Profil penulis
HIDAYAT
31 karya publik ditemukan.
Pemrograman WEB Seri PHP
Analisis Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Peningkatan Produktivitas ALat Angkut dari Front Loading Pit 2 ke Stockpile PT Atika Tunggal Mandiri
PT. Atika Tunggal Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batu Andesit yang berlokasi di Jorong Lubuak Jantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Dengan sistem penambangan terbuka menggunakan metode quarry, proses penambangan ini membutuhkan kondisi geometri jalan angkut yang baik agar proses pengangkutannya menjadi ideal sebagaimana yang sudah di atur oleh kepmen ESDM No.1827/K/MEM/ 2018 dikarenakan geometri jalan sangat berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung dilapangan untuk memperoleh data berupa lebar, dan panjang jalan sebanyak 23 segmen pada Pit 2 sepanjang 800 meter, cycle time alat angkut, serta kemiringan jalan. Setelah dilakukan pengolahan data maka di dapatkan beberapa segmen jalan yang bermasalah seperti segmen (F-G), (I-J), (L-M) pada kondisi lurus yang direkomendasikan dilakukan pelebaran jalan sesauai rekomendasi sebesar 9,75 meter, untuk jalan tikungan harus dilakukan pelebaran sesuai rekomendasi 15,68 meter, Dan untuk kemiringan jalan pada segmen (M-N), (N-0), (T-U), dan segmen (U-V) agar di turunkan sesuai rekomedasi yaitu tidak boleh lebih dari <12%, dari perhitungan didapatkan produktivitas aktual alat angkut sebesar 175,05 ton/Bulan sehingga target belum tercapai sebesar 200 ton/Bulan, Setelah dilakukannya beberapa perbaikan jalan sesuai kepmen ESDM No.1827/K/MEM/ 2018 didapatkan produktivitas sebesar 203,37 ton/Bulan sehingga sudah mencapai target perusahaan
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang PT. Sinar Bumi Baratama (SBB) di Dusun Sungai Beringin , Kecematan Pelepat, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi
Pada PT. Sinar Bumi Baratama (SBB) terdapat genangan air pada jalan penambangan yang diakibatkan dari adanya luapan air limpasan. Air yang tergenang ini mengakibatkan proses penambangan terganggu dan alat mekanis cepat rusak. Hasil dari studi ini adalah mengevaluasi dimensi sump utama dengan menambah kedalaman untuk memastikan air yang masuk dapat di tampung dengan baik dan dapat menghindari overflow dimasa yang akan datang. Dengan dimensi sump aktual dengan luas atas 263 m2 dan luas bawah 166 m2 dengan volume daya tampung 1.287 m3, dan di rekomendasikan rancangan sump yang ideal untuk menampung air dengan luas dimensi sump yang sama adalah dengan menambah kedalaman sump menjadi 8 m dengan volume daya tampung 1.716 m3. Penelitian ini pengolahan data menggunkana metode Gumbel. Peneletian ini bertujuan untuk menganalisis debit air limpasan pada area penambangan, menganalisis dimensi ideal sump PT. Sinar Bumi Baratama (SBB) dan menganalisis kebutuhan pompa yang dibutuhkan untuk mengalirkan air dari sump, KPL ke sungai (tidak dipakai). Berdasarkan pengamatan dilapangan air yang berada di sump dikeluarkan dengan satu unit pompa Yamakoyo NS 50 yang bekerja 15 jam/hari. Parameter yang digunakan pada penelitian ini, jam kerja pompa, kapasitas dan dimensi sump.
Pengaruh Kemiringan Deck Terhadap Optimalisasi Produktivitas Shaking Table Untuk Pemisahan Pasir Besi Daerah Pantai Talao Pariaman, Sumatera Barat
Di wilayah Sumatera Barat terdapat adanya potensi pasir besi, salah satunya yaitu berada di daerah Pantai Talao Kota Pariaman. Tidak optimalnya pengolahan bahan galian pasir besi tersebut khususnya di daerah Pariaman dan kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar terhadap pengolahan bahan galian khususnya pasir besi merupakan masalah yang penulis temukan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kemiringan deck pada Shaking Table terhadap hasil pemilihan pasir besi serta untuk menghasilkan kadar pasir besi yang maksimal. Tahap pertama yang dilakukan yaitu mengambilan sampel pasir besi dengan berat per sampel yaitu 1000 gram dengan kemiringan 0° hingga mencapai kemiringan maksimal yaitu kemiringan 6°. Hasil menunjukkan korelasi sangat kuat antara kemiringan dan hasil perolehan (0,892021583), serta produktivitas (0.603004), dan nilai recovery (0,00011969). Disimpulkan bahwa semakin tinggi kemiringan deck maka hasil perolehan dan nilai produktivitas juga akan meningkat. Sebaliknya, jika seiring dengan meningkatnya kemiringan pada deck hasil nilai recovery akan semakin menurun.
Pra Rancangan Teknologi Pengolahan Limbah Crude Glycerol Hasil Samping Produksi Sabun Batang dengan Prinsip Asidifikasi dan Adsorpsi Arang Sabut Kelapa
Saat ini terdapat keterbatasan teknologi pengolahan Crude Glycerol dalam industri sabun batang. Pengolahannya masih diserahkan pada pihak ketiga, sedangkan jika diolah, Crude glycerol dapat dimanfaatkan sebagai bahan additive sabun batang itu sendiri maupun sebagai produk dengan nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pra rancangan teknologi pengolahan Crude Glycerol menggunakan metode asidifikasi dengan menggunakan asam pekat (HCl, H2SO4 dan HNO3) dan adsorbsi arang sabut kelapa untuk penurunan warna dan kadar NaCl. Parameter yang akan diujikan adalah kadar glycerine, NaCl dan warna. Data proses asidifikasi dan adsorbsi serta karakteristik Crude Glycerol diperoleh dengan pengamatan langsung dan eksperimen laboratorium. Pada asidifikasi asam pekat yang paling efektif adalah H2SO4 karena membutuhkan volume pengasaman paling sedikit. Untuk proses adsorbsi berat paling optimal untuk penurunan warna adalah 1,5 gr dengan waktu pengadsorbsi optimal 30 menit. Berat dan waktu diambil dikarenakan pada berat diatas 1,5 gram dan waktu adsorbsi diatas 30 menit sudah tidak terjadi penurunan warna dan kadar NaCl yang signifikan. Untuk hasil yang didapatkan, kadar glycerine sesuai target yang ingin dicapai sedangkan untuk warna dan Kadar NaCl masih jauh dari target yang diinginkan
Cara Mudah Menguasai Statistik Deskriptif
Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Roti Sisir di Pabrik Roti Bakery Baru
Permasalahan yang terjadi di pabrik Roti Bakery Baru adalah masih banyaknya roti yang cacat seperti isi roti yang keluar, bantet, hangus, tidak mengembang, dan roti yang terpotong. Ini membuat target produksi belum mampu di capai. Maka perlu dilakukan pengendalian kualitas menggunakan diagram pareto, fishbone diagram dan peta kendali ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, mengurangi produk cacat agar target produksi dapat dicapai. Pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada pabrik Roti Bakery Baru. Diagram pareto untuk mengetahui faktor yang paling dominan, fishbone diagram digunakan untuk mengetahui faktor penyebab cacat, serta peta kendali untuk mengetahui proses produksi sudah terkendali atau belum. Berdasarkan pengolahan data dari diagram pareto didapat jenis-jenis cacat yang paling dominan yaitu pada isi roti keluar. Menggunakan fishbone diagram maka didapat 5 faktor penyebab kecacatan yaitu faktor manusia atau karyawan, faktor lingkungan, faktor mesin, faktor proses dan faktor material. Berdasarkan perhitungan dengan peta kendali p-chart secara statistik proses produksi sudah terkendali.
Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Roti Sisir di Pabrik Roti Bakery Baru
123
Pengendalian Kualitas Crumb Rubber Dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control ( SQC ) di PT. Batanghari Barisan
123
Pengendalian Kualitas Crumb Rubber dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) di PT. Batanghari Barisan
Pengendalian kualitas merupakan suatu aktivitas manajemen perusahaan untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk dapat dipertahankan sebagaimana yang telah direncanakan, sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi kepuasan konsumen. PT Batanghari Barisan (BHB) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan karet dan menghasilkan bahan setengah jadi yaitu Crumb Rubber. Didalam proses produksi Crumb Rubber masih banyak ditemukan produk cacat pada akhir proses produksi, adapun cacat pada produk tersebut yaitu berupa WhiteSpot dan Kontaminasi. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab cacat dan untuk mengetahui mutu produksi Crumb Rubber. Salah satu metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas adalah Statistical Quality Control (SQC). Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan Statistical Quality Control dapat diketahui jenis cacat yang paling dominan yaitu whiteSpot dengan jumlah persentase mencapai 55,97%. Kemudian diikuti dengan cacat kontaminasi dengan persentase mencapai 44,02%. Dari pengolahan data pada P-Chart dan C-Chart dapat diketahui bahwa mutu produk Crumb Rubber masih berada dalam batas kendali.
Evaluasi Kegiatan Pengobaran Untuk Peledakan Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Pengobaran di PT. Ansar Terang Crushindo Pangkalan Koto
123
Evaluasi Kegiatan Pengeboran untuk Peledakan dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Pengeboran di PT. Ansar Terang Crushindo Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota
PT. Ansar Terang Crushindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan batu Andesit yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan pemboran di lapangan tidak tercapai produktivitas alat bor Furukawa PCR 200, untuk mengetahui produktivitas alat tersebut maka perlu melakukan perhitungan di antaranya, Cycle Time, kecepatan pemboran, waktu kerja tersedia, perbaikan waktu hambatan, geometri pemboran aktual dan geometri pemboran ideal . Dari hasil analisis data telah didapatkan waktu kerja efektif 652 menit/hari dan efesiensi kerja 83%, Cycle Time 11,67 menit dengan kecepatan pemboran 30,6 meter/jam dan produktivitas alat bor aktual di lapangan 25,3 meter/jam. Setelah di lakukan perbaikan didapatkan produktivitas alat bor ideal di lapangan 29,24 meter/jam. Dengan menggunakan perhitungan ICI-Explosives untuk geometri pemboran yang aktual nya adalah, tinggi jenjang 4 meter, Burden 2,1 meter, Spacing 2,1 meter, Subdrill 0,5 meter dan Stemming 2 meter dengan hasil yang didapatkan adalah 1.058 Bcm/hari, dengan hasil ini maka tidak tercapai target produksi sebesar 1.230 Bcm/hari, maka geometri pemboran yang ideal adalah, Tinggi jenjang 6 meter, Burden 2,2 meter, Spacing 2,2 meter, Subdrill 0,5 meter dan Stemming 2 meter dengan hasil yang didapatkan sebesar 1.452 Bcm/hari.
Analisis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi dan Biaya Peledakan di PT. Allied Indo Coal Jaya (AICJ) Sawahlunto, Sumatera Barat
123
Analisis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi dan Biaya Peledakan di PT. Alied Indo Coal Jaya (AICJ) Sawahlunto, Sumatera Barat
PT. Alied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara dengan metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah, pada tambang terbuka menggunakan peledakan sebagai cara untuk memecah batuan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga tidak mengganggu proses gali muat, saat ini hasil fragmentasi dari peledakan tersebut masih banyak yang berbentuk boulder/bongkahan yang berukuran 60 cm lebih dari 20% dengan pawder factor lebih dari yang di targetkan perusahaan yaitu diatas 0,30. Tujuan penelitian untuk mengetahui geometri peledakan ideal untuk mendapatkan ukuran fragmentasi dan biaya peledakan berdasarkan perhitungan R.L.Ash, C.J. Konya, kuz-ram dan aplikasi split dekstop, dari analisis yang dilakukan, didapatkan geometri rekomendasi yaitu geometri metode R.L. Ash dengan burden 2 m, spacing 4 m, stemming 2 m, subdrilling 0,6 m, kedalaman lubang 7 m, panjang kolom isian 5 m, tinggi jenjang 6,4 m. Menghasilkan fragmentasi yang lolos berukuran 60 cm sebesar 86,34 %, pawder factor 0,32, dengan biaya recovery Rp 8.395/m3.
Perancangan Alat Pengering Ikan yang Ergonomis
Proses pengeringan yang dilakukan masih dengan cara tradisional dan menimbulkan masalah dalam kebersihan ikan yang dikeringkan hal ini disebabkan karena tempat pengeringan ikan tersebut terlalu rendah sehingga ketika angin berhembus akan mengakibatkan pasir atau debu yang berada disekitarnya akan berterbangan dan karena ikan yang dijemur masih dalam keadaan basah maka debu atau pasir akan menempel pada ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat pengeringan ikan yang ergonomis dan mengetahui kapasitas dari alat pengering ikan Setelah melakukan penelitian dan pembuatan alat pengering ikan dapat disimpulkan dalam pembuatan alat pengering ikan waktu total yang dibutuhkan dari awal proses pengerjaan sampai selesai membutuhkan waktu 1.230 menit (4 hari). Alat ini memiliki komponen penjemuran dengan dimensi panjang 300 cm dan lebar 98,5 cm, untuk atap dimensinya dengan panjang 310 cm dan lebar 115 cm, tinggi rak pertama 127 cm, tinggi rak ke dua 96 cm, tinggi rak ke tiga 60 cm dan tinggi alatnya 148 cm dan kapasitas dari alat pengering ikan yaitu 6 kg untuk satu komponen penjemuran, jadi total kapasitas yang bisa ditampung oleh alat yaitu 18 kg untuk sekali penjemuran.
Analisis Geometri Jalan Angkut Tambang untuk Tercapai Target Produksi Menggunakan Teori Antrian di PT. Bintang Sumatera Pasific Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota
Berdasarkan hasil observasi di lapangan alat angkut tidak bisa beroperasi secara optimal dikarenakan kondisi jalan angkut (Hauling) yang sempit, tanjakan yang terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, kemiringan jalan, jari-jari tikungan, superelevasi standar, produktivitas alat muat dan alat angkut, faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan lamanya waktu antrian di PT. Bintang Sumatera Pasific. Dari hasil analisa lebar jalan angkut untuk 2 jalur 8,75 m, lebar jalan tikungan selebar 15,37 m, kemiringan jalan sebesar 12o, superelevasi yang baik yaitu 20 mm/m-40 mm/m. Produktivitas Excavator Hitachi ZX 210 sebesar 510,8 ton/jam, produktivitas Dump Truck Hino Ranger FM 260 JD Mining sebesar 214,2 ton/jam, MF > 1, dan hasil dari analisa didapatkan waktu antrian sebesar 6 menit.
Perancangan Sistem Informasi Computer Based Test (CBT) Menggunakan PHP dan MySQL
Perancangan Sistem Informasi Computer Based Test (CBT) Menggunakan PHP dan MySQL Pada Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang
Analisa Perhitungan Sumberdaya Batubara Terunjuk Menggunakan Metode Cross Section dan Metode Kerucut Terpancung Di PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara
PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara merupakan perusahan tambang swasta yang berlokasi di Desa Sumber Batu Kecamatan Mereuboe Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Secara geografis terletak pada koordinat 04011'14,7” LU dan 96015’58,4” BT. PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi pada Tambang Batubara seluas 3.134 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya batubara pada pit B Blok BS 2019 dengan luas area 4 Ha dengan metode penampang (cross section) dan metode kerucut terpancung dengan mengunakan software rockworks dan autodesk land desktop dilakukan di PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batubara dengan metode cross section sebesar 115.313.334 ton dan metode kerucut terpancung didapatkan sumberdaya terunjuk batubara sebesar 67.423.4755,6 ton.