Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MM

116 karya publik ditemukan.

2026: 102025: 112024: 182023: 132022: 192021: 42020: 42019: 222018: 52017: 62016: 4

Kajian Teknis Sistem Dewatering Tambang pada Penambangan Batubara di CV. Air Mata Emas

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada CV. Air Mata Emas (AME) terdapat genangan air pada jalan penambangan yang diakibatkan dari adanya luapan air limpasan dan air sump (bak kontrol), serta penggunaan pompa yang belum optimal pada area sump (bak kontrol). Dengan dimensi sump (bak kontrol) aktual yaitu 70 m x 15 m x 8 meter dengan volume sump aktual 6600 m3. Dimensi saluran yaitu tinggi 1 m, lebar bawah 1,6 m lebar atas 2,2 m, panjang saluran 60 m, dengan kemiringan 20˚. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit limpasan pada area penambangan, menganalisis dimensi ideal sump (bak kontrol) CV. Air Mata Emas dan menganalisis kebutuhan pompa yang dibutuhkan untuk mengalirkan air dari sump (bak kontrol) ke KPL. Data primer yang digunakan meliputi: titik koordinat dan elevasi, dimensi sump, panjang pipa. Data sekunder yang digunakan meliputi: data curah hujan 10 tahun terakhir, spesifikasi pompa, peta geologi, peta topografi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan debit limpasan 2595,65 m3/jam. Dimensi sump (bak kontrol) pada CV. AME setelah diperluas yaitu 80 m x 15 m x 7 m dengan volume 7200 m3, namun kondisi ini belum mampu menampung volume air yang masuk sejumlah 50539,65 m3. Kebutuhan pompa berdasarkan hasil perhitungan adalah 5 unit dengan durasi pemompaan 3 jam sehari. Oleh karena itu trial and error yang dilakukan terhadap kebutuhan pompa dan durasi pemompaan maka. Rekomendasi bagi perusahaan adalah menambah 1 unit pompa dengan spesifikasi yang sama dengan jam operasi pompa bisa kurang dari 10 jam dan dibantu dengan pompa yang sudah ada.

Analisis Tingkat Kestabilan Lereng Alami dan Lereng Timbunan pada PT. Bintang Sumatra Pacific Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bintang Sumatra Pacific adalah salah satu perusahaan tambang batuan andesit yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena rata-rata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. PT. Bintang Sumatra Pacific memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 14,24 KN/m3 dan lereng timbunan 16,32 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software slide v 6.0 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,732 dan 0,698 untuk lereng timbunan didapatkan FK 0,724 dan 0,696 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,346 dan lereng timbunan 0,532. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.

Analisis Pengaruh Dimensi Tumpukan Batubara Terhadap Terjadinya Swabakar di Area Stockpile PT. Edco Persada Energi

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Edco Persada Energi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang terletak di Desa Pematang, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Berdasarkan pengamatan dilapangan diketahui bahwa stockpile yang sering mengalami swabakar adalah stockpile dengan timbunan raw coal. Hal ini disebabkan karena batubara yang berada pada timbunan raw coal ini memiliki grade Sub-bituminous yang memiliki kalori sebesar 4000-5000 kkal/kg yang ditimbun terlalu lama yaitu sekitar 3 bulan selain itu pada PT. Edco Persada Energi juga tidak pernah dilakukan pengecekan suhu dan dimensi timbunan hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya swabakar pada timbunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis suhu, dimensi timbunan dan manajemen stockpile yang di terapkan pada PT. Edco Persada Energi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya swabakar di area stockpile PT. Edco Persada Energi. Dari hasil penelitan didapatkan Suhu rata-rata timbunan row coal berkisar antara 35,8oC sampai 50,2oC. Sedangkan suhu rata-rata timbunan screen coal berkisar antara 33,0oC sampai 41,2oC. Dan dimensi timbunan dilapangan yang berbentuk limas terpancung dengan tinggi timbunan 6 m, sisi bidang bawah timbunan 60 m, dan sisi bidang atas timbunan 30 m dengan sudut kemiringan 40o dan penyimpanan batubara pada stockpile untuk timbunan pada row coal adalah 6 minggu. Sedangkan pada timbunan screen coal lama waktu penimbunan adalah 3 minggu. Sedangkan manajemen stockpile yang ditetapkan pada PT. Edco Persada Energi untuk timbunan row coal adalah sistem first in late out (FILO) dan pada timbunan screen coal manajemen stockpile yang ditetapkan adalah sistem first in first out (FIFO). sistem first in first out (FIFO).

Analisis Faktor Keamanan Lereng pada Tambang Terbuka di PT. Bintang Sumatera Pasific dengan Menggunakan Rock Mass Rating dan Metode Bishop

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan salah satu perusahan tambang yang melakukan kegiatan penambangan di kenagarian manggilang, kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Komuditas bahan galian berupa andesit dengan luas izin usaha penambangan ( IUP) 6 Ha. Mulai berproduksi pada maret 2016, dengan menerapkan system penambangan terbuka (surface mining ) yaitu suatu kegiatan pengalian bahan galian dimana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar. Pada zona 1 memiliki kemiringan lereng yang curam yaitu sebesar 86º, dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal(extremely steep) dan memiliki ketinggian sebesar 42 meter. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kestabilan lereng pada zona 1 PT. Bintang Sumatera Pasific, Hal ini merupakan permasalahan yang penting karena ini menyangkut masalah keselamatan pekerja dan peralatan serta bangunan yang ada pada lereng tersebut, pekerjaan dengan metode tambang terbuka sering di temukan lereng yang tidak stabil dan dapat menggangu kegiatan produksi yang berakibat tidak tecapainya target produksi yang direncanakan. kestabilan pada lereng ini menggunakan perhitungan menggunakan Rock Mass Rating yang diusulkan oleh Bieniawski (1989)dan Metode Bishop yang di perkenalkan oleh A.W. Bishop yang mana di pakai untuk menganalisis permukaan gelincir (slip surface).

Evaluasi Ketidaktercapaian Target Produksi Overburden pada Bulan Agustus 2021 di Pit Central PT. Saptaindra Sejati Jobsite PT. Adaro Indonesia

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Target produksi overburden di pit Central PT Saptaindra Sejati jobsite PT Adaro Indonesia pada bulan Agustus 2021 sebesar 3.735.000 BCM/bulan sedangkan produksi aktual belum terpenuhi dimana hanya mencapai angka 2.858.496 BCM atau hanya 77% saja. Tujuan penelitian adalah menganalisis produktivitas aktual, menganalisis faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi, dan menganalisis produksi dengan metode overall equipment effectiveness (OEE). Data primer pada penelitian meliputi waktu edar alat muat dan alat angkut serta waktu kerja efektif, sedangkan data sekunder meliputi target produksi overburden pada bulan Agustus 2021, jadwal kerja, spesifikasi alat muat dan alat angkut, peta loaksi perusahaan, peta wilayah PKP2B, dan peta geologi. Penelitian mengamati 3 fleet yang berada di Pit Central PT. Saptaindra Sejati. Untuk target produksi pada fleet I sebesar 695.000 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 485.000 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 345.000 BCM/bulan. Dengan hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas aktual pengupasan overburden pada fleet I sebesar 627.459,40 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 451.527,95 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 296.035,04 BCM/bulan. Metode perhitungan produksi menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian produksi adalah rendahnya efisiensi kerja alat muat dan angkut, pola pemuatan yang diterpakan, waktu edar (cycle time) alat muat dan alat angkut, efisiensi kerja, dan nilai keserasian alat (match factor). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi yaitu dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif dengan menekan waktu hambatan yang dapat dihindari, dan mengubah pola pemuatan dengan metode double side loading guna untuk menghilangkan waktu spotting time pada alat angkut. Sehingga produksinya tercapai dengan hasil produksi pada fleet I sebesar 750.388,74 BCM/bulan, pada fleet II sebesar 536.239,18 BCM/bulan, dan pada fleet III sebesar 366.310,19 BCM/bulan.

Arsitektur Assessment Center

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

"Dari sekian banyak buku yang menjelaskan tentang penilaian kompetensi melalui assessment center maupun Tempat Uji Kompetensi (TUK), sangat sedikit yang menjelaskan secara menyeluruh seluruh tahapan dan perangkat asesmen yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penilaian kompetensi. Buku yang ditulis dengan judul ""Arsitektur Assessment Center"" dan telah mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI ini bukan hanya memberikan gambaran yang bersifat substantif, tetapi juga menjelaskan secara lengkap seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pelaksanaan assessment center, baik secara teori maupun praktik terbaik yang terjadi di lapangan. Buku ini juga diharapkan dapat mengisi ruang-ruang kosong dari materi tentang standar kompetensi dan bagaimana cara menilainya. Sehingga setiap orang yang ingin lebih jauh mempelajari tentang assessment center dan perangkatnya, dapat secara cepat memahami, menguasai, dan mempraktekkan penilaian kompetensi, dari mulai merencanakan standar kompetensi, merancang sistem assessment center, hingga menjadi master asesor yang profesional dan handal. Buku ini mengulas secara rinci tentang standar kompetensi yang menjadi persyaratan dalam penilaian kompetensi melalui assessment center dan TUK, serta bagaimana cara mengukurnya. Pembaca juga diajak untuk memahami dan mempraktekkan secara mendalam, proses bisnis assessment center, metode dan alat ukur, dan bagaimana cara membuat alat ukur yang sesuai dengan indikator perilaku ataupun Kriteria Unjuk Kerjanya (KUK)."

Arsitektur dan Organisasi Komputer

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Arsitektur komputer merujuk pada atribut sistem yang visible untuk programmer atau, dengan kata lain, atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis suatu program. Contoh dari atribut meliputi set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk mewakili berbagai jenis data (misal : angka, karakter), mekanisme I/O(Input/output), dan teknik untuk pengalamatan memori.

Korelasi Antara Headloss dan Duct Resistance Terhadap Air Volume Pada Sistem Ventilasi Terowongan Manual C2-Cabang 1 PT. Nusa Alam Lestari Kota Sawahlunto

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan Batubara dengan metode tambang bawah tanah, dan memanfaatkan metode Room and Pillar. Dalam proses penambangan bawah tanah diperlukan sistem ventilasi tambang bawah tanah agar dapat mengalirkan udara dari luar menuju terowongan tambang dan membawa udara kotor dari dalam terowongan menuju keluar terowongan tambang. Perencanaan Sistem Ventilasi tidak menimbulkan permasalahan. Permasalahan dalam penambangan sering terjadi akibat tidak sempurnanya pemasangan sistem ventilasi tambang bawah tanah, dan suhu didalam terowongan yang terlalu tinggi yang mana dapat menyebabkan turunnya produktifitas penambangan. Dari hasil pengolahan data didapat jumlah total udara masuk adalah senilai 25,116 m3/s, dan suhu efektif rata-rata 29,7ᵒC dengan kelembaban relative rata-rata 99,9%. Dengan perhitungan Korelasi Headloss dan Duct Resistance terhadap Air Volume adalah R2 0,950 untuk Headloss R2 0,876 untuk Ducth Restistance. Nilai R2 untuk korelasi Headloss dan Duct Resistance membuktikan bahwa antara Headloss dengan Air Volume, sedangkan untuk Duct Resistance dengan Air Volume hubungan korelasinya tidak sebesar Headloss dengan Air Volume memiliki hubungan yang kuat. Maka dari itu untuk pemasalahan suhu dan kelembaban relatif dibutuhkan penambahan jumlah debit udara segar kedalam terowongan tambang bertujuan untuk menurunkan suhu terowongan agar produktifitas pekerja tidak terganggu.

Manajemen Industri Perikanan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pembangunan industri bagi Negara berkembang merupakan kebutuhan yang sangat mutlak. Peningkatan pembangunan industrimemberikan dampak pada percepatan terciptanya struktur ekonomi yang lebih seimbang, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan rangkaian proses produksi industri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehinggadapat mengurangi ketergantungan barang impor serta akan meningkatkan ekspor hasil industri. Faktor yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan suatu industri disebabkan karena kebutuhan manusia akan barang dan jasa. Pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari berupa barang dan jasa dihasilkan dari kegiatan industri. Kegiatan produksi atau pengolahan barang dan jasa dalam industri membutuhkan tenaga manusia. Peningkatan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya, menyebabkan kebutuhan barang dan jasa juga semakin meningkat. Faktor lain yang dapat menyebabkan perkembangan industri adalah keinginan dari pihak penyedia barang dan jasa atau produsenagar memperoleh pendapatan dan keuntungan.

DETEKSI DINI AMDAL DENGAN EARLY WARNING SYSTEM BERBASIS APLIKASI

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupuan manusia, keteledoran manusia dalam mendirikan bangunan untuk industri dengan tanpa memperhatikan dampak dari usaha atau industri yang akan berlangsung di bangunan tersebut juga akan merusak lingkungan fisik dan biologis secara perlahan dan tidak langsung. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu usaha untuk melestarikan kualitas lingkungan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara terutama bagi lingkungan yang berdekatan dengan pemukiman, salah satunya dengan cara mengontrol dampak limbah industry dengan memanfaatkan teknologi. Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan oleh beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu pembangunan dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan, perlu dilakukan analisis atau studi kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan muncul bila suatu rencana kegiatan/usaha akan dilakukan.