Profil penulis
MM
116 karya publik ditemukan.
Rancangan Kincir Angin Five Blade Untuk Penerangan Jalan Tambang CV. Bara Mitra Kencana Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
Energi angin adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik. Kelebihan energi angin ini ada beberapa macam yang pertama energi ini tidak akan habis, energi angin tidak menimbulkan emisi, ramah lingkungan dan tidak banyak memakan tempat seperti pembangkit listrik lainnya. Adapun kelemahan energi ini tidak mudah diprediksi, memerlukan biaya yang tinggi, dan membutuhkan turbin yang banyak. Dari hasil selama 4 hari terhitung mulai tanggal 11-14 Maret 2019 di peroleh area penangkapan angin rata-rata 2m², rata-rata daya angin 26,98 Watt, rata-rata torsi 0,3678 Nm, rata-rata daya kincir 1,839 Watt, dan rata-rata kinerja kincir 8,76 %. Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-1 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,7222x-2,7464 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9879, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat. Dan untuk hubungan antara arus terhdapa daya menghasilkan persamaan empiris Y= 0,0163x-2,8322 sedangkan dari grafik tersebut juga diperoleh nilai R²=0,9839, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan variabel kuat.Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-2 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,6628x-2,2465 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9811, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat
Pengaruh Pola Peledakan Terhadap Fragmentasi Hasil Peledakan Pada Penambangan Batu Andesit di PT. Koto Alam Sejahtera Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat
Fragmentasi adalah istilah yang digunakan sebagai petunjuk ukuran setiap bongkah batuan setelah peledakan. Keberhasilan suatu proses peledakan dapat dilakukan dengan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi bongkah batuan. Fragmentasi yang optimal berkaitan dengan peningkatan produktivitas. Dalam mengontrol ukuran fragmentasi berkaitan dengan geometri, pola peledakan serta perencanaan peledakan yang akan dilakukan. PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan, perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2013 dan mulai beroperasi pada tahun 2015 dengan luas IUP 10 Ha yang beroperasi di Jorong Polong Duo, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota. Dari pengamatan di lapangan masih banyaknya fagmentasi yang berukuran > 80 cm (boulder) yang dihasilkan berkisar ± 20%, sehingga perlu dilakukan kegiatan tambahan untuk memecah kembali boulder. Tujuan penelitian ini adalah menentukan persentase boulder rata-rata yang dihasilkan dari kegiatan peledakan, mengetahui perbandingan fragmentasi hasil peledakan berdasarkan pola peledakan yang diterapkan, menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai persentase rata-rata boulder adalah dengan menganalisa distribusi fragmentasi yang dihasilkan menggunakan software wipfrag, selanjutnya membandingkan distribusi fragmentasi yang dihasilkan dari penerapan pola peledakan boxcut dan excelon dan menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. persentase (boulder) rata-rata yang dihasilkan di PT.Koto Alam Sejahtera untuk peledakan dengan menggunakan pola boxcut mengasilkan nilai 0,808%, untuk pola peledakan excelon menghasilkan nilai 7,944%
Analisis Kestabilan Terowongan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element) di Terowongan THC-01 dan THC-02 Tambang Batubara CV. Tahiti Coal Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.
Analisa Tingkat Kebisingan Sebagai Upaya Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan (K3) di Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT. X Kota Padang
Risiko kerusakan pendengaran pada pekerja dapat disebabkan oleh bising yang tinggi atau jumlah waktu paparan yang berlebihan. Pekerja lapangan di Unit Pembangkitan Listrik Tenaga Uap PT. X Kota Padang setiap hari berhubungan dengan mesin-mesin pembangkit listrik yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kebisingan yang ada dilokasi penelitian dan mengetahui waktu pemaparan maksimal yang diperbolehkan. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan perhitungan tingkat kebisingan yang terjadi di Unit Pembangkitan Listrik Tenaga Uap PT. X Kota Padang berdasarkan KepMenLH No 48 Tahun 1996 dan SNI 7231-2009 kemudian melakukan analisa waktu maksimal pekerja terpapar kebisingan yang ditimbulkan berdasarkan metode perhitungan NIOSH. Dari hasil penelitian, empat titik sampel yang diambil berada di atas Nilai Ambang Batas (NAB) PerMenKes Republik Indonesia No 70 Tahun 2016. Waktu terlama pemaparan yaitu titik 4 (Area Condensar Water Pump) dengan waktu pemaparan maksimal selama 6,83 jam, sedangkan waktu pemaparan paling singkat yaitu titik 2 (Area Boiler) dengan lama pemaparan diperbolehkanhanya selama 7,26 menit. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk Unit Pembangkitan Listrik Tenaga Uap PT. X Kota Padang dalam penerapan Sistem Manjemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di Unit Pembangkitan Listrik Tenaga Uap PT. X Kota Padang.
10 Langkah Belajar Logika Dan Algoritma Menggunakan Bahasa C dan C++ di GNU/linux
Ulasan Tuntas Tentang Tiga Prinsip Pokok
Pengolahan Limbah Berkelanjutan
Tiga Landasan Utama
52 Persoalan Sekitar Hukum Haid
Dosa dosa Yang Dianggap Biasa
Panduan Mudah Belajar Arduino Menggunakan Sikulassi Proteus
Manajemen Sumber Daya Manusia
Dasar-Dasar Asuransi
Pengembangan Produk
Studi Kelayakan Proyek
Darah Kebiasaan Wanita
Iman
Analisis Kestabilan Terowongan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element) di Terowongan THC-01 dan THC-02 Tambang Batubara CV. Tahiti Coal Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.
Rancangan Kincir Angin Five Blade Untuk Penerangan Jalan Tambang CV. Bara Mitra Kencana Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
Energi angin adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik. Kelebihan energi angin ini ada beberapa macam yang pertama energi ini tidak akan habis, energi angin tidak menimbulkan emisi, ramah lingkungan dan tidak banyak memakan tempat seperti pembangkit listrik lainnya. Adapun kelemahan energi ini tidak mudah diprediksi, memerlukan biaya yang tinggi, dan membutuhkan turbin yang banyak. Dari hasil selama 4 hari terhitung mulai tanggal 11-14 Maret 2019 di peroleh area penangkapan angin rata-rata 2m², rata-rata daya angin 26,98 Watt, rata-rata torsi 0,3678 Nm, rata-rata daya kincir 1,839 Watt, dan rata-rata kinerja kincir 8,76 %. Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-1 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,7222x-2,7464 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9879, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat. Dan untuk hubungan antara arus terhdapa daya menghasilkan persamaan empiris Y= 0,0163x-2,8322 sedangkan dari grafik tersebut juga diperoleh nilai R²=0,9839, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan variabel kuat.Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-2 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,6628x-2,2465 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9811, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat