Analisis Hidrologi untuk Sistem Dewatering Pada Tambang Batubara PT. Allied Indo Jaya Coal Parambahan Kota Sawahlunto Sumatera Barat
123
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
123
Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang sering dianggap tidak bernilai, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat). Proses penguraian sabut kelapa secara manual masih membutuhkan waktu lama, tenaga kerja yang besar, serta hasil yang tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat prototipe alat pengurai sabut kelapa yang ergonomis dengan mempertimbangkan aspek antropometri pekerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi kerja. Metode penelitian meliputi pengumpulan data antropometri pada pekerja, desain konseptual hingga pembuatan model 3D, serta pengujian awal terhadap rancangan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe alat memiliki dimensi yang disesuaikan dengan tinggi, jangkauan tangan, lebar bahu, serta ukuran genggaman pekerja, sehingga meminimalisasi risiko kelelahan. Alat ini dilengkapi pisau pencacah, motor penggerak, serta rangka penopang yang kokoh, sehingga mampu mengurai sabut kelapa dengan hasil lebih seragam. Kesimpulan penelitian ini adalah prototipe alat pengurai sabut kelapa dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi beban fisik operator, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk skala industri kecil menengah.
Penelitian ini dilakukan di PT. Nusa Alam Lestari, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Untuk menanggulangi air asam tambang (AAT) yang memiliki pH AAT 4,16 dengan kadar TSS tinggi, jauh di bawah baku mutu berdasarkan Kepmen LH No. 113 Tahun 2003. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas AAT, menentukan kebutuhan dosis kapur tohor (CaO), serta mengevaluasi efektivitas netralisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel di inlet dan outlet settling pond, pengukuran pH lapangan, serta analisis laboratorium terhadap parameter TSS, Fe, dan Mn. Data sekunder diperoleh dari peta IUP, curah hujan, dan debit limpasan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penambahan kapur tohor, pH air tambang sangat asam (4,16) dan belum memenuhi standar. Setelah pemberian kapur tohor dengan dosis terukur 392,04 g/L, pH meningkat signifikan hingga rata-rata 6 (netral) dan memenuhi baku mutu lingkungan. Selain itu, kadar TSS, Fe, dan Mn terukur masih berada dalam ambang batas yang ditetapkan. dosis yang digunakan adalah 0,06-0,1 g/l, untuk kebutuhan kapur tohor untuk menetralkan air asam tambang dalam satu bulan sebesar 251-418 karung/bulan. Dan satu hari sebanyak 16- 26 karung/hari. Pada percobaan variasi dosis kapur yang dilakukan memiliki keterikatan terhadap nilai Fe, Mn, dan TSS. Pada kondisi dosis yang semakin tinggi juga akan semakin menurunkan nilai Fe, Mn dan TSS beriringan dengan kenaikannya nilai pH. Biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan pengolahan air asam tambang pada kondisi yaitu Rp.188.179,2 /bulan. rekomendasi yaitu seharusnya dilakukan setiap hari agar mengetahui kualitas air asam tambang, agar kualitas air selalu terjaga sebelum dialirkan ke lingkungan.
PT. Sayang Ibu Sejati bergerak di bidang pertambangan bahan galian Pozolan (Trass) dan mempunyai wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebesar 4,95 Ha. Pada kegiatan penambangan alat gali-muat dan alat angkut yang digunakan yaitu Excavator Komatsu PC 200 dan Dump Truk Hino 500. PT. Sayang Ibu Sejati bekerja sama dengan PT.Semen Padang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pencampur semen dengan target 10.000 Ton/bulan. Namun, PT. Sayang Ibu Sejati hanya memproduksi 4.922,98 Ton per tiga bulan nya. Tujuan dari penelitian ini adalah agar target produksi pada PT. Sayang Ibu Sejati berjalan secara optimal, sehingga tercapainya target yang diinginkan oleh PT. Semen Padang. Dilakukan perhitungan faktor ketersediaan alat gali-muat Excavator Komatsu PC 200 diperoleh nilai Mechanical Availability (MA) sebesar 94%, Physical Availability (PA) sebesar 97%, Use of Availability (UA) sebesar 51% dan efisiensi kerja sebesar 50% dengan waktu kerja efektif 119 jam/bulan. Untuk alat angkut Dump Truck Hino 500 nilai Mechanical Availability (MA) sebesar 87%, Physical Availability (PA) sebesar 89%, Use of Availability (UA) sebesar 53% dan efisiensi kerja sebesar 48% dengan waktu kerja efektif 120 jam/bulan. Didapatkan produktivitas aktual alat gali-muat sebesar 5.726,28 ton/bulan dengan waktu kerja efektif sebesar 119 jam/bulan dan efisiensi kerja yaitu 36% dan untuk alat angkut sebesar 3.967,2 ton/bulan dengan waktu kerja efektif sebesar 120 jam/bulan dan efisiensi kerja 36%. Diperoleh nilai keserasian alat gali-muat dan alat angkut sebesar 0,68 dan menunjukkan nilai Match Factor (MF) < 1 yang berarti alat gali- muat sedangkan alat angkut bekerja 100%. Setelah dilakukan perbaikan dengan waktu kerja efektif 184 jam/bulan, didapatkan produktivitas alat gali muat Excavator Komatsu PC 200 sebesar 13.527,36 ton/bulan dengan efisiensi kerja 55%. Sedangkan waktu kerja efektif alat angkut Hino 500 sebesar 185 jam/bulan didapatkan produktivitas alat angkut Dump Truck Hino 500 sebesar 9.457,2 ton/bulan dengan efisiensi kerja 56%.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan media digital dalam meningkatkan daya saing dan efektivitas bisnis. Salah satu sarana penting dalam strategi pemasaran digital adalah website, yang tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai alat edukasi dan interaksi dengan pelanggan. CV. Eco Bio Fibertech merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan air dan limbah dengan produk seperti Bio Septic Tank, IPAL, Rooftank, grountank dan STP. Namun, perusahaan ini belum memiliki website yang dapat mendukung pemasaran digital secara terintegrasi sekaligus sebagai pusat infornasi mereka serta sistem pemesanan produk masih dilakukan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang website berbasis platform inovatif yang mampu menampilkan informasi perusahaan, edukasi produk, serta menyediakan fitur pemesanan online secara responsif dan user-friendly. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa perangkat lunak dengan model pengembangan waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan PHP dan MySQL, pengujian fungsional, hingga implementasi sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website yang mendukung promosi, pusat informasi dan pemesanan produk secara online, sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai penyedia solusi pengelolaan limbah yang profesional serta inovatif dengan outputnya berupa struk pembayaran dan laporan pembayaran perbulan. Website ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan serta memperluas jangkauan pasar perusahaan secara nasional.
Sistem penyaliran berperan penting untuk menjaga operasional tambang tetap lancar dan terhindar dari genangan air akibat curah hujan, limpasan permukaan, maupun aliran daerah tangkapan. Penelitian ini menganalisis sistem penyaliran di PIT WSJ PT Pamapersada Nusantara Jobsite ABKL, Kalimantan Timur, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan meliputi data primer hasil observasi dan pengukuran lapangan, serta data sekunder dari laporan perusahaan, topografi, dan literatur terkait. Hasil perhitungan menunjukkan debit air tertinggi mencapai 1,13 m³/s atau sekitar 97.706 m³/hari, yang dipengaruhi curah hujan ekstrem. Pada minggu kedua pengamatan, volume air meningkat drastis dari ±86.000 m³ menjadi ±684.000 m³. Untuk menampung debit tersebut, sump ideal dirancang dengan kapasitas ±139.474 m³, terdiri atas 70% ruang air dan 30% ruang sedimentasi lumpur, dengan kedalaman 8 meter serta dimensi ±186,7 m × 93,4 m. Sistem pemompaan menggunakan lima unit pompa berkapasitas 0,403 m³/s per unit, dengan tiga unit aktif sudah mencukupi untuk mengalirkan debit maksimum, dengan kebutuhan daya total sekitar 188,4 kW. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penyaliran di PIT WSJ tergolong memadai, namun perlu evaluasi dan pemeliharaan berkala. Disarankan adanya pemantauan curah hujan secara rutin, perawatan sump dan pompa, serta penerapan kontrol otomatis guna meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko kegagalan sistem saat musim hujan.
PT X merupakan perusahaan pemecah batu yang memiliki potensi bahaya kerja yang tinggi akibat penggunaan alat berat, mesin penghancur batu, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko menimbulkan kecelakaan serta dari hasil angka kecelakaan pada area kerja yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan audit SMK3 dan mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) pada area Crushing Plant PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, pemeriksaan dokumen, dan analisis data audit sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3. Sementara itu, identifikasi bahaya dan penilaian risiko dilakukan menggunakan metode HIRA untuk memperoleh informasi tentang jenis bahaya, tingkat kemungkinan terjadinya, dan keparahan dampak risiko. Hasil audit menunjukkan tingkat penerapan SMK3 terdapat 37 kriteria yang terpenuhi dari 64 kriteria penilaian tingkat awal. Didapatkan hasil persentase tingkat pencapaian 58 %. Tingkat penerapan dikatergorikan kurang. Melalui identifikasi bahaya menggunakan HIRA, ditemukan sejumlah potensi risiko kerja yang dominan di area produksi, seperti risiko kecelakaan akibat pengoperasian alat berat dan mesin pemecah batu (crusher), yang memiliki tingkat risiko ringan, sedang hingga tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, disusun rekomendasi perbaikan untuk peningkatan pelaksanaan audit internal SMK3, penguatan budaya pelaporan kejadian bahaya, perbaikan prosedur kerja aman, serta penyediaan pelatihan K3 secara berkala untuk seluruh pekerja.
Proses penilaian kenaikan jabatan di PT. Bank Nagari Simpang Empat masih dilakukan secara menual, sehingga berpotensi menimbulan ketidakakuratan, subjektivitas, dan memerlukan waktu lama. Penelitian ini menerapkan metode Profile Matching untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam penilaian. Metode ini membandingkan profil pegawai dengan kriteria jabatan melalui tahapan penghitungan selisih (gap), pembobotan, dan perhitungan nilai akhir berdasarkan tiga aspek utama: kompetensi teknis, perilaku kerja, dan hasil evaluasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metide Profile Matching mampu meningkatkan objektivitas penilaian serta mempercepat proses pengambian keputusan. Pegawai dengan nilai kesesuaian tertinggi direkomendasikan untuk promosi jabatan. Dengan demikian, metode ini efektif diterapkan sebagai alat bantu keputusan dalam proses kenaikan jabatan di PT. Bank Nagari Simpang Empat.