Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: fishbone
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Roti Sisir di Pabrik Roti Bakery Baru

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang terjadi di pabrik Roti Bakery Baru adalah masih banyaknya roti yang cacat seperti isi roti yang keluar, bantet, hangus, tidak mengembang, dan roti yang terpotong. Ini membuat target produksi belum mampu di capai. Maka perlu dilakukan pengendalian kualitas menggunakan diagram pareto, fishbone diagram dan peta kendali ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, mengurangi produk cacat agar target produksi dapat dicapai. Pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada pabrik Roti Bakery Baru. Diagram pareto untuk mengetahui faktor yang paling dominan, fishbone diagram digunakan untuk mengetahui faktor penyebab cacat, serta peta kendali untuk mengetahui proses produksi sudah terkendali atau belum. Berdasarkan pengolahan data dari diagram pareto didapat jenis-jenis cacat yang paling dominan yaitu pada isi roti keluar. Menggunakan fishbone diagram maka didapat 5 faktor penyebab kecacatan yaitu faktor manusia atau karyawan, faktor lingkungan, faktor mesin, faktor proses dan faktor material. Berdasarkan perhitungan dengan peta kendali p-chart secara statistik proses produksi sudah terkendali.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Produktivitas PC-2000 EX1801 pada PIT CD BMO2 Area Penambangan PT. Pama Persada Nusantara Distrik BRCB

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas aktual PC-2000 EX1801 pada PT. Pama Persada Nusantara Site BRCB saat ini sebesar 631 bcm/jam sedangkan terget dari perusahaan sebesar 840 bcm/jam artinya PC-2000 mengalami loss produksi sebesar 209 bcm/jam. Tidak tercapainya produksi alat gali muat tersebut disebabkan karena kurang optimalnya kinerja alat gali muat ditandai dengan adanya abnormal cycle time pada alat angkut kadang front loading terjadi antrian kadang front loading. Faktor lain yang bisa menjadi penyebab tidak tercapainya produktivitas alat gali muat adalah metode loading yang digunakan. Pada PT. Pama Persada Nusantara Site BRCB metode loading yang digunakan adalah face to face belum optimal. Selain itu penyebab tidak tercapainya produktivitas alat gali muat adalah Spotting time yang lama dan Efektif working hours yang rendah yaitu sebesar 66% sedangkan target perusahaan sebesar 82%. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis loss produksi alat gali muat, faktor penyebab tidak tercapainya produktivitas alat gali muat dan cara meningkatkan produktivitas alat gali muat pada Pit CD BMO2 area penambangan PT. Pama Persada Nusantara distrik BRCB. Dari hasil penelitan didapatkan Produksi aktual sebelum Perbaikan adalah 631 Bcm/jam dengan target produksi sebesar 840 Bcm/jam maka loss produksi PC2000 EX1801 adalah sebesar 209 Bcm/jam dan produksi aktual setelah Perbaikan adalah 840 Bcm/jam dengan target produksi sebesar 840 Bcm/jam ditemukanlah 9 Akar Penyebab masalah, yaitu operator kurang memahami terkait efek loss time, operator HD dan PC kurang memahami metode new face to face loading, operator tidak merapkan metode digging 5 jari, pengaturan jadwal refueling belum serempak, belum terdapat back up refueling, PC tidak menunggu HD saat awal operasi pasca slippery, HD parkir terlalu jauh saat changeshift dan menjelang rest time, dudukan PC tidak rata, terdapat genangan air di front.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Kualitas Pada Prameter Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Statistical Process Control (SPC) (Studi Kasus di PT. Agro Wira Ligatsa (AWL))

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian kualitas pada produk yang baik merupakan persyaratan penting bagi perusahaan untuk memperoleh daya saing produk di pasaran. Untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat ini. Setiap perusahaan dituntut untuk perlu melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap kualitas produk .PT. Agro Wira Ligatsa (AWL) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang memproduksi minyak kelapa sawit. Permasalahan yang sering terjadi yaitu, produk yang tidak memenuhi standar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Statiscal process Control, dengan alat bantu fishbone, Pareto, peta kendali X dan R dan perbaikan menggunakan 5W +1 H. Dari hasil diperoleh pada pareto terlihat kerusakan yang terjadi di bagian pengolahan kerusakan terbesar adalah adanya kadar ALB yang tinggi (91,68%), dan diikuti dengan kadar air 7,8% dan kadar kotoran 0,52%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapati kerusakan yang paling besar adalah adanya kadar ALB yang tinggi. %. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi penurunan mutu CPO berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 5 faktor utama yaitu: Material, manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persediaan Bahan Baku Kelapa Sawit di PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku pada PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan diagram fishbone. Hasil analisis kuantitas pemebelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 278,75 ton per hari, sedangkan berdasarkan metode Economic Order Quntity kuantitas pembelian yang optimum adalah 506,60 ton per hari. Frekuensi pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah 171 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 4.584.882 per tahun, sedangkan menggunakan metode Economic Order Quantity dapat mengefisiensikan besarnya biaya persediaan perusahaan adalah 3.872.958 pertahun. Sementara itu untuk persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan metode Economic Order Quantity besarnya persediaan pengaman sebanyak 1.712 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 1.990,75 ton. Pada analisis diagram fishbone di temukan 5 faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target bahan baku sawit yaitu faktor metode, material, mesin, manusia, dan lingkungan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengukuran Tingkat Efektivitas Mesin Building Pada Proses Vulkanisir Ban Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) (Studi Kasus di PT. Inti Vulkatama)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan kinerja mesin atau peralatan produksi kurang maksimal dijalankan. Hal tersebut terlihat dari tidak tercapainya target produksi yaitu 37.440 unit proses dingin dan 29.640 unit proses panas. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap tingkat efektivitas mesin, terutama pada mesin building. Metode yang digunakan yaitu metode OEE, merupakan suatu metrik best practice yang mengidentifikasi persentase waktu produksi yang direncanakan yang benar-benar produktif. Pengukuran OEE dilakukan dengan memperhatikan tiga hal penting, yaitu availability ratio, peformance ratio, dan quality ratio. Untuk menemukan faktorfaktor penurunan terhadap tingkat efektivitas mesin building digunakan fishbone diagram. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE pada mesin building proses panas sebesar 63% dan proses dingin sebesar 66%. Hal tersebut menunjukan bahwa kedua nilai OEE tidak memenuhi standar world class OEE yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas mesin building berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 4 faktor utama yaitu: manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Karakteristik Mutu Jagung Berdasarkan Tempat Penyimpanan (Studi Kasus di Kelompok Tani Karya Makmur)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KARAKTERISTIK MUTU JAGUNG BERDASARKAN TEMPAT PENYIMPANAN(Studi Kasus di Kelompok Tani Karya Makmur)                                             Nama               : Gusti Prandana                                            NPM                : 1210024425023                                            Pembimbing I    : Tri Ernita, ST, MP                                            Pembimbing II   : Meldia Fitri, ST, MP ABSTRAK      Kelompok Tani Karya Makmur merupakan suatu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang pertanian jagung luas sebesar 80 ha yang terdiri dari 30 ha lahan sawah dan 50 ha lahan kering yang tersebar di 12 jorong yang ada di Kecamatan Pasaman. Pada penelitian ini terdapat dua jenis jagung yaitu jagung pioneer p32 dalam kemasan karung goni dan jagung bisi 12 dalam kemasan karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu jagung dan mutu jagung sesuai SNI-01-3920-1995. Salah satu metoda pengukuran karakteristik mutu penyimpanan jagung dengan menggunakan Diagram Control (Control p-chart), Diagram Pareto dan Diagram Fishbone dan mutu jagung dengan menggunakan alat grain moisture meter untuk mengukur kadar air dari jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12 pada kemasan karung goni dan kemasan karung plastik. Hasil penelitian dengan menggunakan Diagram Control (p-chart) proporsi jagung yang ditolak pada jagung pioneer p32 masih dalam tahap kendali sedangkan untuk jagung bisi 12 berada diluar batas kendali. Tingkat kerusakan jagung bisi 12 dari terbesar ke terkecil dengan Diagram Pareto yaitu butir pecah 23%, butir warna lain 21%, kotoran 20%, kadar air 19% dan butir rusak 17%. Faktor yang mempengaruhi kualitas jagung bisi 12 dengan menggunakan Fishbone Diagram ada 4 yaitu bahan baku, karyawan, mesin dan metode.  Pengukuran nilai kadar air dengan menggunakan grain moisture meter untuk jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12, didapat nilai kadar air penyimpanan jagung pioneer p32 sebesar 14,06% yang berarti sesuai dengan SNI-01-3920-1995 dan nilai kadar air penyimpanan jagung bisi 12 sebesar 17,3% tidak sesuai dengan SNI-3920-1995.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail