ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil peledakan yang dilakukan di PT Allied Indo Coal Jaya mendapati geometri peledakan yang diterapkan perusahaan diperoleh fragmentasi hasil peledakan besar dari 60 cm (boulder) dengan persentase lebih dari 20% dan belum mencapai fragmentasi yang dinginkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis geometri peledakan aktual dan distribusi fragmentasi hasil peledakan, merekomendasikan geometri usulan peledakan dan distribusi fragmentasi hasil peledakan, dan menganalisis pengaruh parameter tinggi jenjang, burden dan spacing terhadap fragmentasi hasil peledakan. Data yang dibutuhkan berupa geometri peledakan. Analisis geometri peledakan aktual dan distribusi fragmentasi hasil peledakan di PT. Allied Indo Coal Jaya, dimana pada peledakan pertama dan ke tiga dengan nilai burden 3 m, spasi 4 m, stemming 2 m, tinggi jenjang 5 m, kedalaman lubang 6 m dan fragmentasi yang lolos (>60 cm) senilai 66,83%. Sementara itu untuk peledakan ke dua dengan geometri peledakan burden 3 m, spasi 4 m, stemming 2 m, tinggi jenjang 6 m, kedalaman lubang 7 m dan fragmentasi yang lolos (>60 cm) senilai 80,85%. 2. Parameter tinggi jenjang berpengaruh terhadap persentase fragmentasi hasil peledakan yang lolos sedangkan burden dan spasi tidak berpengaruh terhadap fragmentasi hasil peledakan. Rekomendasi geometri peledakan usulan ke-1 dengan burden 2 m, spasi 4 m, temming 1,9 m, tinggi jenjang 6,6 m, kedalaman lubang 7 m dan fragmentasi yang lolos (>60 cm) senilai 79,32 %. Sementara itu untuk geometri peledakan usulan ke-2 dengan burden 2 m, spasi 4 m stemming 1,9 m, tinggi jenjang 7,4 kedalaman lubang 8 m dan fragmentasi yang lolos (>60 cm) senilai 91,06%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Macmahon Mining Services dalam melakukan peledakan menggunakan geometri peledakan dengan metode trial and error (uji coba) di lapangan. Geometri yang digunakan perusahaan sebelumnya memiliki nilai Burden (3,1 m), spasi
(3,6 m), jenjang (10 m), dan Sub drill (0,5 m). Dari geometri yang sudah digunakan perusahaan terjadi penurunan kualitas fragmentasi batuan dimana hasil peledakan dalam bentuk bongkahan besar (boulder). Tujuan penelitian adalah menganalisis geometri peledakan usulan menurut R.L. Ash dan menghitung total biaya yang harus dikeluarkan pada kegiatan peledakan pada PT. Macmahon Mining Servicis. Data primer yang dibutuhkan adalah geometri peledakan aktual. Data sekunder yang dibutuhkan adalah peta lokasi penambangan, peta kesampaian daerah, spesifikasi bahan peledak, jenis bahan peledak yang digunakan, harga bahan peledak, gaji karyawan, dan target volume peledakan. Geometri peledakan usulan menurut RL.Ash yaitu burden 3,7 m, spacing 4,25 m, sub drilling 0,7 m, stemming 2,59 m, dengan jenjang yang sudah di tetapkan perusahaan yaitu 10 m, panjang kolom isian 8,1 m, loading density 16,45 kg/m, pemakaian bahan peledak 133,24 kg, volume peledakan perlubang 402,56 Bcm, dan jumlah lubang sebanyak 26 lubang/hari. Total biaya yang harus dikeluarkan perusahaan khusus pit Purnama Main pada tahun 2020 menggunakan geometri aktual adalah sebesar Rp 11.446.358.000,- dan menggunakan geometri usulan sebesar Rp 9.053.681.000,-. Total biaya yang harus dikeluarkan perusahaan khusus pit Purnama Main pada tahun 2021 menggunakan geometri aktual adalah sebesar Rp 16.370.197.000,- dan menggunakan geometri usulan sebesar Rp 13.967.437.000,-.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Area peledakan dekat dengan crusher, gudang handak, dan kantor. Sehingga pada saat material peledakan Fly rock mengenai area tersebut, yang apabila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan. Tujuan penelitian adalah menganalisis jarak lemparan batuan menggunakan geometri aktual, merancang geometri radius aman fly rock, dan menganalisis jarak lemparan batuan. Metode yang digunakan adalah metode Richard and Moore dan Metode Lundborg. Jarak lemparan batuan aktual dengan metode richard and moore adalah rata-rata face burst 180,7 m, rata-rata cratering 143,7 m, rata-rata rifling 48,8 m, dan teori lundborg rata-rata 100,6 m. Geometri usulan menurut R.L Ash maka di dapatkan hasil geometri peledakan usulan burden 2 m, spasi 3 m, stemming 2 m, kedalaman lubang 6 m, isian 5 m, dan diameter 3 inch dan metode C.J.Konya maka di dapatkan hasil geometri peledakan usulan burden 2,1 m, burden awal 2,1 m, spasi 2,9 m, stemming 1,5 m, kedalaman lubang 6 m, isian 4,5 m, dan diameter 3 inch. Jarak lemparan batuan menggunakan geometri usulan menurut richard and moore dengan teori R.L.Ash maka di dapatkan jarak fly rock face burst sebesar 45,9 m, cratering 45,9 m, kemiringan lubang tembak 80° maka nilai rifling 10,1 m, dengan Teori C.J.Konya di dapatkan nilai face burst sebesar 31,9 m, dan nilai cratering sebesar 96,9 m, kemiringan lubang tembak 80° maka nilai rifling 21,3 m, dan Berdasarkan geometri peledakan usulan teori R.L.Ash dan C.J.Konya fly rock dihitung menurut Lundborg, maka di dapatkan jarak fly rock 98,67 m dengan teori R.L.Ash, dan 81,51 m dengan teori C.J.Konya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini PT. Kerinci Merangin Hidro sedang melakukan kegiatan pembangunan PLTA. Dalarn pembangunan PLTA, terdapat pengerjaan pembuatan terowongan. Terowongan yang dibuat terdapat dua jenis yaitu terowongan utama (headrace tunnel) yang berfungsi sebagai tempat pengaliran air (waterway) dan terowongan pembantu (adit) yang digunakan sebagai akses masuk kedalam terowongan utarna. Kedua terowongan tersebut digali (Excavation) dengan menggunakan metode pemboran dan peledakan (drill and blast). Permasalahan yang terjadi, kegiatan tersebut mementingkan progress kemajuan dengan target 50 m/bulan dan bentuk dari hasil peledakan yang sesuai dengan rencana. Sehingga membuat penggunaan bahan peledak yang relatif tinggi (550-600 PCS dayagel) dan berpengaruh terhadap kestabilan terowongan. Maka perlu dilakukan kajian pengaruh kegiatan peledakan terhadap kestabilan terowongan tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan nilai kelas massa batuan,memperoleh nilai PPV prediksi dan melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh peledakan terhadap kestabilan adit. Data Primer yang dibutuhkan ialah Geometri Terowongan, kelas massa batuan, nilai getaran actual, struktur kekar, sifat fisik dan mekanik batuan dan data sekunder ialah spesifikasi bahan peledak,geometri peledakan, peta situasi, peta rancangan, dan sketsa geometri terowongan.Hasil kajian menunjukan peledakan dengan rata-rata pengisian bahan peledak pernomor delay tertinggi sebesar 8,8 Pcs/delay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan persentase RQD,nilai bobot RMR & Q-system, dan faktor kemanan. Pada peledakan di tanggal 03/11/2020 pukul 12.20 pada STA 362 penurunan persentase RQD sebesar 17% (di 3 meter dari lokasi peledakan), 13% (di 6 meter dari lokasi peledakan), penurunan nilai bobot RMR dan Q_system sebesar 7 dan 1.04 (di 3 meter dari lokasi peledakan), 5 dan 0.97 (di 6 meter dari lokasi peledakan), penurunan faktor keamanan sebesar 0.712 (di 3 meter dari lokasi peledakan) dan 0.237 (di 6 meter dari lokasi peledakan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Allied Indo Coal Jaya mengalami permasalahan tidak tercapainya produksi satu hasil peledakan sebesar 7.000 ton untuk satu kali peledakan, terdapat boulder pada hasil peledakan, geometri peledakan yang belum optimal pada Pit Central Barat PT.Allied Indo Coal Jaya Kota Sawah Lunto. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis parameter geomekanika, nilai blastability index pada peledakan batubara di pit central barat PT. Allied Indo Coal Jaya dan geometri peledakan usulan berdasarkan nilai blastability index pada peledakan batubara di pit central barat PT. Allied Indo Coal Jaya. Metodologi penelitian yan digunakan adalah metodologi kuantitatif. Data primer pada penelitian ini berupa Geometri Peledakan, Rock Mass Description, Joint plane spacing, Joint plane orientation, Specivic gravity influence dan hardness, kuat tekan batuan, jumlah kekar dalam 1 meter, jarak kekar, lebar bukaan kekar, panjang kekar. Dari hasil penelitan didapatkan Parameter geomekanika batuan pada batubara memiliki bobot nilai rock mass description sebesar 20, joint plane spacing sebesar 20, joint plane orientation sebesar 40, specific gravity influence sebesar 11,30 dan hardness sebesar 1,5 sedangkan nilai blastability index sebesar 46,4 dan faktor batuan sebesar 5,568. Geometri peledakan usulan berdasarkan nilai blastability index menggunakan ukuran burden 2 m, spacing 3 m, stemming 1 m, panjang kolom isian 6 m, kedalaman lubang ledak 6 m, dan diameter bor 3 inch, dan bahan peledak 23 kg per lubang ledak, didapatkan volume hasil batuan terbongkar adalah 36 m³ per lubang ledak dengan nilai powder factor 0.65.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Alied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara dengan metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah, pada tambang terbuka menggunakan peledakan sebagai cara untuk memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga tidak mengganggu proses gali muat, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder/bongkahan yang berukuran 60 cm lebih dari 20% dengan pawder factor lebih dari yang di targetkan perusahaan yaitu diatas 0,30. Tujuan penelitian untuk mengetahui geometri peledakan ideal untuk mendapatkan ukuran fragmentasi dan biaya peledakan berdasarkan perhitungan R.L.Ash, C.J. Konya, kuz-ram dan aplikasi split dekstop, dari analisis yang dilakukan, didapatkan geometri rekomendasi yaitu geometri metode R.L. Ash dengan burden 2 m, spacing 4 m, stemming 2 m, subdrilling 0,6 m, kedalaman lubang 7 m, panjang kolom isian 5 m, tinggi jenjang 6,4 m. Menghasilkan fragmentasi yang lolos berukuran 60 cm sebesar 86,34 %, pawder factor 0,32, dengan biaya recovery Rp 8.395/m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan peledakan merupakan salah satu metode yang saat ini sering digunakan dalam kegiatan penambangan bahan galian baik itu proses pemberaian material juga pembongkaran batuan induk dalam penambangan batuan gamping. Selain menguntungkan kegiatan peledakan juga memiliki efek yang bisa berdampak negatif dan beresiko dapat merugikan kegiatan penambangan, salah satunya adalah fly rock. Fly rock adalah fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil ledakan. Fragmentasi batuan yang terlempar melebihi radius aman dapat mengakibatkan kerusakan terhadap alat mekanis, cidera, bahkan kematian untuk manusia. Hal ini lah yang menyebabkan efek dari fly rock menjadi salah satu perhatian utama pada setiap kegiatan peledakan. Tujuan penelitian mengetahui radius aman untuk alat dan manusia menurut rhicard and moore, dan geometri ideal untuk mendapatkan fly rock dalam radius aman. Oleh karena itu fly rock akibat peledakan harus sesuai dengan keputusan menteri ESDM nomor 1287 K/30/MEM/ 2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik. Berdasarkan KEPMEN 1287 K/30/MEM/ 2018 dari hasil pengukuran fly rock yang dilapangan maka didapatkan nilai lempar menurut rhicard and moore sebesar 126 m untuk peledakan pertama, 198 m untuk peledakan ke dua, dan 256 m untuk peledakan ke tiga. Geometri ideal untuk mendapatkan fly rock dalam radius aman yaitu berdasarkan R.L Ash diperoleh nilai Burden: 2 m, spasi: 3 m, stemming: 1,4 m, Kedalaman lubang: 6 m, isian: 4,6 m, dan diameter lubang ledak: 3 inch, diperoleh nilai radius aman sebesar 148,32 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesit dengan peledakan sebagai cara untuk melepas dari batuan induk dan memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder yang berukuran 40 cm lebih dari 25%, Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai Powder Factor dan rancangan geometri peledakan yang ideal dan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi pada peledakan batu andesit di PT. Bintang Sumatra Pasifik, Metode yang digunakan untuk mendapatkan geometri peledakan yang ideal ialah metode R.L.Ash (1967) dan C.J.Konya (1990), dan untuk menentukan hasil fragmentasi peledakan menggunakan software splite desktop, Metode R.L. Ash (1967) dan metode C.J. Konya (1990), maka didapatkan distribusi hasil fragmentasi yang berukuran 40 cm menggunakan metode R.L.Ash (1967) yang lolos ayakan 61,94%, dan menggunakan metode C.J.Konya (1990) yang lolos ayakan 83,75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Ansar Terang Crushindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesite dengan peledakan sebagai cara untuk melepas dari batuan induk dan memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder/bongkahan yang berukuran 60 cm lebih dari ± 40%. Tujuan penelitian untuk Mengetahui geometri peledakan aktual terhadap hasil fragmentasi peledakan berdasarkan perhitungan teoritis dan Software Wipfrag. Mendapatkan perbandingan geometri peledakan terhadap hasil fragmentasi aktual dengan hasil fragmentasi ideal. Metode yang digunakan untuk mendapatkan geometri peledakan yang ideal ialah metode R.L.Ash, dan untuk menentukan hasil fragmentasi peledakan menggunakan rumus Kuz-Ram dan SofwareWipfrag. Dari hasil menggunakan metode R.L.Ash maka didapatkan distribusi fragmentasi yang lolos ayakan 98,05 %. Dan artinya hanya 1,95 % material yang tertahan di ukuran 60 cm
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ground vibration adalah gelombang yang bergerak di dalam tanah disebabkan oleh adanya sumber energi. Ground vibration pada peledakan di sebabkan oleh beberapa hal, yaitu pola rangkaian yang tidak pas, dan pemakaian bahan peledak yang berlebihan. Peak Particle Velocity adalah salah satu kriteria untuk menentukan tingkat getaran yang berpengaruh terhadap lingkungan tambang. PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) merupakan salah satu perusahaan yang melakukan peledakan pada pembongkahan bahan galian. Tujuan pada penelitian ini adalah menentukan nilai PPV aktual, menentukan nilai PPV menurut teori, dan membandingkan nilai PPV aktual dengan PPV teori. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai PPV aktual adalah dengan menggunakan alat geovibration sedangkan menentukan nilai PPV teori dengan menggunakan model prediksi USBM (Duvall dan Fogelson, 1962), Ambraseys-Hendron (1968), Langefors – Kihlstrom (1978), Indian Standard (1973), dan CMRI (1991). PPV aktual yang di hasilkan pada PT. Koto Alam Sejahtera untuk isian 3 kg dan kedalaman 3 meter di dapatkan nilai PPV tertinggi tanggal 5 Februari 2019 dengan nilai ppv G1 = 100 mm/s, G2 = 100 mm/s, G3 = 80 mm/s, G4 = 76,1 mm/s, G5 = 11,22 mm/s dan terendah tanggal 10 Februari 2019 dengan nilai ppv G1 = 100 mm/s, G2 = 49,5 mm/s, G3 = 41,7 mm/s, G4 = 19,4 mm/s, G5 = 10,43 mm/s, sedangkan untuk isian 16 kg dan kedalaman 6 meter di dapatkan nilai PPV tertinggi tanggal 15 Februari 2019 dengan nilai ppv G1 = 100 mm/s, G2 = 100 mm/s, G3 = 100 mm/s, G4 = 80,5 mm/s, G5 = 14,2 mm/s dan terendah tanggal 14 Februari 2019 dengan nilai ppv G1 = 100 mm/s, G2 = 100 mm/s, G3 = 100 mm/s, G4 = 49,6 mm/s, G5 = 9,2 mm/s.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fragmentasi adalah istilah yang digunakan sebagai petunjuk ukuran setiap bongkah batuan setelah peledakan. Keberhasilan suatu proses peledakan dapat dilakukan dengan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi bongkah batuan. Fragmentasi yang optimal berkaitan dengan peningkatan produktivitas. Dalam mengontrol ukuran fragmentasi berkaitan dengan geometri, pola peledakan serta perencanaan peledakan yang akan dilakukan. PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan, perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2013 dan mulai beroperasi pada tahun 2015 dengan luas IUP 10 Ha yang beroperasi di Jorong Polong Duo, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota. Dari pengamatan di lapangan masih banyaknya fagmentasi yang berukuran > 80 cm (boulder) yang dihasilkan berkisar ± 20%, sehingga perlu dilakukan kegiatan tambahan untuk memecah kembali boulder. Tujuan penelitian ini adalah menentukan persentase boulder rata-rata yang dihasilkan dari kegiatan peledakan, mengetahui perbandingan fragmentasi hasil peledakan berdasarkan pola peledakan yang diterapkan, menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai persentase rata-rata boulder adalah dengan menganalisa distribusi fragmentasi yang dihasilkan menggunakan software wipfrag, selanjutnya membandingkan distribusi fragmentasi yang dihasilkan dari penerapan pola peledakan boxcut dan excelon dan menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. persentase (boulder) rata-rata yang dihasilkan di PT.Koto Alam Sejahtera untuk peledakan dengan menggunakan pola boxcut mengasilkan nilai 0,808%, untuk pola peledakan excelon menghasilkan nilai 7,944%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT semen padang memiliki tambang batu kapar sebagaibahan galian utama. Pada Kegiatan penambangan PT. Semen Padang dilakukan kegiatan penambangan yang bertujuan untuk membongkar batu kapur dari batuan induk karena batu kapur yang akan diambil tergolong keras dengan fragmentasi yang ditargetkan berukuran 80cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bakapindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yakni tambang Dolomite yang memiliki Surat Izin Usaha Pertambangan Daerah (SIPD) dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat dengan Nomor surat 303.545/10/DTB- 92 tanggal 19 Mei 1992. Dengan luas 75 ha, Terutama saat diadakannya kegiatan penambangan kuatnya suara (noise) yang dikeluarkan kegiatan tersebut mengakibatkan adanya keluhan sebagian masyarakat di area penambangan karena kebisingan akibat aktifitas penambangan. Terganggunya masyarakat akibat penambangan yang berdekatan langsung terhadap permukiman/perumahan penduduk yang berdampak pada lingkungan sekitar area perumahan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber kebisingan dan mengetahui pengaruh jarak terhadap sumber kebisingan di lokasi penambangan Jenis penelitian adalah penelitian terapan (applied research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diolah secara langsung menggunakan data yang didapat dilapangan.yang menjadi sumber kebisingan di PT. Bakapindo berada pada Area peledakan dengan nilai intensitas kebisingan yang di dapat sebesar 113,3 dB sedangkan pengaruh jarak terhadap sumber kebisingan berada pada Area peledakan dengan jarak pengukuran 500 meter dengan nilai intensitas kebisingan di dapat sebesar 113,3 dB yang berdampak bising pada area lingkungan sekitar penambangan yakni pada berjarak 500-600 m dari lokasi penambangan terhadap perumahan penduduk kebisingan tersebut termasuk kebisingan sesaat yang ditimbulkan oleh aktifitas peledakan dan berdasarkan SNI 7570 : 2010 melebihi tingkat intensitas kebisingan ditetapkan SNI 7570 : 2010 di area peledakan sebesar 110 dB
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Semen Padang melakukan kegiatan pemberaian batugamping dengan peledakan yang menggunakan elektronik detonator. Parameter keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan adalah fragmentasi batuan. Fragmentasi batuan berperan untuk mengoptimalkan produksi, oleh karena itu distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan harus dioptimumkan. Untuk meningkatkan fragmentasi batuan dilakukan pengujian dan perhitungan terhadap geometri peledakan aktual, R.L Ash, C,J Konya dan ICI-Explosive, yang telah diterapkan pada front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang. Maka didapat geometri peledakan yang ideal untuk batugamping yaitu geometri peledakan rumusan C,J Konya dengan powder factor 0,25 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 30,726 ton/hari. Kemudian peneliti merancang ulang geometri peledakan dengan powder factor 0,27 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 31,949 ton/hari. Persentase fragmentasi batuan hasil geometri peledakan rumusan C,J Konya yang tertahan ayakan sebesar 69,75 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 30,25 %. Disamping itu fragmentasi yang dihasilkan geometri usulan atau rancangan ulang, yang tertahan sebesar 68,63 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 31,37 %. Sedangkan Desain peledakan yang bisa meningkatkan persentase fragmentasi batuan dari kegiatan peledakan di front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang adalah pola lubang ledak staggered dan pola peledakan excelon-cut dengan 3-7 row. Maka untuk mendapatkan hasil peledakan yang optimum, geometri dan pola peledakan harus betul-betul disesuaikan dengan karakteristik batuan, rangkaian peledakan, pengisian bahan peledak dan stemming kedalam lubang ledak diharapkan sesuai perencanaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bakapindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batukapur dengan target produksi 15.000 ton/bulan, dengan sistem tambang terbuka yaitu metode quarry. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengeboran serta peledakan batukapur, mencapai fragmentasi yang optimal dan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk pengeboran serta peledakan batukapur. Untuk melakukan pemberaian batuan PT. Bakapindo melakukan pengeboran serta peledakan batukapur. Data yang diambil pada penelitian ini terdiri dari dua aspek yaitu aspek teknis dan ekonomis. Aspek teknis yaitu burden, spasi, kedalaman lubang ledak, panjang isian, stemming, subdrilling. Sedangkan aspek ekonomisnya data harga perlengkapan pengeboran serta peledakan dan data upah operator. Untuk pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung ke lapangan terutama mengenai biaya dari kegiatan pengeboran serta peledakan. Berdasarkan perhitungan geometri aktual, fragmentasi batuan ukuran 40 cm yang dihasilkan adalah sebesar 71,45 % dan geometri menurut persamaan RL Ash berukuran 40 cm adalah sebesar 80,67 %. Untuk biaya operasional pengeboran dan peledakan aktual adalah Rp. 83.847.650.- /bulan. Sedangkan biaya operasional pengeboran dan peledakan menurut persamaan RL Ash adalah Rp. 81.041.420.- /bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANGAN PELEDAKAN PADA RENCANA OPERASI PRODUKSI ANDESIT PT. BUKIT SARI INVESTAMA JORONG LUBUK JANTAN, NAGARI MANGGILANG, KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT. Nama : Muhammad Iqbal NPM : 1210024427035 Pembimbing I : Drs. Murad MS. MT Pembimbing II : Teguh Ariefianto, ST ABSTRAK PT. Bukit Sari Investama merupakan perusahaan tambang yang bergerak dibidang batuandesit dan memiliki luas 211 Ha. Perushaan ini baru melakukan kegiatan eksplorasi dan dalam tahap untuk mendapatkan izin operasi produksi. PT. Bukit Sari Investama akan melakukan produksi dengan cara pembongkaran batuan menggunakan peledakan, sebelum melakukan kegiatan peledakan yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membuat rancangan peledakan agar kegiatan peledakan dapat terlaksana serta harus memperhitungkan biaya pemboran dan peledakan yang ekonomis. Skripsi ini yang mengkaji evaluasi biaya peledakan dengan dua metode serta beberapa alternatif serta kebutuhan bahan peledak sesuai dengan yang dibutuhkan. Perhitungan rancangan peledakan menggunakan rancangan Richar L. Ash dengan diameter 3 inchi, burden 2 m, spacing 2.4 m, stemming 1.4 m, subdrilling 0.6 m, kedalaman 4 m, jenjang 3.4 m dan jumlah bahan peledak 7172 kg perbulan. Diameter 4 inchi burden 2.7 m, spacing 3.24 m, stemming 1.89 m, subdrilling 0.91 m, kedalaman 5.4 m, jenjang 4.5 m dan jumlah bahan peledak 5880 kg perbulan. Diameter 5 inchi burden 3.4 m, spacing 4.08 m, stemming 2.38 m, subdrilling 1.02 m, kedalaman 6.8 m, jenjang 5.7 m dan jumlah bahan peledak 7160 kg perbulan. Untuk perhitungan biaya peledakan diameter lubang 3 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp 655.457.589,5/ bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 19.529,97/ton. Diameter lubang 4 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp. 429.452.880.7/bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 14.120,00/ ton. Diameter lubang 5 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp 388.920.716.9/ bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 11.205,24/ton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Geometri Peledakan Menggunakan Perangkat Lunak Pada Penambangan Batu Andesit PT. Koto Alam Sejahtera
Nama : Alfi Rahman
NPM : 1210024427009
Pembimbing I : Rifky Adi Nata, S.T., M.T.
Pembimbing II : Dian Hadiyansyah, M.T.
ABSTRAK
PT. Koto Alam Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batu andesit, salah satu kegiatan penambangan yang berada di Jorong Polong Duo Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Lima Puluh Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Saat ini PT. Koto Alam Sejahtera melakukan pengambilan bahan galian batu andesit dengan cara peledakan. Sebelum operasi peledakan terlebih dahulu dilakukan persiapan lubang tembak dengan cara pemboran.
Kegiatan peledakan sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas penambangan. Dimana produksi batu andesit sebelum dipasarkan harus diolah dulu pada bagian crusher, maka hasil fragmentasi batuan peledakan sangat berpengaruh terhadap produksi batu andesit. fragmentasi hasil peledakan dipengaruhi oleh geometri peledakan dan nilai powder factor. Sementara bahan peledak yang digunakan adalah ANFO (Ammonium Nitrat Fuel Oil).
Berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran di lapangan didapatkan rata-rata nilai powder factor dan fragmentasi hasil peledakan masing-masing sebesar 0.27 kg/m3 dan 30,50 cm, dan distribusi fragmentasi yang berukuran ≤ 50 cm masih tinggi, sehingga perlu dilakukan perhitungan geometri peledakan dengan menggunakan beberapa metode, agar didapatkan geometri peledakan yang tepat untuk mengahasilkan rata-rata framentasi hasil peledakan sesuai yang dikehendaki.
Berdasarkan hasil analisa geometri peledakan mengunakan metode R. L. Ash dan CJ. Konya didapatkan nilai powder factor masing-masing sebesar 0,40 kg/m3 dan 0,44 kg/m3. Serta rata-rata fragmentasi masing-masing sebesar 24,32 cm dan 21,35 cm.
Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan kedua metode diatas, geometri peledakan yang tepat digunakan adalah hasil analisa metode C.J. Konya, yaitu: burden (B) = 2 m, spasi (S) = 2,3 m, stemming (T) = 1,4 m, subdrilling (J) = 0,6 m, kedalaman (H) = 5,17 m, tinggi jenjang (L) = 4.57 m, panjang kolom isian (PC) = 3.77 m dan diameter (D) = 3 inchi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI PELEDAKAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS VISUAL BASIC 6.0 PADA UNTUK MENCAPAI FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN YANG IDEAL PENAMBANGAN BATU ANDESIT PT. LIMA ENERGI UTAMA, KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Rahmat Hidayat NPM : 1210024427040 Pembimbing I : Drs. Tamrin Kasim, M.T Pembimbing II : Rusnoviandi, S.T., M.M ABSTRAK PT. Lima Energi Utama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesit, yang saat ini mengelola IUP CV. Atika Tunggal Mandiri di Desa Manggilang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan yang dilakukan PT. Lima Energi Utama ialah penambangan dan penjualan batu andesit dalam bentuk raw material. Penambangan dilakukan menggunakan peledakan, dengan target fragmentasi kecil dari 40 cm, agar batu andesit bisa langsung dipasarkan tanpa melakukan pengecilan ukuran terlebih dahulu. Berdasarkan pengamatan di lapangan, batuan hasil peledakan batu andesit yang dilakukan PT. Lima Energi Utama banyak menghasilkan boulder yang berukuran besar dari 40 cm dengan persentase lebih kurang 30%. Berdasarkan perhitungan data geometri aktual menggunakan software berbasis visual basic 6.0, dengan burden 2,58 meter, spasi 2,62 meter, kedalaman lubang ledak 2,43 meter, diperoleh ukuran fragmentasi rata-rata sebesar 24,08 cm dengan fragmentasi berukuran kecil dari 40 cm hanya mencapai 67,83 %, dan fragmentasi berukuran besar sama dari 40 cm sebesar 32,17%. Setelah dilakukan perhitungan geometri rancangan menggunakan metode R.L Ash diperoleh geometri rancangan dengan besaran burden 1,82 meter, spasi 2 meter, kedalaman lubang ledak 5,5 meter, stemming 1,82 meter, panjang isian 3,68 meter, dan akan diperoleh ukuran fragmentasi rata-rata sebesar 14,85 cm dengan fragmentasi berukuran kecil dari 40 cm mencapai 93,8 %, dan fragmentasi berukuran besar sama dari 40 cm sebesar 6,2 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN UNTUK MENCAPAI TARGETPRODUKSI OVERBURDEN TAMBANG TERBUKA PADA PT. ALLIED INDO COAL DESA PARAMBAHAN KECAMATAN TALAWIKOTA SAWAHLUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT
Nama : Fadli Aulia
NPM : 1310024427034
Pembimbing I : Drs. Murad MS. MT
Pembimbing II : Yahdi Azzuhri, A.md.ST.MEng
ABSTRAK
PT. Allied Indo Coal merupakan salah satu perusahaan tambang batubara swasta yang berlokasi Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat. Dengan luas wilayah izin usaha pertambangan 372,3 Ha. Produksinya dalam memenuhi kebutuhan batubara di PLTU Sijantang yang terletak di Kota Sawahlunto.
Proses peledakan tambang terbuka PT. Allied Indo Coal tidak mencapai target produksi pada Juni–Juli 2015 overburden yang diinginkan. Yang mana dari target yang diharapkan di bulan Juni sebesar 13.025 BCM dan untuk bulan Juli 8.323 BCM hanya tercapai 8.173 BCM di bulan Juni dan 5.605 BCM di bulan Juli serta banyaknya terjadi ketidaksesuaian geometri peledakan pada pelaksanaan di lapangan.
Berdasarkan hasil perhitungan yg mencapai target produksi adalah metode rumusan ICI–Explosive, Geometri peledakan usulan yang baik diterapkan dengan diameter lubang bor 3 inchi adalah burden 3 meter, spasi 4 meter, kedalaman lubang ledak 5 meter, stemming 2 meter, subdrilling 0,6 meter, PC 3 meter, dan PF yang diterapkan 0,18 kg/m3.Volume peledakan yang dihasilkan dari geometri usulan dengan metode ICI–Explosive sebesar 14.700 bcm. Sehingga target produksi yang ditetapkan oleh perusahan tercapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2016•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANGAN PELEDAKAN PADA RENCANA OPERASI PRODUKSI ANDESIT PT. BUKIT SARI INVESTAMA JORONG LUBUK JANTAN, NAGARI MANGGILANG, KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Taufik NPM : 1210024427053 Pembimbing I : Drs. Murad MS. MT Pembimbing II : Ir. Asep Neris B. Msi. MEng ABSTRAK PT. Bukit Sari Investama merupakan perusahaan tambang yang bergerak dibidang batuandesit dan memiliki luas 211 Ha. Perushaan ini baru melakukan kegiatan eksplorasi dan dalam tahap untuk mendapatkan izin operasi produksi. PT. Bukit Sari Investama akan melakukan produksi dengan cara pembongkaran batuan menggunakan peledakan, sebelum melakukan kegiatan peledakan yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membuat rancangan peledakan agar kegiatan peledakan dapat terlaksana. Skripsi ini yang mengkaji rancangan peledakan dengan dua metode serta beberapa alternatif serta kebutuhan bahan peledak sesuai dengan yang dibutuhkan.Perhitungan rancangan peledakan menggunakan rancangan Richar L. Ash dengan diameter 3 inchi, burden 2 m, spacing 2.4 m, stemming 1.4 m, subdrilling 0.6 m, kedalaman 4 m, jenjang 3.4 m dan jumlah bahan peledak 7172 kg perbulan. Diameter 4 inchi burden 2.7 m, spacing 3.24 m, stemming 1.89 m, subdrilling 0.91 m, kedalaman 5.4 m, jenjang 4.5 m dan jumlah bahan peledak 5880 kg perbulan. Diameter 5 inchi burden 3.4 m, spacing 4.08 m, stemming 2.38 m, subdrilling 1.02 m, kedalaman 6.8 m, jenjang 5.7 m dan jumlah bahan peledak 7160 kg perbulan.Untuk perhitungan menggunakan metode Conya dengan diameter 3 inchi, burden 2 m, spacing 2.8 m, stemming 2 m, subdrilling 0.6 m, kedalaman 4.6 m, jenjang 4 m dan jumlah bahan peledak 4908 kg perbulan. Diameter 4 inchi burden 2.7 m, spacing 3.78 m, stemming 2.7 m, subdrilling 0.6 m, kedalaman 6.1 m, jenjang 5.30 m dan jumlah bahan peledak 4929 kg perbulan. Diameter 5 inchi burden 3.4 m, spacing 4.7 m, stemming 3.4 m, subdrilling 1.02 m, kedalaman 7.6 m, jenjang 6.58 m dan jumlah bahan peledak 5100 kg perbulan.