Profil penulis
ADI
186 karya publik ditemukan.
Statistika Dasar
Teknik Penyediaan Air Minum Perpipaan
Ergonomi Suatu Pengantar
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih (Studi Kasus di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang)
Air adalah sumber daya alam yang sangat penting bagi manusia. Kebutuhan akan air bersih semakin meningkat tiap harinya, hal ini disebabkan karena jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan air bersih. Kecamatan Koto Tangah memiliki jumlah penduduk 169.730 jiwa berdasarkan data produksi bulan Desember 2018 wilayah utara memproduksi 652.017 m3 total kehilangan air sebanyak 357.378 m3. Dengan meningkatnya populasi penduduk di wilayah tersebut maka kebutuhan air bersih akan terus meningkat. Guna memenuhi kebutuhan air perlu di evaluasi sistem jaringan air bersih. Hasil yang diperoleh menggunakan perhitungan manual dan software epanet. Kebutuhan air yang di dapatkan tahun 2017 dan 2022 adalah 27.564.485,416 ltr/hr dan 35.139.612,504 ltr/hr. Sehingga dari evaluasi sistem jaringan distribusi air bersih di kecamatan koto tangah memerlukan penyesuaian diameter pipa.
Analisis Produktivitas Bagian Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) di PT. Bintara Tani Nusantara
PT. Bintara Tani Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kelapa sawit yang memproduksi minyak CPO yang sejauh ini belum mengetahui tingkat produktivitasnya. OMAX adalah suatu sistem pengukuran produktivitas parsial yang dikembangkan untuk memantau produktivitas di tiap bagian perusahaan dengan kriteria produktivitas yang sesuai dengan keberadaan bagian tersebut (objektif). Produktivitas merupakan salah satu faktor penting untuk penunjang kelangsungan hidup suatu perusahaan dengan cara menganalisa dan mengevaluasi keluaran yang didapat berdasarkan atas tingkat unjuk kerjanya selama periode tertentu. Untuk mengetahui tingkat produktivitas bagian produksi saat ini maka perlu dilakukan pengukuran produktivitas, karena hasil pengukuran produktivitas ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menerapkan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah produktivitas bahan baku, produktivitas jam kerja efektif dan efektifitas produksi. Nilai produktivitas tertinggi terdapat pada bulan Agustus dengan jumlah nilai 110,66 % sedangkan nilai terendah terdapat pada bulan November dengan nilai -4,33 %. Diagram sebab akibat digunakan untuk mengetahui penyebab turunnya produktivitas bagian produksi CPO. Faktor yang menyebabkan produktivitas menurun adalah kerusakan mesin tippler, bahan baku yang tidak sesuai, dan operator yang kurang ahli.
Kajian Teknis Sistem Penyaliran Area Tambang pada Front B PT. Genesha Minerals Jaya Kab. Sarolangun Prov. Jambi
Pada musim penghujan, front b pt. Genesha Minerals Jaya (gmj) sering tergenang air dari limpasan air hujan disekitar tambang. Pompa atau mine dewatering yang digunakan pt. Gmj belum sesuai dengan debit air yang akan dipompakan, dimana alat masih sering menunggu proses pengeringan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Semakin luas area penambangan atau daerah tangkapan hujan, maka jumlah debit air yang harus ditanggulangi cendrung semakin besar. Kemudian daya pompa dan kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan juga semakin besar. Pemecahan masalah penelitian, yaitu dengan menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi Log Normal, menghitungan intensitas curah hujan, debit limpasan dan daya pompa, serta merancang dimensi kolam pengendapan lumpur, yang dapat menampung air dan lumpur hasil pemompaan sampai waktu pengerukan yaitu dua kali dalam satu tahun. Dari hasil analisa data, didapatkan curah hujan rancangan sebesar 24,89 mm/hari, debit limpasan 0,48 m3/detik dan daya pompa sebesar 89,469 kW. Untuk menampung air dan lumpur hasil pemompaan dibutuhkan volume 1 (satu) kolam pengendapan lumpur sebesar 207,36 m3 . Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa debit air yang harus dipompakan adalah sebesar 1.728 m3/jam. Dengan kapasitas pompa 450 m3/jam dibutuhkan 4 unit pompa, untuk mengeluarkan genangan air pada dasar front penambangan, dan dimensi kolam pengendapan lumpur dengan panjang 10 m, lebar 7 m dan tinggi atau kedalaman 3 m.
Analisis Sumberdaya Terunjuk Batu Andesit Menggunakan Metode Cross Section dan Metode Triangular di PT. Bintang Sumatera Pasifik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat
PT. Bintang Sumatera Pasifik merupakan perusahaan tambang batu andesit swasta yang beroperasi di nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 100044’46,3” Bujur Timur (BT) dan 00001’09,8” Lintang Selatan (LS). Dengan luas Izin Usaha Penambangan 6 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya terunjuk batu andesit menggunakan metode cross section dengan jarak antar section 20 m yang dibantu dengan software Rockworks untuk membuat potongan section serta membuat Block model endapan batu andesit, dan metode triangular grouping yang dibantu dengan software Autodesk land Desktop untuk mengetahui luas dari titik koordinat singkapan. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batu andesit dengan menggunakan metode cross section sebesar 11.826.129,6 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dan dengan menggunakan metode triangular grouping didapatkan sumberdaya terunjuk sebesar 6.529.096,512 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dengan batas elevasi bawah 156 mdpl dan batas elevasi atas 277 mdpl.
Analisis Kualitas Batubara Terhadap Lamanya Penyimpanan Batubara di Stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat
Kualitas batubara merupakan faktor dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen dalam memilih produk yang dihasilkan oleh produsen, untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara. Perlunya dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara adalah karena adanya komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang menyimpang dari kesepakatan standar kualitas batubara yang telah ditentukan, parameter kualitas batubara yang dijadikan sebgai acuan standar pada umumnya terdiri dari nilai kalori (calori value), kandungan sulfur (total sulfur), kandungan air total (total moisture), kandungan abu (ash content). Analisis kualitas batubara terhadap lamanya penyimpanan batubara di stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat. pada saat batubara di stockpile dalam kurun waktu 60 hari terjadinya penyimpangan dari kualitas batubara tersebut, calori value (adb%) terjadi penyimpangan kualitas yang sangat singnifikan pada hari ke 60 dengan rata-rata penyimpangan sebesar 512 kcal/kg, selanjutnya untuk sulfur content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,09 %, selanjutnya untuk ash content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 17,8 %, dan untuk total moisture (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,61 %.
Perancangan E-Commerce Pada Sanjai Yon Pasar Bawah Bukittinggi Menggunakan Metode Business To Costumer (B2C)
E-commerce (electronic commerce) adalah suatu penjualan secara elektronis, yang bisa dilakukan dari jarak jauh (teknologi marketing) yang digunakan diluar toko. Terbatasnya kemampuan pada saat ini, sanjai Yon belum menggunakan atau menerapkan teknologi informasi untuk memudahkan berlangsungnya proses penjualan. Sehingga menimbulkan masalah dalam penjualan produk tersebut, masalah yang timbul pada pihak sanjai Yon yaitu kesulitan dalam memasarkan produknya di luar kota, karena media pemasaran atau promosi hanya ada di daerah Bukittinggi saja. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk mempermudah transaksi penjualan. Mencari informasi yang dibutuhkan dan mempermudah pembelian dibutuhkan panduan, salah satunya adalah E-commerce. Proses penjualan dalam bentuk gambar sehingga penjualan lebih mudah dan lebih baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Memberikan kemudahan terhadap costumer yang berada diluar Kota Bukittinggi yang ingin membeli Sanjai. 2) Memberikan kemudahan dalam mempromosikan produk Sanjai Yon.
Analisis Sumberdaya Terunjuk Batu Andesit Menggunakan Metode Cross Section dan Metode Triangular di PT. Bintang Sumatera Pasifik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat
PT. Bintang Sumatera Pasifik merupakan perusahaan tambang batu andesit swasta yang beroperasi di nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 100044’46,3” Bujur Timur (BT) dan 00001’09,8” Lintang Selatan (LS). Dengan luas Izin Usaha Penambangan 6 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya terunjuk batu andesit menggunakan metode cross section dengan jarak antar section 20 m yang dibantu dengan software Rockworks untuk membuat potongan section serta membuat Block model endapan batu andesit, dan metode triangular grouping yang dibantu dengan software Autodesk land Desktop untuk mengetahui luas dari titik koordinat singkapan. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batu andesit dengan menggunakan metode cross section sebesar 11.826.129,6 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dan dengan menggunakan metode triangular grouping didapatkan sumberdaya terunjuk sebesar 6.529.096,512 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dengan batas elevasi bawah 156 mdpl dan batas elevasi atas 277 mdpl.
Kajian Teknis Sistem Penyaliran Area Tambang pada Front B PT. Genesha Minerals Jaya Kab. Sarolangun Prov. Jambi
Pada musim penghujan, front b pt. Genesha Minerals Jaya (gmj) sering tergenang air dari limpasan air hujan disekitar tambang. Pompa atau mine dewatering yang digunakan pt. Gmj belum sesuai dengan debit air yang akan dipompakan, dimana alat masih sering menunggu proses pengeringan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Semakin luas area penambangan atau daerah tangkapan hujan, maka jumlah debit air yang harus ditanggulangi cendrung semakin besar. Kemudian daya pompa dan kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan juga semakin besar. Pemecahan masalah penelitian, yaitu dengan menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi Log Normal, menghitungan intensitas curah hujan, debit limpasan dan daya pompa, serta merancang dimensi kolam pengendapan lumpur, yang dapat menampung air dan lumpur hasil pemompaan sampai waktu pengerukan yaitu dua kali dalam satu tahun. Dari hasil analisa data, didapatkan curah hujan rancangan sebesar 24,89 mm/hari, debit limpasan 0,48 m3/detik dan daya pompa sebesar 89,469 kW. Untuk menampung air dan lumpur hasil pemompaan dibutuhkan volume 1 (satu) kolam pengendapan lumpur sebesar 207,36 m3 . Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa debit air yang harus dipompakan adalah sebesar 1.728 m3/jam. Dengan kapasitas pompa 450 m3/jam dibutuhkan 4 unit pompa, untuk mengeluarkan genangan air pada dasar front penambangan, dan dimensi kolam pengendapan lumpur dengan panjang 10 m, lebar 7 m dan tinggi atau kedalaman 3 m.
Perancangan E-Commerce Pada Sanjai Yon Pasar Bawah Bukittinggi Menggunakan Metode Business To Costumer (B2C)
E-commerce (electronic commerce) adalah suatu penjualan secara elektronis, yang bisa dilakukan dari jarak jauh (teknologi marketing) yang digunakan diluar toko. Terbatasnya kemampuan pada saat ini, sanjai Yon belum menggunakan atau menerapkan teknologi informasi untuk memudahkan berlangsungnya proses penjualan. Sehingga menimbulkan masalah dalam penjualan produk tersebut, masalah yang timbul pada pihak sanjai Yon yaitu kesulitan dalam memasarkan produknya di luar kota, karena media pemasaran atau promosi hanya ada di daerah Bukittinggi saja. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk mempermudah transaksi penjualan. Mencari informasi yang dibutuhkan dan mempermudah pembelian dibutuhkan panduan, salah satunya adalah E-commerce. Proses penjualan dalam bentuk gambar sehingga penjualan lebih mudah dan lebih baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Memberikan kemudahan terhadap costumer yang berada diluar Kota Bukittinggi yang ingin membeli Sanjai. 2) Memberikan kemudahan dalam mempromosikan produk Sanjai Yon.
Rancangan Teknis dan Perhitungan Biaya Reklamasi Lahan Bekas Penambangan (Inpit Dump) Blok B PT. Minemex Indonesia, Desa Talang Serdang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Kegiatan yang berkaitan dengan penambangan biasanya identik dengan kerusakan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan reklamasi dimana suatu kegiatan penataaan lahan untuk mengembalikan lahan bukaan tambang agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya. Setiap perusahaan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi pada saat mengajukan permohonan IUP operasi produksi perihal tersebut tertuang PP No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan/Pascatambang dan Permen ESDM 07 tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Oleh karena itu perlu perencanaan yang baik dan sempurna agar keberhasilan reklamasi dapat terwujud. Rencana reklamasi yang akan dilakukan yaitu berada di inpit dump blok B PT Minemex Indonesia dengan luas lahan yang telah dilakukan evaluasi pengukuran pada alat ukur digital planimeter KP-90N yaitu seluas 3,8813 hektar ditanami menggunakan tanaman sengon, kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan yaitu mulai dari penataan lahan hingga revegetasi. Dari tahapan-tahapan kegiatan reklamasi tersebut dapat ditentukan biaya langsung dan biaya tidak langsungnya. Berdasarkan rancangan teknis kegiatan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia yang diantaranya adalah kegiatan penataan guna lahan meliputi (penanganan material overburden dan penanganan material top soil) serta kegiatan revegetasi meliputi (penebaran LCC, Pengajiran, penggalian lubang tanam, penyediaan bibit dan pemupukan/perawatan). dari rancangan teknis kegiatan tersebut diperoleh biaya langsung dan tidak langsung, dimana biaya langsung diperoleh dari kegiatan meliputi biaya penataan guna lahan sebesar Rp4.829.341.850,00,- biaya revegetasi sebesar Rp 65.887.000,00,- serta biaya tidak langsung yang diperoleh dari persen biaya langsung yaitu sebesar Rp.954.553.770 maka total biaya keseluruhan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia adalah sebesar Rp 5.849.701.311,00,-.
Rancangan Teknis dan Perhitungan Biaya Reklamasi Lahan Bekas Penambangan (Inpit Dump) Blok B PT. Minemex Indonesia, Desa Talang Serdang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Kegiatan yang berkaitan dengan penambangan biasanya identik dengan kerusakan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan reklamasi dimana suatu kegiatan penataaan lahan untuk mengembalikan lahan bukaan tambang agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya. Setiap perusahaan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi pada saat mengajukan permohonan IUP operasi produksi perihal tersebut tertuang PP No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan/Pascatambang dan Permen ESDM 07 tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Oleh karena itu perlu perencanaan yang baik dan sempurna agar keberhasilan reklamasi dapat terwujud. Rencana reklamasi yang akan dilakukan yaitu berada di inpit dump blok B PT Minemex Indonesia dengan luas lahan yang telah dilakukan evaluasi pengukuran pada alat ukur digital planimeter KP-90N yaitu seluas 3,8813 hektar ditanami menggunakan tanaman sengon, kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan yaitu mulai dari penataan lahan hingga revegetasi. Dari tahapan-tahapan kegiatan reklamasi tersebut dapat ditentukan biaya langsung dan biaya tidak langsungnya. Berdasarkan rancangan teknis kegiatan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia yang diantaranya adalah kegiatan penataan guna lahan meliputi (penanganan material overburden dan penanganan material top soil) serta kegiatan revegetasi meliputi (penebaran LCC, Pengajiran, penggalian lubang tanam, penyediaan bibit dan pemupukan/perawatan). dari rancangan teknis kegiatan tersebut diperoleh biaya langsung dan tidak langsung, dimana biaya langsung diperoleh dari kegiatan meliputi biaya penataan guna lahan sebesar Rp4.829.341.850,00,- biaya revegetasi sebesar Rp 65.887.000,00,- serta biaya tidak langsung yang diperoleh dari persen biaya langsung yaitu sebesar Rp.954.553.770 maka total biaya keseluruhan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia adalah sebesar Rp 5.849.701.311,00,-.
Perancangan Reaktor Biogas di UPTD Pasar Ternak Palangki
PERANCANGAN REAKTOR BIOGAS DI UPTD PASAR TERNAK PALANGKI Nama : Ashadi Rizki Zumaro NPM : 1210024428001 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT ABSTRAK Sektor peternakan menyumbang 37% metana dan 65% nitro oksida (lebih kuat dari CO2), gas metana adalah sebuah gas yang dihasilkan dari proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton/tahun dan metana yang terlepas dari kotoran hewan mencapai 18 juta ton/tahun. (Laporan LIVESTOCKS, FAO tahun 2007). Apabila disederhanakan, tulisan diatas menerangkan bahwa limbah kotoran yang dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa ikut memberikan andil terhadap pemanasan global (Global Warming) hal itu disebabkan tidak adanya perlakuan yang tepat dan kotoran disimpan di area terbuka sehingga terkena sinar matahari langsung akibatnya gas metan yang dihasilkan dari kotoran hewan menguap. Salah satu sumber dari kotoran hewan yang ada di Indonesia adalah pasar ternak. UPTD Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak terbesar se-Sumatera Barat, Pasar Ternak ini berada di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, rata-rata setiap tahun (2011 – 2016) hewan yang masuk ke UPTD ini mencapai 22215 ekor, salah satu solusi teknologi untuk mengatasi kotoran hewan adalah biogas.
Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Pada Smartphone dengan Metode Forward Chaining
SISTEM PAKAR MENDETEKSI KERUSAKAN PADA SMARTPHONE DENGAN METODE FORWARD CHAINING Nama : Halimah Tusaadiah NPM : 1310024262002 Pembimbing I : Veni Wedyawati, M.Kom Pembimbing II : Eko Amri Jaya, M.Kom RINGKASAN Smartphone menjadi alat komunikasi yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari yang mempermudah segala aktifitas dan merupakan alat komunikasi yang mempunyai fasilitas canggih. Terkadang para penggunanya lupa akan kondisi dari smartrphonenya sehingga terjadi kerusakan. Kerusakan yang berawal dari kerusakan kecil menjadi kerusakan yang lebih parah menyebabkan smartphone tidak dapat digunakan lagi. Terkadang para pengguna smartphone menganggap kerusakan tersebut sebagai hal yang biasa. Karena kurangnya pengetahuan dari para pengguna smartphone tentang masalah-masalah, ciri-ciri kerusakan dan jenis kerusakan. Pembuatan aplikasi yang dirancang menggunakan sistem pakar dengan menghubungkan pengetahuan dan penelusuran data yang memerlukan keahlian dan pengetahuan seorang pakar dalam menyelesaikan masalah. Sistem pakar yang digunakan dengan meggunakan pengetahuan seorang pakar dapat membantu memecahkan masalah dalam mengambil keputusan bagi orang awam yang kurang pengetahuan.
Kota Singa
Perancangan Reaktor Biogas di UPTD Pasar Ternak Palangki
PERANCANGAN REAKTOR BIOGAS DI UPTD PASAR TERNAK PALANGKI Nama : Ashadi Rizki Zumaro NPM : 1210024428001 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT ABSTRAK Sektor peternakan menyumbang 37% metana dan 65% nitro oksida (lebih kuat dari CO2), gas metana adalah sebuah gas yang dihasilkan dari proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton/tahun dan metana yang terlepas dari kotoran hewan mencapai 18 juta ton/tahun. (Laporan LIVESTOCKS, FAO tahun 2007). Apabila disederhanakan, tulisan diatas menerangkan bahwa limbah kotoran yang dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa ikut memberikan andil terhadap pemanasan global (Global Warming) hal itu disebabkan tidak adanya perlakuan yang tepat dan kotoran disimpan di area terbuka sehingga terkena sinar matahari langsung akibatnya gas metan yang dihasilkan dari kotoran hewan menguap. Salah satu sumber dari kotoran hewan yang ada di Indonesia adalah pasar ternak. UPTD Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak terbesar se-Sumatera Barat, Pasar Ternak ini berada di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, rata-rata setiap tahun (2011 – 2016) hewan yang masuk ke UPTD ini mencapai 22215 ekor, salah satu solusi teknologi untuk mengatasi kotoran hewan adalah biogas.
Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Pada Smartphone dengan Metode Forward Chaining
SISTEM PAKAR MENDETEKSI KERUSAKAN PADA SMARTPHONE DENGAN METODE FORWARD CHAINING Nama : Halimah Tusaadiah NPM : 1310024262002 Pembimbing I : Veni Wedyawati, M.Kom Pembimbing II : Eko Amri Jaya, M.Kom RINGKASAN Smartphone menjadi alat komunikasi yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari yang mempermudah segala aktifitas dan merupakan alat komunikasi yang mempunyai fasilitas canggih. Terkadang para penggunanya lupa akan kondisi dari smartrphonenya sehingga terjadi kerusakan. Kerusakan yang berawal dari kerusakan kecil menjadi kerusakan yang lebih parah menyebabkan smartphone tidak dapat digunakan lagi. Terkadang para pengguna smartphone menganggap kerusakan tersebut sebagai hal yang biasa. Karena kurangnya pengetahuan dari para pengguna smartphone tentang masalah-masalah, ciri-ciri kerusakan dan jenis kerusakan. Pembuatan aplikasi yang dirancang menggunakan sistem pakar dengan menghubungkan pengetahuan dan penelusuran data yang memerlukan keahlian dan pengetahuan seorang pakar dalam menyelesaikan masalah. Sistem pakar yang digunakan dengan meggunakan pengetahuan seorang pakar dapat membantu memecahkan masalah dalam mengambil keputusan bagi orang awam yang kurang pengetahuan.