Analisis Hidrologi untuk Sistem Dewatering Pada Tambang Batubara PT. Allied Indo Jaya Coal Parambahan Kota Sawahlunto Sumatera Barat
123
Profil penulis
186 karya publik ditemukan.
123
Manajemen Strategi Teori, Aplikasi dan Studi Kasus, adalah buku yang disusun untuk membahas tentang kajian bidang manajemen strategi secara lengkap, detail, dan komprehensif disajikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami, membuat buku ini layak untuk dijadikan pegangan mahasiswa, supervisor, manager, praktisi bisnis, maupun masyarakat umum yang membutuhkan pengetahuan baik secara teori, aplikasi, maupun studi kasus tentang manajemen strategi. Adapun cakupan bahasan di dalam buku ini mulai dari, Ruang Lingkup Manajemen Strategi, Arti Penting Visi, Misi, Tujuan, dan Budaya Perusahaan, Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal, Metode Analisis Pemilihan Strategi Alternatif, Formulasi Strategi, Implementasi Strategi, Implementasi Strategi Isu Manajemen, Organisasi, dan Sumberdaya Manusia, Isu Teknis dan Operasional, Isu Sales dan Marketing, Isu Keuangan, dan Evaluasi Strategi.
PENGARUH WAKTU TERHADAP KUALITAS ASAP CAIR DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN PIROLISIS Nama : Adilla Putri Npm : 2110024428005 Dosem Pembimbing 1 : Hendri Sawir, ST, M.Si Dosem Pembimbing 2 : Vina Lestari Riyandini, MT ABSTRAK Limbah tempurung kelapa dan tongkol jagung merupakan biomassa yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu metode pengolahannya adalah melalui pirolisis untuk menghasilkan asap cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami dan antibakteri. Kualitas asap cair sangat dipengaruhi oleh lama waktu pirolisis, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pirolisis terhadap kualitas asap cair yang dihasilkan. Proses pirolisis dilakukan pada suhu ±250°C dengan variasi waktu 60, 90, 120, dan 150 menit menggunakan 600 gram tempurung kelapa dan 400 gram tongkol jagung. Parameter mutu yang diuji mengacu pada SNI 8985:2021 meliputi warna, bahan terapung, pH, berat jenis, kadar asam asetat, kadar fenol, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya waktu pirolisis memengaruhi seluruh parameter kualitas asap cair. Nilai pH menurun dari 1,58 menjadi 1,20, sedangkan berat jenis, kadar asam asetat, kadar fenol, dan rendemen meningkat hingga waktu optimum 120 menit, kemudian cenderung stabil. Rendemen yang diperoleh berturut-turut sebesar 0,082%, 0,131%, 0,154%, dan 0,156%. Waktu pirolisis terbaik dicapai pada 120 menit dengan pH 1,25, berat jenis 0,488 g/mL, kadar asam asetat 8,65%, dan fenol 4,27%. Seluruh sampel memenuhi standar mutu SNI dengan warna kuning kecoklatan dan tanpa bahan terapung. Dengan demikian, waktu pirolisis berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan rendemen asap cair, serta dapat dijadikan acuan dalam pengembangan produksi asap cair dari limbah biomassa secara berkelanjutan.
PT. Semen Padang adalah perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu kapur untuk bahan baku pembuatan semen. Salah satu tahapan penting dalam proses penambangan adalah peledakan, yang memerlukan biaya operasional besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi geometri peledakan batuan andesit untuk meminimalkan biaya peledakan di PT. Semen Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari pengamatan langsung di lapangan dan dokumen perusahaan. Parameter yang dianalisis meliputi burden, spasi, stemming, kedalaman lubang, diameter lubang, dan panjang kolom isian bahan peledak. Selain itu, dilakukan perhitungan biaya aktual dan dibandingkan dengan rancangan geometri peledakan menggunakan metode R.L. Ash. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa geometri peledakan yang digunakan saat ini belum efisien. Hal ini terlihat dari biaya peledakan yang tinggi dan hasil produksi yang tidak mencapai target sebesar 900.000 ton, dengan capaian hanya 479.410,23 ton. Setelah dilakukan perhitungan ulang, diperoleh desain geometri yang dapat menurunkan jumlah lubang ledak dan konsumsi bahan peledak, sehingga biaya peledakan dapat ditekan. Kesimpulannya, evaluasi geometri peledakan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi biaya dan produksi. Disarankan agar perusahaan menggunakan pendekatan ilmiah dalam merancang geometri peledakan agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
PT Semen Padang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu kapur (limestone) dan batu silika sabagai bahan baku utama dalam pembuatan semen. Sistem penambangan yang digunakan yaitu tambang terbuka. Penelitian membahas tentang pengaruh geometri terhadap fragmentasi batuan. Penulis membahas fragmentasi karena fragmentasi merupakan penentu keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan. Fragmentasi berperan penting dalam peningkatan target perusahaan dan distribusi fragmentasi harus optimal. Untuk mengontrol fragmentasi, dibutuhkan suatu geometri peledakan sebagai parameter nya. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dilapangan, ukuran boulder diperusahaan yang berukuran boulder > 80 cm yaitu sekitar 25 %, sehingga perlu adanya pengkajian ulang geometri peledakan. Tujuan penelitian ini menentukan rancangan geometri yang menghasilkan fragmentasi sesuai keinginan perusahaan yaitu dibawah 15 % pada ayakan berukuran 80 cm, sehingga produksi dapat ditingkatkan dan dilakukan perbandingan antara metode R.L Ash, C.J Konya dan ICI Explosive. Metode yang digunakan untuk rancangan geometri peledakan ideal yaitu metode R.L Ash dengan teori pendukung menggunakan teori Kuz-Ram. Setelah dilakukan pengolahan data, diperoleh geometri ideal dengan nilai burden 4,32 m, spasi 5,18 m, stemming 4,32 m, kedalaman lubang ledak 12,1 m, panjang kolom isian 7,78 m, dan diameter lubang ledak 5 inchi dan persentase fragmentasi berukuran boulder nya sekitar 15 %.
PT. Megah Bara Sejahtera merupakan perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Desa Pemusiran, Kec. Mandiangin, Kab. Sarolangun, Provinsi Jambi. Pada saat proses penggalian dan pemindahan batubara dari front ke stockpile terjadi perubahan pada nilai total moisture yang mana itu berpengaruh pada nilai kalori batubara. Tujuan pada penelitian ini diantara lain untuk mengetahui perubahan nilai total moisture, ash content dan total sulfur terhadap nilai kalori batubara saat di front dan stockpile. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode analaisis proksimat dan ultimat dengan parameter yang digunakan adalah total moisture, ash content, total sulfur dan calorific value. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pada 4 parameter tersebut yang mana pada sampel front dan stockpile nilai total moisture mengalami kenaikan 11,5% (Ar), akan tetapi pada nilai ash content menurun sebanyak 1,17% (Ar) dan begitu juga pada sulfur yang mengalami penurunan sebanyak 0,2% (Ar) dan untuk penurunan nilai calorific value adalah 10,32% atau sebanyak 438,00 Kcal/Kg. adapun perubahan yang terjadi pada parameter total moisture, ash content dan total sulfur akibat adanya genangan air pada saat berlangsungnya kegiatan penambangan sehingga akibat dari terjadinya kenaikan nilai total moisture berdampak negative pada nilai parameter calorific value pada batubara.
PT X merupakan perusahaan pemecah batu yang memiliki potensi bahaya kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, mesin penghancur batu, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko menimbulkan kecelakaan serta dari hasil angka kecelakaan pada area kerja yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan audit SMK3 dan mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) pada area Crushing Plant PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, pemeriksaan dokumen, dan analisis data audit sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3. Sementara itu, identifikasi bahaya dan penilaian risiko dilakukan menggunakan metode HIRA untuk memperoleh informasi tentang jenis bahaya, tingkat kemungkinan terjadinya, dan keparahan dampak risiko. Hasil audit menunjukkan tingkat penerapan SMK3 terdapat 37 kriteria yang terpenuhi dari 64 kriteria penilaian tingkat awal. Didapatkan hasil persentase tingkat pencapaian 58 %. Tingkat penerapan dikatergorikan kurang. Melalui identifikasi bahaya menggunakan HIRA, ditemukan sejumlah potensi risiko kerja yang dominan di area produksi, seperti risiko kecelakaan akibat pengoperasian alat berat dan mesin pemecah batu (crusher), yang memiliki tingkat risiko ringan, sedang hingga tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, disusun rekomendasi perbaikan untuk peningkatan pelaksanaan audit internal SMK3, penguatan budaya pelaporan kejadian bahaya, perbaikan prosedur kerja aman, serta penyediaan pelatihan K3 secara berkala untuk seluruh pekerja.
Buku ini merupakan buku referensi yang dapat digunakan para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk kepentingan penelitiannya. Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan contoh tahapan-tahapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada beberapa topik yang telah dipublikasikan secara ilmiah melalui seminar ataupun jurnal ilmiah.
In this article, the VIKOR method is proposed to solve the multiple criteria group decision making (MCGDM) with 2-tuple linguistic neutrosophic numbers (2TLNNs). Firstly, the fundamental concepts, operation formulas and distance calculating method of 2TLNNs are introduced. Then some aggregation operators of 2TLNNs are reviewed.
Berdasarkan konsentrasi karakteristik parameter limbah cair dari salah satu industri tahu di Kota Padang didapatkan kadar BOD sebesar 6227,55 mg/L, COD sebesar 19846,84 mg/L dan pH 3,08. Hal ini menunjukkan kadar BOD, COD dan pH belum memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 sehingga limbah cair industri tahu berpotensi mencemari lingkungan. Biji asam jawa mengandung tanin dan protein yang bersifat sebagai flokulan alami sehingga efektif digunakan untuk menyisihkan parameter pencemar pada limbah cair industri tahu dengan metode koagulasi dan flokulasi. Biji asam jawa yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi dimanfaatkan menjadi biokoagulan. Dalam penelitian ini limbah biji asam jawa akan digunakan sebagai biokoagulan untuk menyisihkan BOD dan COD pada limbah cair industri tahu dengan variasi ukuran mesh 50, 80, 100, 120 dan 140. Metode yang digunakan adalah koagulasi dan flokulasi. Pada penelitian ini pH limbah cair industri tahu dinaikkan menggunakan NaOH hingga didapatkan pH 8, koagulasi di lakukan dengan kecepatan pengadukan 200 rpm selama 3 menit dan flokulasi dengan kecepatan 60 rpm selama 14 menit menggunakan dosis 2 g/500 mL dan diendapkan selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penyisihan BOD dan COD terbesar menggunakan biokoagulan biji asam jawa ukuran 140 mesh dengan efisiensi penyisihan BOD sebesar 99,59% dan efisiensi penyisihan COD sebesar 99,68%. Kadar BOD dan COD pada limbah cair industri tahu setelah proses koagulasi dan flokulasi menggunakan biokoagulan serbuk biji asam jawa sudah memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014. Biji asam jawa dapat dijadikan biokoagulan dalam menyisihkan BOD dan COD pada limbah cair industri tahu.
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran sungai untuk menghasilkan energi listrik. Pada prosesnya menghasilkan limbah lumpur sedimen yang terbentuk di dasar waduk PLTA. Seiring waktu penumpukan lumpur mengurangi kapasitas tampung air dan membutuhkan pengelolaan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah lumpur sedimen waduk sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block guna mengurangi volume lumpur. Pada penelitian ini dibuat beberapa variasi komposisi lumpur sedimen yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 30% dan 50% dari komposisi total bahan pembuatan paving block, dengan pengeringan selama 28 hari. Kemudian dilakukan pengujian dengan parameter fisika (sifat tampak, ukuran, daya serap air dan kuat tekan) yang mengacu pada SNI 03-1691-1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi A (5%) lumpur sedimen merupakan hasil terbaik pada penelitian ini untuk tiap parameter, dimana hasil uji sifat tampak tidak ada kecacatan, retak atau repuh, nilai rata-rata daya serap air sebesar 19,81%, kuat tekan rata- rata sebesar 7,44 MPa. Meskipun belum memenuhi standar minimum SNI 03-0691-1996 untuk penggunaan di taman kota, yaitu daya serap maksimal 10% dan kuat tekan minimal 8,5 MPa, variasi ini masih dapat dipertimbangkan untuk aplikasi ringan. Selain itu penggunaan komposisi A (5%) berkontribusi pada pengurangan limbah lumpur sedimen dengan memanfaatkan sekitar 4.577,5 gram (4,577 kg) lumpur sedimen per 1 m2 paving block.