Truck HINO 500 FM. Target pengupasan overburden pada bulan Agustus 2022 sebesar 35.000 bcm/bulan belum dapat tercapai. Hal tersebut disebabkan karena adanya waktu hilang (loss time) pada saat kegiatan. Tujuan penelitian adalah menghitung waktu hilang pada masing-masing alat, menganalisis efisiensi kerja, serta produktivitas dan faktor keserasian alat selanjutnya melakukan perbaikan yaitu simulasi pengurangan waktu hambatan sebesar 50% pada masing-masing penyebab waktu hilang. Hasil penelitian didapatkan waktu hambatan aktual CAT 330D sebesar 1.580,05 detik dan HINO 500 FM sebesar 5.188 detik. Sedangkan setelah dilakukan analisa perbaikan, didapatkan waktu hambatan CAT 330D sebesar 790,025 detik dan HINO 500 FM sebesar 2.594 detik. Efisiensi kerja aktual CAT 330D yaitu 94% dengan produktivitas sebesar 25.956,7 bcm/bulan dan efisiensi kerja HINO 500 FM yaitu 94% dengan produktivitas sebesar 24.982,3 bcm/jam. Sedangkan setelah dilakukan perbaikan waktu hambatan efisiensi kerja CAT 330D menjadi 97% dengan produktivitas sebesar 37.218,6 bcm/bulan dan efisiensi kerja HINO 500FM yaitu 97% dengan produktivitas sebesar 36.197,9 bcm/bulan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Kerja Excavator Kobelco SK480LC dan Dumptruck Quester CWE370 dengan Menggunakan Teori Antrian pada Pengupasan Overburden untuk Mencapai Target Produksi 250 BCM/Jam

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Pengembangan Investasi Riau menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 250 BCM/Jam sedangkan produksi saat ini hanya berkisar 150 BCM/Jam, artinya target operasi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, seringnya alat angkut menunggu untuk di loading material oleh alat gali, menyebabkan tidak tercapainya target operasi yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Data aktual didapatkan jumlah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 5 unit Dumptruck Quester CWE370, setelah diperbaiki menggunakan teori antrian maka satu unit Excavator Kobelco SK480LC melayani 4 unit Dumptruck Quester CWE370, ketersedian alat gali muat Excavator Kobelco SK480LC dengan MA 85% PA 86,36% UA 85% EU 77,37%, sedangkan untuk efisiensi alat angkut Dumptruck Quester CWE370 dengan MA87,5% PA90,90% UA70% EU63,63%. Produksi aktual alat gali muat actual Excavator Kobelco SK480LC adalah 174,9 BCM/jam, Produktivitas alat angkut Dumptruck Quester CWE370 adalah 144,3 BCM/jam, sedangkan untuk produksi setelah perbaikan menggunakan teori antrian adalah 337,4 BCM/ jam, dengan pengurangan 1 unit dumptruck dari sebelumnya berjumlah 5 unit dumptruck, jumlah alat yang dibutuhkan setelah perbaikan adalah 1 unit Excavator Kobelco SK480LC dan 4 unit Dumptruck Quester CWE370 dengan MF 0,98.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Digging Time Terhadap Recovery Blasting dari Hasil Kegiatan Peledakan Overburden di PT. Harmoni Panca Utama Kalimantan Tengah

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kegiatan peledakkan PT. Harmoni Panca Utama saat ini menggunakan geometri peledakkan burden 8m, spasi 8,5m, power charge 4m, stemming 3m, subdrilling 0,5m dan kedalaman 8m serta tambahan seperti sumbat setinggi 1m menghasilkan nilai recovery blasting 87% dari target >92% dan digging time PC2000 14-15 detik dengan target 10-12 detik. Penetlitian bertujuan untuk mensimulasikan geometri peledakkan dan pola peledakkan untuk mendapatkan recovery blasting sesuai standar perusahaan data primer seperti geometri aktual, pola peledakkan aktual dan nilai digging time aktual. Rekomendasi geometri peledakkan dan variasi di dalam lubang tembak menggunakan geometri burden 8m, spasi 7m, power charge 3m, stemming 3m, subdrilling 0,5m dan kedalaman 7,5m serta tambahan “cap deck” . Sehingga kegiatan peledakkan dapat menghasilkan nilai digging time excavator PC2000 rata-rata 11 detik dan nilai recovery blasting 91,07% pada percobaan minggu pertama September 2022.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perbandingan Volume Pengupasan Overburden Berdasarkan Data Aktual Data Truck Count dan Data Survey PT. Pengembangan Investasi Riau

