ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil observasi di lapangan alat angkut tidak bisa beroperasi secara optimal dikarenakan kondisi jalan angkut (Hauling) yang sempit, tanjakan yang terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, kemiringan jalan, jari-jari tikungan, superelevasi standar, produktivitas alat muat dan alat angkut, faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan lamanya waktu antrian di PT. Bintang Sumatera Pasific. Dari hasil analisa lebar jalan angkut untuk 2 jalur 8,75 m, lebar jalan tikungan selebar 15,37 m, kemiringan jalan sebesar 12o, superelevasi yang baik yaitu 20 mm/m-40 mm/m. Produktivitas Excavator Hitachi ZX 210 sebesar 510,8 ton/jam, produktivitas Dump Truck Hino Ranger FM 260 JD Mining sebesar 214,2 ton/jam, MF > 1, dan hasil dari analisa didapatkan waktu antrian sebesar 6 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan tambang perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menujang kinerja peralatan mekanis. pada jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang permukaan jalan tidak mulus. hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan geometri jalan ideal pada jalan angkut tambang dari front menuju aera disposal di PT. Kamalindo Sompurna. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang geomtri jalan diataranya: mengamati jalan lurus, lebar tikungan untuk semua segmen jalan lurus diambil 5, pada segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,05 meter. Lebar jalan tikungan segmen 1 sebesar 5,10 meter. Grade pada segmen 1 sebesar 11% dan segmen 2 sebesar 12%. Lebar jalan angkut secara teori lebar lebar jalan angkut untuk dua jalur mengunakan dump truck hino fm 260 ti dj pada jalan lurus adalah 8,750 meter, dengan lebar actual di lapangan segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,50 meter. Lebar jalan tikungan jalan minimum ideal menurut teori dan hasil analisia data didapatkan lebar jalan tikungan dilapangan sebesar 5,10 meter. Kemiringan jalan/grade pada jalan angkut ada 2 kemiringan jalan/grade berdasarkan teori AASTHO <8% dan ideal dilapangan terdapat kemiringan jalan/grade sebesar 11% dan 12% tidak dalam kondisi aman yaitu diatas 8%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Batu Berkah Bersama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang andesite, Jalan tambang di PT. Batu Berkah Bersama perlu perhatian khusus supaya dapat menunjang kinerja peralatan mekanis. sebagian jalan tambang banyak ditemui kerusakan-kerusakan jalan seperti jalan bergelombang, jalan yang berlobang. biasanya hal ini dikarenakan oleh kondisi cuaca yang tidak baik, geometri jalan dan jalan tambang yang belum memenuhi standar. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan geometri jalan ideal pada jalan angkut tambang dari jalan raya menuju site pertambangan di PT. Batu Berkah. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang geometri jalan diantaranya: mengamati jalan lurus, lebar pada tikungan, grade, superelavasi dan jari-jari tikungan. Untuk semua segmen jalan lurus dan jalan pada tikungan diambil 12 segmen dari jalan raya menuju site pertambangan dengan jarak 4 KM, sedangkan jalan aktual di lapangan yaitu dengan rata-rata 5 meter sampai 8 meter, sedangkan jalan aktual pada tikungan dilapangan yaitu dengan rata-rata 6 meter sampai 11 meter. Kemiringan Grade jalan dari perhitungan kemiringan jalan yang sudah di teliti sudah memenuhi standar AASTHO yaitu di bawah <8%. Superelavasi dan jari-jari tikungan pada setiap segmen adalah sebesar 47,36 mm/m, dari semua segmen belum ada jalan yg standar menurut teori AASTHO jalan lurus maupun jalan pada tikungan. Setelah dilakukan penelitian di dapatkan geometri jalan diantaranya jalan lurus sebesar 8,591m, jalan pada tikungan sebesar 13,412m, Kemiringan Grade pada jalan pertambangan telah memenuhi standar AASTHO yaitu dengan kemiringan paling besar adalah 3,6% dari AASTHO ideal <8%. Superlavasi dan jari-jari tikungan pada setiap tikungan mempunya nilai rata-rata sebesar 47,36 mm/m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Atika Tunggal Mandiri merupakan perusahaan tambang batu andesit swasta yang beroperasi di nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat dengan luas Izin Usaham Produksi ± 100 Ha. Penelitian ini akan menghasilkan rancangan awal desain pit dengan geometri lereng dan jalan yang disesuaikan dengan spesifikasi alat gali, muat dan angkut yang digunakan, serta menghitung Nisbah Break Even Stripping Ratio. Dari hasil pengolahan data didapatkan rancangan awal desain pit penambangan dengan tinggi lereng 5 meter, sudut kemiringan lereng 60˚, sistem penyaliran menggunakan modifikasi penyaliran alami dengan bentuk terowongan, area disposal menggunakan valley crest atau crest dump dan akan ditambang hingga elevasi 198 meter. Lebar jalan lurus 8,4875 meter, lebar jalan pada tikungan 9,523 meter, kemiringan jalan 8-10˚, super elevasi pada tikungan 10-15˚ dan bentuk jalan tambang adalah spiral. Hasil Nisbah Break Even Stripping Ratio adalah 8.345,9526
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Kegiatan pengangkutan overburden dari front penambangan ke dissposal memiliki panjang ± 650 m. Kegiatan operasi penambangan overburden menggunakan 5 unit dump truck Hino ranger 500 fm 260 JD dan 1 unit excavator caterpillar 320 D. Penelitian ini dilakukan dikarenakan sering terjadi antrian dump truck pada saat proses loading karena adanya waktu tunggu alat muat di front penambangan, adanya 2 dump truck yang berhenti pada saat berpapasan dikarenakan geometri jalan angkut yang belum sesuai dengan standar AASTHO (American Association Of State Higway And Transportation Officials). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan angkut dan mendapatkan model antrian jalan angkut tambang. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu dengan cara melakukan pengukuran jalan angkut dari front penambangan ke dissposal dengan memperhitungkan lebar jalan lurus, jalan tikungan, kemiringan jalan (grade), cross slope, dan cycle time alat angkut. Hasil penelitian didapatkan lebar jalan lurus 8,575 m, lebar jalan tikungan 13,120 m, kemiringan jalan (grade) 10% dan 16% kemiringan melintang (cross slope) 14,8 cm dan perhitungan dengan menggunakan metode antrian diperoleh jumlah dump truk yang diperlukan agar mampu dilayani oleh alat muat tanpa adanya waktu antri adalah 7 truck.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dilakukan di PT. Miyor Pratama coal Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknis rancangan geometri jalan operasi produksi.Jalan angkut memberikan kontribusi yang besar bagi kelancaran dalam operasi pengangkutan jika geometri jalan sesuai dengan dimensi alat angkut yang digunakan.Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menganalisis lebar jalan lurus yang diterapkan dan untuk menganalisis lebar jalan tikungan yang diterapkan serta menganalisis jari-jari tikungan, superelevasi dan Grade jalan yang diterapkan oleh PT. Miyor Pratama Coal. Jarak front penambangan sampai ke tempat pengolahan PT. Miyor Pratama Coal sepanjang 1.280 meter, lebar jalan lurus 9,93 meter dan lebar jalan secara aktual dilapangan yang didapat dalam pengukuran ialah 8.5 meter lebar jalan tikungan setelah dilakukan perhitungan geometri jalan produksi pada PT. Miyor Pratama Coal sebesar 12 meter dan secara aktual 10.5 Jari-jari tikungan, superelevasi dan grade jalan pada Jari-jari tikungan didapatkan hasil secara teoritis yaitu 21.8 m dan secara aktual 20.5 m pada tikungan belum terdapat keoptimalan pada superelevasi sehingga perlu perbaikan agar alat angkut bisa melaju dengan kecepatan optimal. Asaetelsh perhitungan maka didapatkan secara teoritis 0.38 dan nilai aktual 0.27 pada grade jalan, perhitungan kemiringan sangat menetukan karena memiliki ketinggian yang berbeda. Berikut perhitungan grade secara teoritis dari segmen A-B sebesar 6% dan segmen C-D sebesar 10% dan nilai secara aktual segmen A-B sebasar 10.3% dan C-D sebesar 12% maka dari itu PT. Miyor Pratama Coal tidak perlu melakukan penimbunan dan penggalian, bahwa kemiringan jalan bisa dilalui secara optimal berkisar antara 10-18%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Semen Padang melakukan penambangan batu gamping di kuari bukit karang putih yang terletak di kelurahan batu gadang, kec. Lubuk kilangan sekitar 1,5 km dari pabrik. Lokasi penambangan terletak pada ketinggian 273-400 meter di atas permukaan laut. Dalam melakukan operasi pengangkutan menggunakan dump truck Komatsu type HD 785 yang dimiliki oleh PT. Semen Padang. Operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Kelancaran dan keamanan operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan dump truck. Jalan angkut tambang batu gamping di kuari bukit karang putih berada sepanjang 450 meter. Dari ketinggian 273,7 meter sampai 351 meter dari permukaan laut. Jalan ini terbagi menjadi 2 segmen, yaitu dengan nama segmen 1-2. Jalan tambang ini mempunyai kemiringan yang sangat besar. Rata-rata kemiringan sebesar 14,8%. agar operasional pengangkutan dapat berjalan dengan lancar, bebrapa aspek juga harus diperhatikan seperti saluran penirisan, tanggul, dan superelevasi. Untuk perhitungan geometri jalan angkut didapat lebar jalan lurus minimum adalah 22,4 meter, lebar jalan tikungan adalah 18,58 meter, superelevasi untuk tikungan adalah 1,7 meter, jari-jari tikungan adalah 9,9 meter, dan produksi dump truck adalah 4.329,364 Ton/shift. Geometri jalan diperlukan juga pendukung keamanan jalan dan keselamatan kerja pada jalan yaitu kecepatan maksimum alat angkut pada kondisi jalan lurus adalah 25 km/jam, maka jarak berhenti alat angkut tersebut rata-rata adalah 17 meter. Rata-rata jarak berhenti alat angkut saat melewati tikungan adalah 12,3 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANGAN JALAN OPERASI PRODUKSI TAMBANG ANDESIT PT. BUKIT SARI INVESTAMA NAGARI KOTO ALAM KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT
Nama : Adeka Randi Mahidra
NPM : 1210024427010
Pembimbing I : Dian Hadiyansyah, MT
Pembimbing II : Yahdi Azzuhry, ST, M.Eng
ABSTRAK
PT. Bukit Sari Investama memiliki luas wilayah IUP Operasi produksi seluas 136 Ha, dan sumberdaya andesit seluas 91,09 Ha yang terbagi atas dua blok penambangan. Penelitian dilakukan di blok 1 yang memiliki luas 42,48 Ha. PT. Bukit Sari Investama belum melakukan kegiatan operasi produksi (belum memiliki skema untuk kegiatan operasi produksi), dan belum memiliki rancangan jalan untuk menunjang kegiatan operasi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menganalisis rancangan geometri jalan operasi produksi, galian dan timbunan pada pembuatan jalan operasi produksi.
Berdasarkan hasil perhitungan rancangan geometri jalan operasi produksi dengan menggunakan spesifikasi dump truk 220 Ps 6x4, panjang jalan 565 m, dengan lebar jalan lurus 8,4 m, lebar jalan belokan 14,5 m, jari jari tikungan 17,7 m, superelevasi sebesar 0,39 mm/m, kemiringan rata-rata pada tanjakan dan turunan sebesar 10-11 %, untuk ketinggian jalan bagian tengah (cross slope) sebasar 16,8 cm. Untuk perhitungan galian dan timbunan (cut and fill) material yang digunakan untuk timbunan 3.760,8 m3 dan untuk galian yaitu sebanyak 5.279,4 m3.
Daya dukung material berdasarkan perhitungan beban yang akan diterima oleh tanah atau material yaitu sebesar 12.876 lb/ft². Berdasarkan penelitian yang dikutip dari buku Yanto Indonesianto (2011 : III.62) daya dukung material yang digunakan di atas 16.000 lb/ft² sehingga berdasarkan perhitungan itu maka untuk daya dukung material tersebut bisa dilalui dengan beban sebesar 12.876 lb/ft².