ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT.Bina Sarana Sukses merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha jasa pertambangan, penyewa alat berat dan perusahaan kontraktor pertambangan yang dipercaya oleh PT.Prima Mulia Sarana Sejahtera dengan luas WIUP seluas 4.179 Ha.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah lapisan batubara mengukur jumlah sumberdaya batubara dengan menggunakan menggunakan metode cross section dan metode triangularmenggunakan Software autodesk land desktop. Dimana metode cross section ini membagi endapan menjadi sayatan penampang dengan interval tertentuyangmenggunakan 40 titik koordinat, dimana 15 titik koordinat dari data pemboran dan 25 titik koordinat dari data survey danmetode triangular ini mengikat tiga titik pengeboran sehingga membentuk segitiga blok yang menggunakan 15 titikkoordinat dari data pemboran. Hasil dari pengolahan data sumberdaya terukur metode cross section didapat volume batubara 12.740.797,4m3, tonase batubara 16.563.036,61ton dan hasil sumberdaya terukur dengan metode triangular didapat volume batubara 503.336,726m3, tonase batubara 689.129,581ton. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan design pit penambangan pit A1 3 jenjang di mana setiap jenjang memiliki 9 meter dengan geometri lereng tinggi 30 m, lebar 9 m dan sudut 40.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Multi Service Mining adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan Batubara di Peranap, Kec. Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Saat ini PT. Multi Service Mining bekerja sama dengan PT. Samantaka Batubara dengan luas wilayah IUP kegiatan produksi 19.040 Ha. Pada pit selatan belum adanya model endapan dan perhitungan cadangan batubara. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah cadangan batubara dan volume overburden. Metode yang digunakan untuk mendapatkan perhitungan cadangan menggunakan metode cross section, metode circular dan metode triangular. Dari hasil menggunakan metode cross section didapatkan total volume overburden sebesar 4.525.513 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 2.520.342,5 MT. Hasil menggunakan metode circular didapatkan total volume overburden sebesar 5.205.954 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 2.694.800,09 MT. Sedangkan menggunakan metode triangular didapatkan total volume overburden sebesar 3.969.371 m³ dan total cadangan batubara didapatkan sebesar 1.974.845,6 MT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Duta Alam Sumatera (PT. DAS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batubara, yang berlokasi di Desa Payo Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan dengan sistem penambangan yang dilakukan merupakan tambang terbuka. PT. Duta Alam Sumatera memegang hak izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi pada tambang batubara seluas 357 Ha. Perusahaan saat ini sedang melakukan pengeboran yang memiliki 16 titik lubang bor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah sumberdaya batubara. Perhitungan sumberdaya batubara ini dilakukan dengan menggunakan metode Cross Section, Cilcular dan Polygon dengan data-data seperti kondisi geologi di lapangan dan data pengeboran, kemudian data tersebut diaplikasikan dengan program-program pendukung seperti Rockworks16 dan surpac 6.3. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya batubara dengan metode Cross Section sebanyak 57.558.02 Ton, metode Cilcular sebanyak 22.410.85 Ton dan metode Polygon sebanyak 18.774.81 Ton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebelum melakukan kegiatan operasi produksi, harus melalui beberapa tahap salah satunya kegiatan eksplorasi, tahapan eksplorasi ini terbagi menjadi empat yaitu survey tinjau, prospeksi, eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. kegiatan eksplorasi yang dilakukan Aftech adalah kegiatan pengeboran eksplorasi batubara untuk mendapatkan data subsurface, data-data subsurface ini meliputi litologi batuan kedalaman permeter, roof dan floor batubara serta total kedalaman pengeboran batubara, data yang didapatkan berguna untuk mengetahui kuantitas (tonnase batubara, volume overburden serta nilai stripping ratio) dan kualitas serta model endapan tiga dimensi dari batubara. Untuk mengetahui berapa besar kuantitas dari batubara dapat melakukan kegiatan estimasi sumberdaya meggunakan metode cross section dan metode triangulasi. Prinsip dari metode cross section dengan pedoman rule of gradual change yaitu, dengan menghubungkan titik pengamatan terluar, data yang dihubungkan sebanyak empat puluh section, sedangkan metode triangulasi mengikat tiga titik pengeboran sehingga membentuk segitiga dan merata-ratakan ketebalan dari setiap titik pengeboran, blok-blok triangulasi yang didapatkan sebanyak enam puluh satu. Berdasarkan hasil estimasi yang dilakukan menggunakan metode cross section pedoman rule of nearest point didapatkan tonnase batubara 13,378,923.58 ton/m³ dengan volume overburden 133,801,817.75 m³ didapatkan nilai stripping rationya 10.21:1 BCM/Ton, sedangkan hasil estimasi menggunakan metode triangulasi didapatkan tonnase batubara 3,789,012.76 ton/m³ dengan volume i overburden 38,914,077.13 m³ didapatkan nilai dari stripping rationya 10.27:1 BCM/Ton
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara merupakan perusahan tambang swasta yang berlokasi di Desa Sumber Batu Kecamatan Mereuboe Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Secara geografis terletak pada koordinat 04011'14,7” LU dan 96015’58,4” BT. PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi pada Tambang Batubara seluas 3.134 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya batubara pada pit B Blok BS 2019 dengan luas area 4 Ha dengan metode penampang (cross section) dan metode kerucut terpancung dengan mengunakan software rockworks dan autodesk land desktop dilakukan di PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batubara dengan metode cross section sebesar 115.313.334 ton dan metode kerucut terpancung didapatkan sumberdaya terunjuk batubara sebesar 67.423.4755,6 ton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatera Pasifik merupakan perusahaan tambang batu andesit swasta yang beroperasi di nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 100044’46,3” Bujur Timur (BT) dan 00001’09,8” Lintang Selatan (LS). Dengan luas Izin Usaha Penambangan 6 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya terunjuk batu andesit menggunakan metode cross section dengan jarak antar section 20 m yang dibantu dengan software Rockworks untuk membuat potongan section serta membuat Block model endapan batu andesit, dan metode triangular grouping yang dibantu dengan software Autodesk land Desktop untuk mengetahui luas dari titik koordinat singkapan. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batu andesit dengan menggunakan metode cross section sebesar 11.826.129,6 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dan dengan menggunakan metode triangular grouping didapatkan sumberdaya terunjuk sebesar 6.529.096,512 ton (ρ = 2,7 ton/ m3) dengan batas elevasi bawah 156 mdpl dan batas elevasi atas 277 mdpl.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perhitungan sumberdaya berperan penting untuk menentukan besaran cadangan serta menentukan jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Sebab hasil dari perhitungan sumberdaya dapat dilanjutkan pada perhitungan cadangan yang baik nantinya untuk dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan sasaran produksi, cara penambangan yang akan dilakukan bahkan dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besaran sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dan kontur di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan/Sumatera Barat.
Pengolahan data dikerjakan dengan bantuan sofware tambang dalam pembuatan kontur, sayatan hingga pada perhitungan. Penentuan batas penelitian didasarkan pada keterdapatan singkapan terluar.
Hasil penelitian telah dilakukan dengan metode cross section yaitu membuat garis sayatan yang memotong lapisan tanah penutup, kemudian dihitung luas masing-masing sayatan dan akhirnya dapat ditentukan volume dengan menggunakan jarak antar sayatan mendapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar 9.079.700 ton dan dengan metode kontur yaitu memanfaatkan tiap kontur untuk menghitung luas dan volume area tiap interval kontur didapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar sebesar 8.435.602,5 ton dengan dengan total volume OB sebesar 43.650 m³.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penentuan jumlah cadangan dan lama penggalian batubara sangat diperlukan, salah satu usaha untuk menentukan jumlah cadangan batubara adalah perhitungan cadangan dengan metode geostatistik dan konvesional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran ketebalan batubara di PT. Allied Indo Coal Jaya, jumlah cadangan serta lama penggalian batubara.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode ordinary kriging dan cross section. Dari hasil pengamatan dan pengolahan data di lapangan, di ketahui bahwasanya batubara di PT. Allied Indo Coal Jaya cenderung mengelompok padaketebalan yang relatif tebal dengan jumlah cadangan batubara dengan menggunakan metode kriging di dapatkan sebesar 3.740.750 ton. Sedangkann dengan metode cross section sebesar 3.609.114,99 ton. Sedangkan lama penggalian batubara pada PT. Allied Indo Coal Jaya jika digali berdasarkan target produksi 15.000 ton/bulan adalah selama 21 tahun. Sedangkan jika digali berdasarkan produksi aktual dilapangan sebesar 28.828,08 ton/bulan di dapatkan lama penggalian 11 tahun.