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam melakukan operasi penambangan, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti adanya perbedaan volume overburden dari data yang dicatat oleh checker atau orang yang mengambil data produksi di lapangan, serta ritase (truck count), dan data yang diperoleh dari tim survey berdasarkan data kemajuan tambang yang diolah menggunakan software surpac, sehingga menyebabkan perhitungan cadangan tahunan tidak sesuai atau disebut rekosiliasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan volume material tanah penutup (overburden) dan faktor-faktor penyebabnya. Data primer yang dibutuhkan cycle time alat muat, cycle time alat angkut, waktu kerja efektif dan koordinat titik survey. Data sekunder yang didapatkan dari perusahaan yaitu data ritase alat angkut dan alat muat, data spesifikasi alat dan peta topografi.Hasil perhitungan cycle time dengan waktu edar alat gali Excavator Cobelco SK 480 20,32 detik dengan alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP 11,25 menit dan alat gali excavator Hitachi 470 ZX 20,6 detik dengan alat angkut Nisaan CWE 370 11,10 menit dengan match factor masing masing alat 0.45 dan 0.50, maka didapatkan volume material tanah penutup sebesar 200.869,74 ton. Hasil perhitungan Truck count atau ritase alat angkut yang merupakan jumlah ritase alat angkut Mitsubishi fuso 220 SP dan Nisaan CWE 370 yang beroperasi untuk hailing overburden didapatkan hasil sebanyak 192.129 ton.Volume overburden hasil pengukuran survey pada tanggal 22 Mei-01 juni 2022 yaitu sebesar 195.809 ton. Selisih perbedaan volume overburden antara dari produksi aktual dan survey yaitu sebesar 2,52%, dan selisih dari cycle time dan truck count atau ritase alat angkut sebesar 4,36%

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketidaktercapaian Target Produksi Overburden pada Bulan Agustus 2021 di Pit Central PT. Saptaindra Sejati Jobsite PT. Adaro Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Target produksi overburden di pit Central PT Saptaindra Sejati jobsite PT Adaro Indonesia pada bulan Agustus 2021 sebesar 3.735.000 BCM/bulan sedangkan produksi aktual belum terpenuhi dimana hanya mencapai angka 2.858.496 BCM atau hanya 77% saja. Tujuan penelitian adalah menganalisis produktivitas aktual, menganalisis faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi, dan menganalisis produksi dengan metode overall equipment effectiveness (OEE). Data primer pada penelitian meliputi waktu edar alat muat dan alat angkut serta waktu kerja efektif, sedangkan data sekunder meliputi target produksi overburden pada bulan Agustus 2021, jadwal kerja, spesifikasi alat muat dan alat angkut, peta loaksi perusahaan, peta wilayah PKP2B, dan peta geologi. Penelitian mengamati 3 fleet yang berada di Pit Central PT. Saptaindra Sejati. Untuk target produksi pada fleet I sebesar 695.000 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 485.000 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 345.000 BCM/bulan. Dengan hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas aktual pengupasan overburden pada fleet I sebesar 627.459,40 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 451.527,95 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 296.035,04 BCM/bulan. Metode perhitungan produksi menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi adalah rendahnya efisiensi kerja alat muat dan angkut, pola pemuatan yang diterpakan, waktu edar (cycle time) alat muat dan alat angkut, efisiensi kerja, dan nilai keserasian alat (match factor). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi yaitu dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif dengan menekan waktu hambatan yang dapat dihindari, dan mengubah pola pemuatan dengan metode double side loading guna untuk menghilangkan waktu spotting time pada alat angkut. Sehingga produksinya tercapai dengan hasil produksi pada fleet I sebesar 750.388,74 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 536.239,18 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 366.310,19 BCM/bulan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Produksi Pengupasan Tanah Penutup (Overburden) untuk Pencapaian Target Produksi pada PT. Ansar Terang Crushindo

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Ansar Terang Crushindo merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Pauh Anok, Nagari Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Produksi pemindahan tanah penutup (overburden) pada bulan juni dan juli 2021 belum mencapai target yaitu 63.000 bcm dan 65.000 bcm, produksi aktual pada bulan tersebut sebesar 52.416 bcm dan 53.376 bcm dengan persentase 83,2 % dan 82,12 %. Analisis produksi pengupasan tanah penutup (overburden) diperlukan untuk mengetahui penyebab tidak tercapainya produksi pada bulan Juni dan Juli 2021. Metode yang digunakan untuk perbaikan ini adalah dengan memperhatikan lebar front loading agar Dump Truck dapat bermanuver dengan baik dan memperbaiki waktu kerja efektif. Target produksi yang ditetapkan perusahaan pada bulan agustus adalah 65.000 bcm. Dalam menganalisis pengupasan tanah penutup (overburden) tidak terlepas dari waktu edar alat muat dan alat angkut, waktu kerja perusahaan, dan hambatan-hambatan yang sering terjadi pada proses pengupasan tanah penutup (overburden). Hasil analisis menyimpulkan bahwa untuk target produksi pada bulan agustus sebesar 65.000 bcm tidak tercapai karena banyaknya hambatan-hambatan yang terjadi. Produksi yang didapat sebelum perbaikan adalah 60.987,77 bcm dengan efisiensi kerja 45,13 %. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan maka dilakukan perbaikan efisiensi kerja dari 45.13% menjadi 50.01 % dengan produksi sebelum perbaikan 60.987,77 bcm menjadi 67.582,51 bcm. Dengan perbaikan efisiensi kerja tersebut berdampak meningkatnya produksi dan mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail