Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

dia

88 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 52024: 72023: 102022: 182021: 52020: 82019: 132018: 62017: 82016: 3

Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk Mencapai Target Produksi 3.600 Ton/ Bulan di PT. Bakapindo, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT. Bakapindo sebagai salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang penambangan dolomit ikut terdorong untuk mengoptimalkan pengalian cadangan dolomit yang ada. Dolomit adalah mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg (CO3)2.Dolomit termasuk kedalam barisan karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis mengandung 45,6 % MgCO3 atau 21,9 % MgO dan 54,3 % CaCO3 atau 30,4 % CaO.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas belt conveyor, gaya tarik efektif serta daya motor listrik pada belt conveyor di PT.Bakapindo, jenis penelitian tergolong kedalam applied reseach atau penelitian terapan. Hasil produktivitas belt conveyor dilapangan rata-rata perbulanya 2.833 ton/bulan yang artinya target produksinya belum tercapai yaitu 3.600 ton/bulan, setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data dilapangan, maka dilakukan pengolah data dan hasil produktivitas belt conveyor yang didapat 7.023,456 ton/bulan yang artinya target produksi tercapai.

Evaluasi Sistem Penyaliran Air Tambang Batubara (Mine Dewatering) PT. Nusa Alam Lestari Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Wilayah IUP PT. Nusa Alam Lestari secara geografis wilayah penambangan PT. Nusa Alam Lestari terletak pada koordinat 100°45’48” BT – 100°46’48” BT dan 00°36’45” LS – 00°37’12” LS.Secara administratif daerah tersebut terletak di daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.Pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari memiliki masalah dengan air yang selalu menganggu proses produksi batubara. Air tersebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan. Sisitem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Nusa Alam Lestari menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompa menuju sump, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 190,232. Catchment area dibagi menjadi dua,yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 0,3629 m³/detik CA-2 dengan debit limpasan 0,4394 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 1700 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 2200 rpm. Total lumpur adalah 25.209,94 m³/tahun, pengerukan dilakukan 2 kali dalm satu tahun. Volume lumpur dalam satu kali pengerukan adalah 12.604,97 m³, volume lumpur sebesar 12.604,97 m³, tersebut terbagi dalam satu buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 25.209,94 m³. Dengan denukian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 75 m, lebar 65 m dan kedalaman 9 m.

Studi Penyebaran Kontaminan Logam Berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) dari Air Lindi Terhadap Air Sungai (Studi Kasus TPA Regional Kota Solok)

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) merupakan tempat untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai lokasi, yang biasa cakupannya adalah satu kota. Penyingkiran dan pemusnahan sampah kedalam tanah merupakan cara yang selalu digunakan, karena biaya relatif murah, pengoperasiannya mudah dan luwes dalam menerima limbah. TPA menjadi tempat penampungan berbagai macam sampah sehingga lindi mengandung berbagai jenis bahan pencemar yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Setiap TPA memiliki karakteristik air lindi yang berbeda tergantung dari proses yang terjadi di dalam landfill, yang meliputi proses fisika, kimia dan biologis. Umumnya lindi mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), Biology Oxygen Demand (BOD), Total dissolved solids (TDS), total organic carbon (TOC), senyawa nitrogen nitrogen dan berbagai jenis logam berat yang tinggi. Parameter pencemar yang di tinjau pada penelitian ini adalah timbal (Pb) dan Mercury (Hg). Untuk mengetahui penyebaran kontaminan,pada penelitian dilakukan permodelan matematis timbal (Pb) dan Mercury (Hg) dengan munggunakan model analitik 1-dimensi dan 2 dimensi berdasarkan persamaan adveksi dan dispersipada air tanah dan air permukaan. Penelitian ini dilakukan di sungai sawah lansek yang merupakan badan air tempat mengalirnya lindi dari TPA regional kota solok. Konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) diukur pada 3 titik, dari hasil pengukuran tersebut diketahui bahwa sawah lansek memang tercemar oleh lindih TPA yang dilihat dari konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) yang sudah melebihi baku mutu. Simulasi dari timbal (Pb) dan Mercury (Hg) menunjukkan semakin lama waktu (t), input polutan yang konstan membuat beban kontaminan semakin besar. Akibatnya konsentrasi kontaminan pada t yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih jauh. Hasil simulasi konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai jarak ± 100 Meter dari TPA kontaminan terus menyebar seiring bertambahnya umur TPA, kontaminan timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai sungai Batang Lembang yang berjarak ± 2500 Meter dari TPA, dan mengalami penurunan pada jarak yang lebih jauh.

Pemanfaatan Biomassa Cangkang Langkitang (Faunus ater) sebagai Biosorben Logam Berat Krom pada Limbah Cair (Studi Kasus Industri Penyamakan Kulit)

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cangkang langkitang (Faunus ater) merupakan limbah yang dapat dijadikan sebagai biosorben karena mengandung senyawa turunan kalsium karbonat (CaCO3) secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi zat-zat lain kedalam pori-pori permukaannya yang dapat mengikat ion logam. Salah satu logam berat yang merupakan sumber pencemaran dan perlu dihilangkan dalam perairan adalah logam kromium (Cr). Logam ini digunakan dalam industri penyamakan kulit, pelapisan logam, industri cat dan industri tekstil, bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan biosorben dari cangkang langkitang bertujuan untuk mengetahui apakah adsorben tersebut dapat menurunkan kadar ion logam kromium dalam limbah penyamakan kulit. Variasi pH, ukuran adsorben, dan ketebalan adsorben dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum terhadap proses penyerapan ion logam kromium dengan cangkang langkitang menggunakan SSA. Variasi pH dilakukan pada pH 2, 3, 4, 5 dan 6 dan keadaan optimum diperoleh pada pH 2 dengan variasi ukuran adsorben 40, 70 dan 100 Mesh dan variasi ketebalan adsorben 2, 6 dan 10 cm. Hasil dari penyerapan 20 ml limbah Cr menggunakan adsorben cangkang langkitang sebesar 72,57 ppm. Setelah diadsorpsi sampel dianalisis dengan SSA, didapatkan hasil bahwa logam kromium pada sampel memiliki nilai efektifitas terbesar yaitu pada ukuran 100 mesh sebesar 99, 29 % sedangkan untuk ukuran 40 dan 70 mesh sebesar 98,23 % dan 98, 78 %.

Studi Penyebaran Kontaminan Logam Berat Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) dari Air Lindi Terhadap Air Sungai (Studi Kasus TPA Regional Kota Solok)

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) merupakan tempat untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai lokasi, yang biasa cakupannya adalah satu kota. Penyingkiran dan pemusnahan sampah kedalam tanah merupakan cara yang selalu digunakan, karena biaya relatif murah, pengoperasiannya mudah dan luwes dalam menerima limbah. TPA menjadi tempat penampungan berbagai macam sampah sehingga lindi mengandung berbagai jenis bahan pencemar yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Setiap TPA memiliki karakteristik air lindi yang berbeda tergantung dari proses yang terjadi di dalam landfill, yang meliputi proses fisika, kimia dan biologis. Umumnya lindi mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), Biology Oxygen Demand (BOD), Total dissolved solids (TDS), total organic carbon (TOC), senyawa nitrogen nitrogen dan berbagai jenis logam berat yang tinggi. Parameter pencemar yang di tinjau pada penelitian ini adalah timbal (Pb) dan Mercury (Hg). Untuk mengetahui penyebaran kontaminan,pada penelitian dilakukan permodelan matematis timbal (Pb) dan Mercury (Hg) dengan munggunakan model analitik 1-dimensi dan 2 dimensi berdasarkan persamaan adveksi dan dispersipada air tanah dan air permukaan. Penelitian ini dilakukan di sungai sawah lansek yang merupakan badan air tempat mengalirnya lindi dari TPA regional kota solok. Konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) diukur pada 3 titik, dari hasil pengukuran tersebut diketahui bahwa sawah lansek memang tercemar oleh lindih TPA yang dilihat dari konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) yang sudah melebihi baku mutu. Simulasi dari timbal (Pb) dan Mercury (Hg) menunjukkan semakin lama waktu (t), input polutan yang konstan membuat beban kontaminan semakin besar. Akibatnya konsentrasi kontaminan pada t yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih jauh. Hasil simulasi konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai jarak ± 100 Meter dari TPA kontaminan terus menyebar seiring bertambahnya umur TPA, kontaminan timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai sungai Batang Lembang yang berjarak ± 2500 Meter dari TPA, dan mengalami penurunan pada jarak yang lebih jauh.

Evaluasi Sistem Penyaliran Air Tambang Batubara (Mine Dewatering) PT. Nusa Alam Lestari Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wilayah IUP PT. Nusa Alam Lestari secara geografis wilayah penambangan PT. Nusa Alam Lestari terletak pada koordinat 100°45’48” BT – 100°46’48” BT dan 00°36’45” LS – 00°37’12” LS.Secara administratif daerah tersebut terletak di daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.Pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari memiliki masalah dengan air yang selalu menganggu proses produksi batubara. Air tersebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan. Sisitem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Nusa Alam Lestari menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompa menuju sump, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 190,232. Catchment area dibagi menjadi dua,yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 0,3629 m³/detik CA-2 dengan debit limpasan 0,4394 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 1700 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 2200 rpm. Total lumpur adalah 25.209,94 m³/tahun, pengerukan dilakukan 2 kali dalm satu tahun. Volume lumpur dalam satu kali pengerukan adalah 12.604,97 m³, volume lumpur sebesar 12.604,97 m³, tersebut terbagi dalam satu buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 25.209,94 m³. Dengan denukian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 75 m, lebar 65 m dan kedalaman 9 m.

Pemanfaatan Biomassa Cangkang Langkitang (Faunus ater) sebagai Biosorben Logam Berat Krom pada Limbah Cair (Studi Kasus Industri Penyamakan Kulit)

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cangkang langkitang (Faunus ater) merupakan limbah yang dapat dijadikan sebagai biosorben karena mengandung senyawa turunan kalsium karbonat (CaCO3) secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi zat-zat lain kedalam pori-pori permukaannya yang dapat mengikat ion logam. Salah satu logam berat yang merupakan sumber pencemaran dan perlu dihilangkan dalam perairan adalah logam kromium (Cr). Logam ini digunakan dalam industri penyamakan kulit, pelapisan logam, industri cat dan industri tekstil, bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan biosorben dari cangkang langkitang bertujuan untuk mengetahui apakah adsorben tersebut dapat menurunkan kadar ion logam kromium dalam limbah penyamakan kulit. Variasi pH, ukuran adsorben, dan ketebalan adsorben dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum terhadap proses penyerapan ion logam kromium dengan cangkang langkitang menggunakan SSA. Variasi pH dilakukan pada pH 2, 3, 4, 5 dan 6 dan keadaan optimum diperoleh pada pH 2 dengan variasi ukuran adsorben 40, 70 dan 100 Mesh dan variasi ketebalan adsorben 2, 6 dan 10 cm. Hasil dari penyerapan 20 ml limbah Cr menggunakan adsorben cangkang langkitang sebesar 72,57 ppm. Setelah diadsorpsi sampel dianalisis dengan SSA, didapatkan hasil bahwa logam kromium pada sampel memiliki nilai efektifitas terbesar yaitu pada ukuran 100 mesh sebesar 99, 29 % sedangkan untuk ukuran 40 dan 70 mesh sebesar 98,23 % dan 98, 78 %.