Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

214 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Faktor Keserasian (Match Factor) Antara Excavator Kobelco SK 330 dengan Dump Truck Fusso 220 PS Pada Kegiatan Penambangan Batubara di PT. Minemex Indonesia

2017•Koleksi Perpustakaan

Dalam melakukan operasi produksi batubara PT. Minemex Indonesia menggunakan alat mekanis yang terdiri atasExcavatorKobelco SK 300 PC 1 unit, bulldozer D65 DX 1 unit, Grader G930 1 unit, Dump Truck Fusso 220 PC 5 unit.Pada bulan Agustus tahun 2017PT. Minemex Indonesia menetapkan target produksi batubara mencapai 100.000 ton/bulan dan pengupasan overburden mencapai 380.000 bcm bulandengan stripping ratio sebesar 2. Maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat ExcavatorKobelco SK 330 dan alat angkut Dump Truck Fusso 220 PCpada penambangan batubara pada PT. MMI Indonesia. Hal ini dikarenakan berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan masih sering terjadinya tidak keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut dikarenakan adanya peralatan yang tidak bekerja dengan efisien.Faktor keserasian alat yang tidak serasi (Macth Factor) lebih kecil dari 1 menyebabkan alat muat menunggu. Berdasarkan perhitunganya, faktor keserasian eexcavator cobelco SK 330 dan dump truck fusso 220 PC untuk produksi batubara pada PT. Minemex Indonesia adalah sebesar 0,71. Jumlah alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan untuk mencapai faktor keserasian adalah 1 unit untuk alat muat dan 7 unit untuk alat angkut.Produksi Dump Truck Fusso 220 PC sebesar 31.549,2 ton/bulan dengan jumlah alat angkut sebnayak 5 unit. Setelah dilakukan penambahan alat angkut menjadi 7 unit maka produksi menjadi 44.168,88 ton/bulan

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis dan Perhitungan Biaya pada Kegiatan Pengeboran serta Peledakan Batukapur di PT. Bakapindo Jorong Durian, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

PT. Bakapindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batukapur dengan target produksi 15.000 ton/bulan, dengan sistem tambang terbuka yaitu metode quarry. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengeboran serta peledakan batukapur, mencapai fragmentasi yang optimal dan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk pengeboran serta peledakan batukapur. Untuk melakukan pemberaian batuan PT. Bakapindo melakukan pengeboran serta peledakan batukapur. Data yang diambil pada penelitian ini terdiri dari dua aspek yaitu aspek teknis dan ekonomis. Aspek teknis yaitu burden, spasi, kedalaman lubang ledak, panjang isian, stemming, subdrilling. Sedangkan aspek ekonomisnya data harga perlengkapan pengeboran serta peledakan dan data upah operator. Untuk pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung ke lapangan terutama mengenai biaya dari kegiatan pengeboran serta peledakan. Berdasarkan perhitungan geometri aktual, fragmentasi batuan ukuran 40 cm yang dihasilkan adalah sebesar 71,45 % dan geometri menurut persamaan RL Ash berukuran 40 cm adalah sebesar 80,67 %. Untuk biaya operasional pengeboran dan peledakan aktual adalah Rp. 83.847.650.- /bulan. Sedangkan biaya operasional pengeboran dan peledakan menurut persamaan RL Ash adalah Rp. 81.041.420.- /bulan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas (Minyak Jelantah) Menjadi Sabun Cair Cuci Piring

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak yang baik adalah minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh yang lebih banyak dibandingkan dengan kandungan asam lemak jenuhnya. Setelah penggorengan berkali-kali, asam lemak yang terkandung dalam minyak akan semakin jenuh. Dengan demikian minyak tersebut dapat dikatakan telah rusak atau dapat disebut minyak jelantah .Survey yang dilakukan kepada penjual gorengan di sekitar Kecamatan Pauh Kota Padang membuktikan bahwa minyak goreng bekas yang digunakan oleh penjual gorengan tidak dibuang, namun dipakai lagi dengan cara dicampur dengan minyak yang bagus secara terus menerus dengan total periode penggorengan sebanyak 4 – 5 kali. Di sisi lain, minyak goreng bekas dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Karena itu minyak goreng bekas dapat dimanfaatkan kembali salah satunya menjadi produk berbasis minyak seperti sabun cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk memurnikan minyak jelantah, membuat sabun cair dan analisis hasil sabun berdasarkan empat parameter, yaitu: alkali bebas , lemak tak tersabunkan, jumlah asam lemak dan minyak pelikan. Proses pembuatan sabun cair dilakukan dengan metode hot process soap making (pembuatan sabun dengan metode panas) pada suhu suhu 70oC – 80oC. Alkali yang digunakan adalah KOH (Kalium Hidroksida) . Dari penelitian yang dilakukan, Karakteristik sabun yang dihasilkan yaitu jumlah alkali bebasnya sebesar 0,047 % sedangkan ambang batas sesuai SNI 06-2048-1990 adalah maksimal 0,1 %.Ini berarti bahwa kadar alkali bebas masih dalam batas standar. Jumlah lemak tak bersabun yang diperoleh adalah sebesar 1,50 % dengan ambang batas sesuai SNI 06-2048-1990 adalah sebesar 2,5 %. Jumlah lemak tak bersabun yang dihasilkan tidak lebih dari 2,5 %, yang berarti lemak yang tidak tersabunkan dalam batas standar. Jumlah asam lemak yang diperoleh adalah sebesar 59,99 %. Sabun yang dihasilkan lebih kurang sebanyak 600 mL dan biaya yang dikeluarkan lebih kurang sebanyak Rp. 7.775.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesesuaian Penataan Lahan Kegiatan Pascatambang Batubara pada PT. Sinamarinda Lintas Nusantara di Kabupaten Dharmasraya Menggunakan Metode SMCE

2017•Koleksi Perpustakaan

Tidak adanya bentuk penanganan yang dilakukan oleh PT. Sinamarinda Lintas Nusantara sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat sekitar dari aktifitas kegiatan pascatambang batubara. Oleh sebab itu dilakukan penelitian mengenai bentuk penataan kesesuaian lahan kegiatan pascatambang di PT. Sinamarinda Lintas Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk kesesuaian lahan yang dapat dilakukan terhadap lahan bekas pertambangan batubara dengan menggunakan metode AHP dan SMCE. Proses yang dilakukan dalam penelitian yakni, menyebarkan kuesioner ke Dinas ESDM, Pertanian, Tata Kota, Pariwisata dan Kehutanan untuk dilakukan penataan lahan menjadi wilayah pembuangan akhir OB, pertanian, pemukiman, pariwisata dan hutan. Berdasarkan hasil kuesioner dari responden dan diolah menggunakan metoda AHP, SMCE didapatkan hasil yaitu lebih sesuai dilakukan penataan lahan kegiatan pascatambang batubara pada PT. SLN menjadi wilayah pariwisata

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Geometri Peledakan untuk Mendapatkan Nilai Peak Particle Velocity (PPV) < 1 mm/s di PT. Multi Nitrotama Kimia Mining Services Jobs Site PT. Kuansing Inti Makmur, Kab. Muara Bungo, Jambi

2017•Koleksi Perpustakaan

Penelitian dilakukan di timur, PT. Kuansing Inti Makmur yang berlokasi di desa Tanjung Belit, Muara bungo, Jambi. Peledakan yang dilakukan belum dapat dikatakan berhasil, karena masyarakat disekitar tambang terganggu dengan ground vibration. PT. KIM menetapkan nilai Peak Particle Velocity (PPV) 1 mm/s. Syarat tersebut belum terpenuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi geometri untuk memenuhi syarat tersebut. Pada tahap awal, dilakukan pengukuran lapangan terhadap nilai PPV yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan di pit timur. Pengamatan terhadap jarak pengukuran nilai PPV dari lokasi peledakan dan jumlah bahan peledak yang meledak per delay. Hasil pengukuran lapangan terhadap nilai PPV selanjutnya dapat digunakan untuk nilai PPV pada peledakan selanjutnya di pit timur. Hasil evaluasi geometri pada kegiatan peledakan yang dilakukan di PT. MNK terdapat perubahan burden, spasing, stemming, kolom isian. Untuk geometri pertama dilakukan perubahan burden 5 m, spasing 6 m, stemming 4,5 m, kolom isian 3,5 m, mendapatkan nilai PPV 1,39 mm/s. Geometri kedua burden 4,5 m, spasing 5 m, stemming 4 m, kolom isian 3 m mendapatkan nilai PPV 1,08 mm/s. Geometri ketiga burden 4 m, spasing 4,6 m, stemming 3,6 m, kolom isian 3 m, mendapatkan nilai PPV 0,91 mm/s. Jumlah isian untuk menurunkan getaran tanah akibat peledekan bervariasi untuk jarak 950 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 20,81kg, untuk jarak 900 m memiliki isian bahan peledak sabanyak 18, 53 kg, untuk jarak 850 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 16, 39 kg, untuk jarak 800 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 14, 39 kg. Faktor-faktor untuk menurunkan getaran tanah akibat peledakan diantaranya: jumlah isian, geometri peledakan (burden, spasing, stemming, kedalaman kolom isian).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Sistem Penyangga Kayu pada Lubang C1G Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari (NAL) Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Ventilasi Tambang untuk Mengetahui Kebutuhan Operasional Penambangan pada Lubang Bukaan C1D Tambang Batubara Bawah Tanah di PT. Nusa Alam Lestari, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

PT. Nusa Alam Lestari, (PT. NAL) merupakan perusahaan pertambangan dengan melakukan sistem penambangan bawah tanah, menggunakan metode room and pillar. Penambangan bawah tanah di PT. NAL dilakukan pada 8 lubang bukaan utama, dengan kondisi dalam lubang yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan pada lubang bukaan C1D, dengan tujuan penelitian menganalisis kebutuhan udara yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan udara para pekerja di lokasi C1D dan menganalisis bagaimana kondisi kualitas dan kuantitas udara di lokasi C1D udara. Berdasarkan perhitungan, kuantitas udara yang diperlukan pada tambang bawah tanah PT. NAL adalah untuk kebutuhan pernafasan, kebutuhan udara pada front kerja dan kebutuhan udara untuk penetralan gas methan. Jadi jumlah kebutuhan udara yang diperlukan di lokasi lubang bukaan C1D untuk 6 orang pekerja sebesar (0,18 m3/detik), udara yang dibutuhkan dalam front kerja sebesar (0.38 m3/detik) dan untuk menetralkan gas methan (0,198 m3/detik) dengan kuantitas udara keseluruhan (3,32 m3/detik). Untuk kualitas udara yang ada pada lubang bukaan C1D yaitu oksigen (O2) 20,7-20,9% dan untuk (CO, H2S, CH4 ) 0% untuk kondisi saat ini baik dan kadar gas-gas pengotor yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan. Sedangkan untuk temperatur efektif sebesar 22-34oC dan untuk kelembaban relatif 60-99 % untuk kelembaban kurang efektif karena masih ada yang melewati NAB maksimum yang tertulis dalam Kepmen 555K-1995.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Keserasian Alat dalam Perencanaan Pengadaan Alat Muat dan Alat Angkut pada Rencana Kegiatan Penambangan Bijih Tembaga PT. Intan Borneo Internasional di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

PT.Intan Borneo Internasional adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan bijih tembaga, yang terletak di nagari sibarambang kecamatan x koto di ateh kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. PT.Intan Borneo Internasional belum melakukan kegiatan penambangan pada saat ini, pada perencanaan penambangan nanti PT.Intan Borneo Internasional akan melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan mengikuti arah dan kemiringan batuan. dari hasil eksplorasi wilayah IUP pertambangan bijih tembaga seluas 6.745 Ha, yang memiliki luas area pit penambangan 966 Ha.terdapat dua pit penambangan pit 1 seluas 859 Ha,pit 2 seluas 107 Ha dengan total jumlah cadangan kedua pit 2.467.416.00M³. Cadangan tersebut belum ditambang untuk proses produksi, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai perencanaan pengadaan alat muat dan alat angkut untuk menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan nanti, untuk memenuhi sasaran produksi yang ditetapkan perusahaan, perlu ditentukannya faktor keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut agar target produksi dapat tercapai.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengukuran Tingkat Efektivitas Mesin Building Pada Proses Vulkanisir Ban Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) (Studi Kasus di PT. Inti Vulkatama)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan kinerja mesin atau peralatan produksi kurang maksimal dijalankan. Hal tersebut terlihat dari tidak tercapainya target produksi yaitu 37.440 unit proses dingin dan 29.640 unit proses panas. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap tingkat efektivitas mesin, terutama pada mesin building. Metode yang digunakan yaitu metode OEE, merupakan suatu metrik best practice yang mengidentifikasi persentase waktu produksi yang direncanakan yang benar-benar produktif. Pengukuran OEE dilakukan dengan memperhatikan tiga hal penting, yaitu availability ratio, peformance ratio, dan quality ratio. Untuk menemukan faktorfaktor penurunan terhadap tingkat efektivitas mesin building digunakan fishbone diagram. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE pada mesin building proses panas sebesar 63% dan proses dingin sebesar 66%. Hal tersebut menunjukan bahwa kedua nilai OEE tidak memenuhi standar world class OEE yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas mesin building berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 4 faktor utama yaitu: manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kerusakan Spare Part Pada Mesin Planetary Cooler Untuk Menghitung Biaya Spare Part yang Rusak Pada Indarung II/III di PT. Semen Padang

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Semen Padang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi dengan skala besar. Perusahaan yang berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara). PT. Semen Padang merupakan salah satu perusahaan Industri di Sumatera Barat yang memproduksi Semen. Planetary Cooler merupakan alat yang digunakan oleh pabrik Semen Padang yang berfungsi untuk mendinginkan clinker pada indarung II/III di PT. Semen Padang. Untuk itu Planetary Cooler merupakan mesin yang sangat penting untuk diperhatikan. Proses pendinginan Planetary Cooler harus berjalan dengan baik agar tidak terjadi kerusakan pada Planetary Cooler yang berdampak pada terbuangnya material akan menghambat proses produksi pada Planetary Cooler. Maka dilakukan analisa peramalan kerusakan komponen dan penentuan biaya untuk tahun 2018. Sehingga diperoleh hasil dengan menggunakan mini tab 16. Data hasil peramalan yang didapatkan yaitu Batu tahan api 10, Lifter 6, Tapak 8, Baut 4 dan Filter 10. harga yang dikeluarkan untuk komponen batu tahan api yaitu sebesar Rp 2.000.000, biaya lifter sebesar Rp 408.000, biaya tapak sebesar Rp.224.000, biaya baut sebesar Rp 48.000 dan biaya filter sebesar Rp 15.000.000. Jadi total biaya perawatan yang dikeluarkan perusahan pada tahun 2018 sebesar Rp 17.680.000.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Umur Ekonomis Double Roll Crusher Machine ME-160 pada Stasiun Preparasi di PT. Sucofindo Cabang Padang

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Objek penelitian adalah Double Roll Crusher Machine ME – 160 yang dioperasikan pada stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang sebagai alat pemecah batubara yang sebelumnya masih dalam bentuk bongkahan yang seharusnya untuk dihancurkan. Kerusakan pada Double Roll Crusher Machine ME – 160 pada stasiun preparasi tentunya dapat mengganggu mekanisme kerja proses analisa untuk mendapatkan sertifikasi. Kerugian yang disebabkan kerusakan itu sendiri pada tahun 2017 mencapai Rp. 389.535.500,- sehingga menyebabkan naiknya ongkos produksi pada proses analisa.Perhitungan umur ekonomis akan mudah dilakukan bila aliran kas bisa diprediksi dengan tingkat kepastian yang tinggi. Secara alamiah, ongkos-ongkos ekuivalen tahunan akan menurun dengan naiknya masa pakai suatu aset. Dengan melakukan penelitian pendahuluan di stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang dan di dukung dengan data mengenai spesifikasi mesin, investasi Double Roll Crusher Machine ME – 160, data pemakaian listrik, data pemakaian pelumas, data penggantian suku cadang, data jam operasi, dan data perbaikan serta di lakukan pengolahan data menggunakan perhitungan umur ekonomis maka akan di dapatkan umur ekonomis Double Roll Crusher Machine ME – 160. Setelah melakukan perhitungan dan analisis terhadap permasalahan, maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu, mesin crusher yang diperkirakan umur pakai adalah 10 tahun, pada tahun ke 7 memiliki nilai terkecil dengan biaya EUAC Rp. 2.521.136.253,- selama masa pakainya, namun belum dapat dikatakan bahwa pada umur ke 7 di tahun 2017 merupakan umur ekonomis dari mesin crusher tersebut, karena diperlukan penelitian lanjutan dalam kasus ini. Untuk dapat mengetahui pada tahun berapa umur ekonomis mesin crusher dapat ditentukan, maka perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut dengan menggunakan metoda peramalan. Dengan demikian perusahaan dapat mengambil keputusan untuk melakukan peremajaan (general overhaul) atau melakukan penggantian (replacement).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perancangan Separator Hasil Akhir Penyulingan Minyak Nilam Pak Akmal di Desa Rimbo Binuang Kab. Pasaman Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

Pengolahan minyak nilam merupakan usaha yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar ekspor.Dalam pengolahan minyak nilam hal yang paling utama adalah pada proses penyulingan minyak nilam akhir, disini proses penyulingan menggunakan separator yang tidak transparan,biasanya separator ini digunakan untuk pemisah minyak dan air. Separator yang ada pada saat ini terlalu menyulitkan pengrajin untuk melakukan pemisahan minyak, karena masih membutuhkan pengawasan dari seorang pengrajin untuk melihat setiap saat pada separator supaya minyak yang sudah terpisah bisa diambil. Untuk itu perlu dilakukannya perancangan separator hasilakhir penyulingan minyak nilam yang transparan dan terukur dan mengoptimalkan proses penyulingan minyak nilam pada separator. Dari hasil penelitian didapatkan separator yang transparan dan terukur dengan proses penyulingan minyak nilam yang optimal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail