ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pusaka Bumi Transportasi is located in Muara Enim Market II, Muara Enim District, Muara Enim Regency, South Sumatra. The mining system uses a combination method of 1 unit of 702 excavator and 6 units of SRT 95C hauling equipment. Overburden stripping production refers to predetermined production, where the overburden production target in June 2023 is 800,000 bcm/month but only 750,000 bcm/month has been realized. This is because the amount of time wasted due to human factors, environmental factors and equipment factors. The purpose of this study is to analyze the loss time which results in production not being achieved using the overall equipment effectiveness method. Based on quantitative research using primary and secondary data and then repaired by simulating loss time reduction using the OEE method. Production for loading and unloading equipment before repair was 732,888 bcm/month with an OEE value of 29% and for hauling equipment 612,165.6 bcm/month with an OEE value of 47%. After repairs were made, the production of loading and unloading equipment was
1.034.208 bcm/month with an OEE value of 35% and hauling equipment of 808.315,2 bcm/month with an OEE value of 54%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pacific merupakan suatu perusahaan tambang swasta yang beroperasi di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. PT. Bintang Sumatra Pacific menetapkan produksi batu andesit pada Bulan Juni 2023 sebesar 15.000 ton/bulan sedangkan aktual hanya 13.000 ton/bulan, yang disebabkan oleh beberapa pengaruh yang mengakibatkan tidak tercapainya target produksi salah satunya adalah loss time. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis loss time terhadap produksi menggunakan metode overall equipment effectiveness, yang mana metode ini merupakan metode untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas pada alat mekanis. Penelitian ini termasuk kepada penelitian kuantitatif, dimana menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang dibutuhkan yaitu cycle time alat gali muat, cycle time alat angkut, hambatan yang terjadi dilapangan, repair dan standby alat sedangkan untuk data sekunder yang dibutuhkan berupa data produksi aktual, target produksi, spesifikasi alat, jam kerja dan faktor pengisian bucket. Hasil penelitian menghasilkan efisiensi kerja alat gali muat excavator hitachi zaxis 210-5G yaitu 59%, sedangkan alat angkut dump truck hino type turbo charge intercooler yaitu 56%. Untuk produktivitas menggunakan metode OEE diperoleh produksi alat gali muat sebesar 12.384,23 ton/bulan dengan nilai OEE sebesar 41% dan alat angkut sebesar 11.079,56 ton/bulan dengan nilai OEE sebesar 39%. Setelah dilakukan perbaikan terhadap hambatan yang dapat dihindari, produksi meningkat yaitu alat gali muat 17.930,51 ton/bulan nilai OEE 49% dan produksi alat angkut 16.788,04 ton/bulan nilai OEE 48%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Target produksi pengupasan overburden pada bulan April 2022 sebesar 30.000 Bcm/bulan. Berdasarkan data aktual didapatkan produksi pengupasan overburden sebesar 23.348 Bcm/bulan. Berdasarkan observasi dilapangan ditemukan adanya waktu loss time kategori idle time sebesar1,16 jam/hari dan kategori delay time sebesar 0,51 jam/hari, adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut, menganalisis efisiensi kerja dan nilai ketersedian alat gali muat dan alat angkut dan mendapatkan waktu optimal loss time menggunakan metode regresi linier multivariate. Hasil perhitungan efisiensi kerja dari alat gali muat excavator CAT 330 D L berdasarkan rata-rata nilai efisiensi kerja harian sebesar 89,14% dan alat angkut (DT-017) sebesar 88,29% , dengan nilai ketersediaan alat dari unit excavator CAT 330 D L didapatkan MA 99% , PA 99%,UA 78% dan EU 77,4%. Dan alat angkut (DT-017 didapatkan MA 99%, PA 96%, UA 78,2% dan EU 77,8%. Selanjutnya melakukan simulasi waktu losstime. Berdasarkan persamaaan regresi linier multivariate Y =1276,8 + -127,4 (X1) + -452,6 (X2). Maximal kategori idle time (X1) sebesar 0,96 jam /hari jika X1= 0 dan delay time (X2) sebesar 0,27 jam/hari jika X2 = 0, sehingga didapatkan persamaan matematis dari rumus gradient X2 = -3,555,6X2 + 0,96. Maka dapat dilakukan simulasi waktu losstime, didapatkan waktu optimal loss time untuk mencapai target produksi sebesar 0,84 jam/hari di luar waktu non produktif (waktu istirahat). Menghasilkan produksi pengupasan overburden sebesar 1.156,7 Bcm/hari dengan total produksi sebesar 30.074 Bcm/bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam Kegiatan Penambangan PT. Pama Persada Nusantara sering terjadi adanya ketidaksesuaian antara rencana dengan kondisi aktual dilapangan dimana target waktu kerja dan target produksi mengalami ketidaksesuaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual, menganalisis losstime menggunakan regresi linier berganda serta menganalisis efisiensi penggunaan alat pada alat gali muat dan alat angkut. Hasil penelitian ini menunjukan target produksi aktual diperoleh 295.942 BCM/bulan dan masih di bawah target produksi yaitu sebesar 373.269 BCM/bulan. Dan hasil persamaan model matematis analisis regresi linear berganda yang dihasilkan dari hubungan delay time (variable bebas X1) dan idle time (variable bebas X2) terhadap target produksi (variable terikat Y) adalah sebagai berikut excavator 1250 (1173) Y= 12730,208 + -188,352X1 + -852,658X2 dengan losstime optimal yang dapat diterapkan pada excavator dengan waktu idle 0,85 jam/hari dan waktu delay 3,8 Jam/hari. Sedangkan untuk HD 785 fleet (1173) Y= 4489,547 + -135,417X1 + -292,811X2 dengan waktu idle 0,64 Jam/hari dan waktu delay 1,39 jam/hari. Dan hasil dari analisis waktu kerja efektif dan efisiensi kerja untuk alat gali muat sebelum dilakukan perbaikan 66% maka setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja sebesar 78%. Dan alat muat sebelum perbaikan efisiensi kerja 65% setelah perbaikan efisiensi kerja 90%.