Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Limbah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Modifikasi Insinerator untuk Mencegah Pencemaran Udara Studi Kasus RSUD Dr. Rasidin Padang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah medis yang berasal dari Rumah Sakit di RSUD Rasidin Padang yang pengolahannya kurang baik dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi lingkungan sekitar rumah sakit. Gangguan yang ditimbulkan dari efek kontak langsung dengan limbah, seperti limbah tajam yang bisa melukai tubuh dan mengandung kuman yang bisa menimbulkan penyakit.Untuk menghindari dampak dari limbah medis tersebut, perlu adanya pengolahan yang tepat, salah satunya dengan metode pembakaran limbah atau yang disebut dengan insinerasi.Pengolahan sampah dengan insinerasi dapat mengurangi volume dan massa serta mengurangi sifat berbahaya dari sampah infeksius. Akan tetapi penggunaan insinerator harus sesuai dengan baku mutu insinerator dan tidak menghasilkan dampak bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi Insinerator di RSUD Rasidin Padang agar sesuai dengan baku mutu emisi udara yang di lengkapi alat filterisasi abu / asap yang dikeluarkan dalam proses pembakaran serta menghitung dimensi cyclone dan nozzle spray yang sesuai untuk pengendalian asap yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukan Insinerator yang akan di modifikasi harus memiliki dimensi cyclone yang sesuai yaitu diameter cyclone 1,0676 m,tinggi cyclone keseluruhan 4,2704 m dengan pressure drop 262,02 Pa dan nozzle spray dengan laju aliran 3,8 liter/ menit dengan tekanan 40 psi atau setara dengan 3 bar.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Spenth Bleaching Earth (SBE) Sebagai Adsorben Fe pada Limbah Cair PLTU Teluk Sirih

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spent Bleaching Earth (SBE) adalah limbah padat yang dihasilkan dari industri refinery. SBE yang telah diregenerasi dapat digunakan sebagai adsorben logam berat pada limbah. Salah satu logam berat yang dihasilkan dalam limbah cair di industri PLTU yaitu Fe. Adsorpsi merupakan salah satu metode yang baik digunakan untuk pemurnian air dari logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah RSBE dan persentase penyisihan logam berat sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan perbedaan massa dan waktu kontak adsorben pada proses adsorpsi Fe menggunakan analisis Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan pada variasi perbedaan massa adsorben didapatkan penyerapan Fe terbesar dengan massa 1,5 gram, waktu kontak optimum yaitu 7 jam, dan persentase penyisihan Fe dalam limbah cair inlet PLTU sebesar 87,81%.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Abu Terbang (Fly Ash) Menjadi Paving Block

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sampah plastik yang terbuang sembarangan ke lingkungan menyebabkan efek samping bagi air tanah dan sulit diurai oleh tanah, bahkan hingga ratusan tahun. Sedangkan fly ash memiliki potensi mencemari sungai dan laut yang menjadi pusat kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu dilakukan upaya pemanfaatan limbah tersebut, salah satunya dalam pembuatan paving block. Paving block merupakan salah satu sarana transportasi yang sudah lazim digunakan dalam perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik PET dan fly ash serta mengetahui apakah paving block yang dihasilkan memenuhi standar. Penelitian ini menggunakan metode sederhana yaitu pemanasan plastik bekas PET dengan menggunakan kompor gas bakar cat dan pencampuran fly ash lalu dicetak dengan komposisi masing-masing bahan yaitu 0,5 kg (plastik) : 1,5 kg (fly ash), 1 kg (plastik) : 1 kg (fly ash), dan 1,5 kg (plastik) : 0,5 kg (fly ash). Paving block yang dihasilkan diuji kualitas sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan paving block terbaik dengan komposisi campuran 1 kg (plastik) : 1 kg (fly ash) yang mempunyai nilai kuat tekan hampir memenuhi standar yaitu sebesar 8,30 MPa dan daya serap air yaitu sebesar 15,20 %.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efisiensi Tanaman Azolla Microphylla dan Eichhornia Crassipes dalam Penurunan Kadar BOD dan COD Limbah Industri Tahu dengan Metode Fitoremediasi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri tahu merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Kegiatan industri tahu di Indonesia didominasi oleh usaha skala kecil dengan modal yang terbatas, sehingga sebagian besar industri tahu tidak memiliki unit pengolahan limbah. Limbah cair tahu yang dihasilkan dari proses produksi jika dibuang terus-menerus ke saluran drainase akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan karena tingginya parameter BOD dan COD pada limbah tersebut. Menurut PerMenLHK No. 5 Tahun 2014 parameter BOD dan COD yang diperbolehkan sebesar 150 mg/L dan 300 mg/L. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Metode pengolahan limbah cair yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu metode fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Azolla micropylla dan Eichhornia crassipes dalam menurunkan BOD dan COD limbah cair tahu. Data penelitian berupa hasil pengujian BOD dan COD setelah metode fitoremediasi dengan waktu kontak selama 15 hari. Pengujian awal limbah cair tahu didapatkan hasil BOD dan COD sebesar 193,5 mg/L dan 489,2 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair tahu “X” dengan metode fitoremediasi efektivitas penurunan BOD dan COD masing-masing sebesar 48,27% dan 74,52%. Kombinasi berat efektif untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu 100 Azolla microphylla + 300 Eichhornia crassipes.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Silika dari Brine Panas Bumi sebagai Adsorben Logam Berat Fe pada Limbah Industri Pandai Besi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silika merupakan salah satu unsur terlarut didalam brine panas bumi khususnya di wilayah Dieng. Silika merupakan padatan berpori dan dapat mengikat senyawa atau logam berat lain sehingga sering dimanfaatkan sebagai adsorben. Salah satu logam berat ini adalah logam besi dimana logam besi merupakan salah satu pencemar bagi lingkungan, dan salah satu contoh industri yang banyak menyumbang limbah besi adalah industri pandai besi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorbsi silika panas bumi terhadap logam berat Fe pada limbah cair pandai besi dengan menggunakan variasi waktu, kecepatan, dan berat adsorben. Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah metoda adsorbsi dimana nantinya nilai adsorbansi akan diukur dengan AAS. Pada penelitian ini terdapat perbedaan nilai adsorbansi akibat dari pengaruh variabel yang digunakan. Nilai adsorbansi maksimal diperoleh pada silika panas bumi murni sebesar 72,7 % untuk berat adsorben 0.75 gr dan silika yang dimodifikasi HCL sebesar 57,8% untuk berat adsorben 0,25 gr namun hal ini belum mencapai kondisi optimum karena belum menunjukkan penurunan nilai adsorbansi pada grafik sehingga perlu diadakan penelitian lanjutan dengan tambahan waktu kontak.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Kompos Sampah Organik dengan Penambahan Sekam Padi dengan Menggunakan Metode Takakura

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Padang Pariaman tidak luput dari permasalahan persampahan, dengan Jumlah timbulan sampah sebesar 3,087 liter/orang/hari. Sebagai bentuk keperdulian terhadap penanganan sampah maka perlu dilakukan tindakan pengelolaan sampah dimulai dari skala kecil yaitu dalam rumah tangga dengan cara pengomposan menggunakan metode Takakura. Metode pengomposan Keranjang Takakura memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode lain yaitu Praktis karena sangat cocok untuk perumahan dengan lahan yang tidak begitu lebar. Manfaat arang sekam padi pada saat pengomposan dengan takakura sangat potensial dijadikan biochar untuk menambah unsur hara pada kompos. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektifitas pengomposan sampah organik rumah tangga dengan menambahkan sekam padi menggunakan metode takakura dan mengetahui kualitas kompos yang dihasilkan sesuai SNI 19-7030- 2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik. Berdasarkan analisis kualitas dengan pengomposan menggunakan metode takakura yang memenuhi SNI: 19-7030-2004 antara lain: kadar air , pH, N-total, C/N Rasio. Kadar air pada kompos dengan limbah tangga dengan pemberian arang sekam padi + EM4 berjumlah 46,08% dan pH pada kompos sebesar 7,0. Kandungan unsur hara C/N Rasio pada kompos dengan limbah tangga dengan pemberian arang sekam padi + EM4 sebesar 18,24% dan nilai N-total sebesar 0,83%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penurunan Parameter BOD dan COD Limbah Laundry dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Eichhornia Crassipes dan Eichinodorus Palaefolius

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya mobilitas masyarakat masa kini menyebabkan industri besar maupun kecil bermunculan, salah satu industri kecil yaitu usaha laundry. Limbah laundry yang dihasilkan dari proses pencucian pakaian jika dibuang terus-menerus ke saluran drainase akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan karena tingginya parameter BOD dan COD pada limbah tersebut. Menurut PerMenLHK No. 68 Tahun 2016 parameter BOD dan COD yang diperbolehkan sebesar 30 mg/L dan 100 mg/L. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Metode pengolahan limbah cair yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu metode fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eceng gondok dan melati air menurunkan BOD dan COD limbah laundry. Data penelitian berupa hasil pengujian BOD dan COD setelah metode fitoremediasi dengan waktu kontak selama 15 hari. Pengujian awal limbah laundry didapatkan hasil BOD dan COD sebesar 76,4 mg/L dan 136,2 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah laundry “X” dengan metode fitoremediasi efektivitas penuruanan BOD dan COD masing-masing sebesar 69,24% dan 39,65%. Kombinasi berat efektif untuk menurunkan parameter BOD dan COD yaitu 200 eceng gondok + 200 melati air.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Tawas dalam Menurunkan Warna pada Limbah Cair Songket Silungkang dengan Koagulasi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair songket Silungkang dibuang langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan sehingga parameter warna dan pH air limbah melebihi baku mutu PerMen KLHK P.16 tahun 2019 dengan konsentrasi awal warna 1801,1 TCU dan pH 11. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dosis koagulan tawas terhadap penurunan parameter warna dan pH pada limbah cair songket Silungkang dan menentukan efisiensi penyisihan parameter warna pada limbah cair songket Silungkang pada dosis koagulan tawas yang berbeda pada proses koagulasi. Dalam penelitian ini digunakan variasi tawas sebesar 2,5g, 5gr dan 7,5gr dalam 500 ml sampel dan waktu pengadukan cepat selama 2 menit, kemudian dilanjutkan dengan pengadukan lambat selama 30 menit. Selanjutnya diendapkan selama 60 menit. Hasil penelitian didapatkan dosis tawas paling efisien untuk menurunkan kadar zat warna yaitu dengan menggunakan koagulan tawas sebanyak 5g sehingga diperoleh hasil 85 TCU dengan persentase 95,2%. Sehingga berdasarkan hasil pengolahan menggunakan metode koagulasi dapat dijadikan salah satu alternatif bagi usaha pencelupan benang songket Silungkang dalam mengolah limbah cair yang dihasilkan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Tanaman Salvinia Molesta dan Eichhornia Crassipes dalam Menurunkan Kadar BOD, COD dan TSS pada Limbah Cair Tahu di Pabrik Tahu MTB di Sungai Sapiah Padang

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah industri tahu yang melewati batas baku mutu dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu teknik pengolahan yang dapat dilakukan adalah fitoremediasi. Salah satu karakteristik yang menyatakan tingkat pencemar suatu limbah yaitu nilai Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas kemampuan tanaman Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair industri tahu. Penelitian ini menggunakan sistem batch dan variasi jumlah mixing tanaman yang digunakan ialah SM250;EC50, SM200;EC100, SM150;EC150, SM100;EC200, dan SM50;EC250 (g) tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari, dan 15 hari. Pengujian awal limbah didapatkan nilai BOD sebesar 4.236 mg/L, COD sebesar 1936 mg/L, dan TSS sebesar 740,573 mg/L dengan pengenceran optimum yang sudah didapatkan 10%. setelah dilakukan uji fitoremediasi terjadi penurunan terbaik pada nilai BOD hingga 41 mg/L dengan efisiensi 94,31%, COD 104 mg/L dengan efisiensi 94,63%, dan TSS 63,49 mg/l dengan efisiensi 91,43%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar menurut PermenLH no 5 tahun 2014. Penurunan kadar BOD, COD, dan TSS optimum tersebut terdapat pada variasi jumlah mixing tanaman SM50;EC250 dan pada hari ke 15. Ini membuktikan bahwa tanaman Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes ini efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri tahu.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur dengan Ampas Tebu sebagai Adsorben Zat Warna Methylene Blue dalam Limbah Tekstil

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil adalah methylene blue. Metode yang efektif digunakan untuk menurunkan zat warna terlarut adalah adsorpsi. Padatan pengikat fluida pada proses adsorpsi disebut adsorben. Sebagai bahan yang bersifat penjerap, cangkang telur dan ampas tebu merupakan kombinasi bahan yang potensial digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi kombinasi limbah cangkang telur dan ampas tebu untuk zat warna methylene blue dalam limbah tekstil. Adsorben cangkang telur dan ampas tebu dibuat dengan cara pemanasan masing-masing pada suhu 5000C dan 6000C. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan rasio adsorben, pH, dan waktu kontak pada proses adsorpsi methylene blue dalam limbah tekstil menggunakan analisis spektrofotometer UV- Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio optimum cangkang telur dan ampas tebu adalah 1:4, pH 9.46, dengan waktu kontak 70 menit. Persentase penyisihan methylene blue dalam limbah tekstil adalah sebesar 98,85%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Bioadsorben Limbah Batang Pisang dalam Penyisihan Logam Berat (Pb, Cd, Cr) pada Air Limbah Laboratorium

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair dari kegiatan praktikum di SMK X Kota Padang mengandung logam berat yang membahayakan lingkungan. Sebelum dibuang kelingkungan biasanya diolah dengan menggunakan mikroorganisme secara biologi di IPAL. Besarnya biaya operasional dan perawatan metode biologi, maka alternatif lain digunakan bioadsorben alami. Bioadsorben alami dibuat dari limbah batang pisang yang diaktivasi secara kimia dengan menggunakan NaOH 5% dan fisika pada pemanasan pada suhu 500oC. Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan massa bioadsorben sebanyak 0,5, 1, 2, dan 3 gram dengan waktu kontak selama 5, 10, 15, 20, 25 menit. Selanjutnya dilakukan pengujian kualitas bioadsorben berdasarkan SNI 06-3730-1995, penyisihan logam berat Pb berdasarkan SNI 06-6989.45-2005, Cd berdasarkan pada SNI 06-6989.37-2005, dan Cr SNI 6989.17:2009. Sehingga didapatkan hasil aktivasi secara kimia yang lebih efektif dalam penyisihan logam berat. Hasil dari pengujian kualitas didapatkan nilai kadar air 1%, kadar abu 7,99%, Volatile matter 23,71% dan daya serap iod 1098 mg/g. Bioadsorben dilakukan pengujian SEM dan didapatkan hasil aktivasi secara kimia ukuran pori yang besar. Untuk penyisihan dari ketiga logam berat didapatkan massa optimum 1 gram dengan lama kontak 10 menit. Dengan persentase penyisihan 98,89% untuk logam Pb, 99,72% untuk logam Cd, dan 99,50% untuk logam Cr.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Ampul Dalam Upaya Minimasi Limbah Padat (Limbah Benda Tajam) B3 Medis

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah medis belum banyak dilakukan karena kurangnya ilmu pengetahuan dan fasilitas pengolahan limbah medis. Minimasi limbah medis dapat dilakukan dengan cara penggunaan kembali (reuse). Limbah medis yang dimanfaatkan atau digunakan kembali harus di kelola dengan cara dan ketentuan yang berlaku. Salah satu limbah medis yang dapat dimanfaatkan kembali adalah botol atau kemasan dari kaca. Limbah ampul merupakan limbah medis kategori limbah benda tajam berbahan dasar kaca. Ampul memiliki kesamaan karakteristik fisik dengan tabung durham. Pada metode Most Probable Number bagian uji dugaan dan penegasan bakteri jenis Coliform tabung durham digunakan untuk menangkap gas hasil fermentasi oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampul sebagai pengganti tabung durham sehingga dapat meminimasi jumlah limbah benda tajam rumah sakit. Potensi minimasi limbah ampul terhadap limbah benda tajam selama satu bulan yaitu 1,60 %. Pemanfaatan ampul dalam uji dugaan dan penegasan adanya bakteri coliform sangat efisien karena ampul tersebut dapat menggantikan fungsi tabung durham serta bisa mengurangi limbah medis.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pemanfaatan Arang Lidi Air (Typha Angustifolia) dalam Menurunkan Kadar Timbal (Pb) pada Limbah Cair Bengkel

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah sisa cuci-cuci pada bengkel merupakan salah satu limbah yang tidak diperhatikan pengolahannya sebelum dibuang ke badan air. Limbah cair tersebut mengandung logam timbal yang berbahaya sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan terhadap makhluk hidup. Baku mutu kandungan timbal diperbolehkan sebesar 0,1 mg/L berdasarkan pada PermenLH No. 5 tahun 2014. Apabila melebihi baku mutu, maka harus dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Metode pengolahan limbah cair yang mengandung logam timbal efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari arang aktif Typha angustifolia. Data penelitian berupa hasil pemeriksaan kandungan timbal dari limbah cair bengkel “X”. Pengukuran timbal dilakukan dengan mengacu kepada SNI-6989-8-2009. Pada awal pengujian didapatkan konsentrasi awal limbah cair bengkel tersebut yaitu 0,6623 mg/L. Setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah cair bengkel “X”, serta memvariasikan pengujian terhadap berat arang dan waktu kontak optimum arang aktif Typha angustifolia dalam menurunkan kadar timbal pada limbah cair bengkel, didapatkan berat arang optimum penurunan kadar timbal yaitu sebanyak 0,5 gram, serta waktu kontak optimum yang digunakan yaitu selama 8 jam dengan nilai persen efektivitas sebesar 95,11%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode ini efektif digunakan untuk penurunan kadar timbal pada limbah cair bengkel.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Biomassa Cangkang Langkitang (Faunus ater) sebagai Biosorben Logam Berat Krom pada Limbah Cair (Studi Kasus Industri Penyamakan Kulit)

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cangkang langkitang (Faunus ater) merupakan limbah yang dapat dijadikan sebagai biosorben karena mengandung senyawa turunan kalsium karbonat (CaCO3) secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi zat-zat lain kedalam pori-pori permukaannya yang dapat mengikat ion logam. Salah satu logam berat yang merupakan sumber pencemaran dan perlu dihilangkan dalam perairan adalah logam kromium (Cr). Logam ini digunakan dalam industri penyamakan kulit, pelapisan logam, industri cat dan industri tekstil, bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan biosorben dari cangkang langkitang bertujuan untuk mengetahui apakah adsorben tersebut dapat menurunkan kadar ion logam kromium dalam limbah penyamakan kulit. Variasi pH, ukuran adsorben, dan ketebalan adsorben dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum terhadap proses penyerapan ion logam kromium dengan cangkang langkitang menggunakan SSA. Variasi pH dilakukan pada pH 2, 3, 4, 5 dan 6 dan keadaan optimum diperoleh pada pH 2 dengan variasi ukuran adsorben 40, 70 dan 100 Mesh dan variasi ketebalan adsorben 2, 6 dan 10 cm. Hasil dari penyerapan 20 ml limbah Cr menggunakan adsorben cangkang langkitang sebesar 72,57 ppm. Setelah diadsorpsi sampel dianalisis dengan SSA, didapatkan hasil bahwa logam kromium pada sampel memiliki nilai efektifitas terbesar yaitu pada ukuran 100 mesh sebesar 99, 29 % sedangkan untuk ukuran 40 dan 70 mesh sebesar 98,23 % dan 98, 78 %.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Kitosan dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) sebagai Biokoagulan dalam Penurunan Kadar BOD5, COD, TSS dan Nitrogen Total pada Limbah Cair Pabrik Tahu

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan Kitosan dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) sebagai Biokogulan dalam Penurunan Kadar BOD, COD, TSS dan Nitrogen Total pada Limbah Cair Pabrik Tahu

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Batubara (Fly Ash) di PLTU Ombilin sebagai Bahan Koagulan

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak :Energi listrik salah satunya dihasilkan dari energi kinetik uap yang menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Penggunaan batubara menghasilkan hasil samping yaitu limbah abu dalam jumlah banyak yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah abu salah satunya yaitu menjadikan limbah abu menjadi bahan koagulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat bahan koagulan dengan cara mengekstrak abu terbang dengan menggunakan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 1%,2%,3%,4%,5%,10%, dan 15%. Pengujian kualitas koagulan fly ash ini dilakukan dengan cara dilakukan pengujian pada laboratorium dengan menguji nilai pH, turbidity, dan pengujian jar test guna melihat kualitas dari koagulan fly ash. Hasil dari pengujian laboratorium yaitu didapatkan koagulan pada konsentrasi 4% merupakan hasil terbaik yaitu didapatkan nilai pH 6,98, conductivity 221,8 µS/cm, tubidity 3,50 NTU dari hasil tersebut menyatakan bahwa koagulan fly ash bisa digunakan sebagai bahan alternatif pengganti alum karena sifat yang dimiliki relatif sama dan dari uji jar test hasil pengujian sampel yang menggunakan koagulan fly ash mampu membuat sampel kedalam range standard kualitas air PLTU Ombilin. Karena menjadi bahan alternatif pengganti alum maka dengan menggunakan koagulan fly ash ini juga dapat menguntungkan secara materi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Batang Talas (Colocasia Esculenta) Menjadi CMC (Carboxy Methyl Cellulose)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan Limbah Batang Talas (Colocasia Esculenta) Menjadi CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Nama : Randi Permana Putra NPM : 1310024428028 Pembimbing I : Andi Irawan, MT Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Batang talas merupakan limbah, dimana mengandung selulosa dengan kadar 1 % yang pada umumnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan selulosa dalam limbah batang talas sebagai bahan baku pembuatan karboksimetil selulosa (Na-CMC), serta karakteristik CMC seperti perolehan, kemurnian, kadar NaCl, derajat substitusi (DS), kekentalan, pH, kadar air, kemiripan gugus fungsi dengan pengujian menggunakan FTIR. Dalam prosesnya, limbah batang talas mula-mula dibuat menjadi tepung/ serbuk batang talas dengan jalan penghancuran dan pengeringan. Kemudian serbuk/ tepung batang talas tersebut mengalami proses alkalisasi. Alkalisasi dilakukan dengan mereaksikan selulosa dengan NaOH 10 - 40% dengan pelarut isopropil alkohol pada suhu 30 °C selama 90 menit, dilanjutkan eterifikasi dengan natrium kloroasetat 1-5 g pada suhu 50-80 °C selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rendemen dari CMC batang talas yakni 7,7% dan karakteristik CMC yaitu : kemurnian 95,57%; kadar NaCl 4,43%; DS 0,13; kekentalan 2 cP; pH 8; kadar air 5,1% dan kemiripan gugus fungsi dengan CMC dari Wako Pure Chemical Industries, Ltd. Berdasarkan hasil analisa laboratorium diatas termasuk dalam grade kedua menurut SNI 06-3736-1995.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail